Praktik Baik dalam Memperbaiki Sistem Rekrutmen Karyawan – Bagian 2

Pada post sebelumnya dibahas beberapa praktik baik sistem rekrutmen karyawan. Contoh-contoh tersebut bisa menjadi referensi bagi anda untuk memperbaiki sistem yang diterapkan perusahaan dalam merekrut karyawan. Misalnya, daripada mengadakan wawancara secara konvensional, bukankah sebaiknya anda menggantinya dengan misi penyelesaian satu tugas yang berkaitan dengan pekerjaan yang sedang dilamar?

Selain itu, pastikan bahwa orang yang anda rekrut memiliki prinsip kerja dan nilai-nilai yang sejalan dengan nilai yang dianut perusahaan. Ajukan pertanyaan penting yang relevan dengan visi dan misi perusahaan, untuk melihat apakah kandidat tersebut selaras dengan budaya organisasi anda. Selain itu, masih ada beberapa praktik baik yang bisa anda pertimbangkan dalam memperbaiki sistem rekrutmen karyawan, sebagaimana dibahas berikut:

rekrutmen karyawan 2

Sistem Rekrutmen Karyawan Lebih Baik dengan Trik Ini

Fokus pada Kemampuan untuk Belajar Hal-Hal Baru

Ketika melakukan wawancara dengan pelamar kerja, cobalah untuk fokus pada kemampuan kandidat untuk belajar hal-hal baru dengan cepat, dan beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan bisnis yang cepat berubah. Pengalaman memang penting, namun karakter penting yang dapat membawa anda menuju kesuksesan juga dipengaruhi oleh kemampuan dan keinginan untuk belajar dan beradaptasi. Dengan penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang semakin meluas, maka diperlukan suatu pola pikirn yang berorientasi pertumbuhan serta kemampuan untuk belajar.

Temukan Soft Skill

Jika ingin menemukan kandidat yang lebih berkualitas, anda bisa mengubah proses skrining, sehingga tidak hanya fokus pada pengalaman kerja mereka, namun juga soft skill yang mereka miliki. Keahlian seperti kemampuan untuk mengikuti instruksi, berfikir secara kritis, serta memperhatikan hal-hal kecil. Namun, kandidat juga mesti memiliki keahlian minimum pada bidang-bidang ini jika ingin sukses. Pengujian selama proses rekrutment dapat meminimalisir resiko kesalahan selama proses seleksi kandidat.

Lakukan Ujicoba

Apapun sistem rekrutmen karyawan yang sedang anda gunakan saat ini, ingatlah satu hal, jangan hanya mempercayai surat lamaran. Cobalah gunakan sistem lain, misalnya melakukan sistem ujicoba, dan menggaji mereka selama masa itu. Dalam waktu seminggu, anda bisa tahu dengan baik apakah para kandidat tersebut mampu melakukan pekerjaan dengan baik atau tidak.

Fokus pada Rekrutmen Berwawasan Tujuan

Jika anda ingin memperbaiki sistem rekrutmen karyawan, maka anda mesti berani melakukan perubahan. Misalnya, cobalah memprioritaskan kandidat yang memiliki tujuan selaras dengan tujuan perushaaan, bukan hanya dengan pekerjaan semata. Karyawan yang berorientasi tujuan laksana katalisator dalam mencapai misi perusahaan, sementara karyawan lainnya berfungsi sebagai karyawan biasa. Perubahan sistem ini membantu anda membangun sebuah tim yang fokus – tim yang berkontribusi terhadap kesuksesan perusahaan secara keseluruhan.

Berikan Ruang untuk ‘Bleisure”

Istilah ‘Bleisure” adalah kombinasi antara perjalanan dinas dengan bersenang-senang. Karyawan membutuhkan fleksibilitas baru semacam ini, sehingga bisa menikmati pekerjaannya. Namun sebagai seorang pimpinan, anda mesti memiliki kondisi kerja yang sesuai dengan model bisnis yang sedang dijalankan. Bleisure adalah konsep baru; ini adalah waktu yang pas untuk memadukannya ke dalam kebijakan perjalanan dinas karyawan anda.

Prioritaskan Interview untuk Melihat Perilaku

Daripada sekedar menanyakan hal-hal normatif saat wawancara, mengapa anda tidak mencoba melihat dari sisi lain, yakni perilaku kandidat? Pertanyaan yang biasa digunakan saat wawancara kerap tidak berhasil menyingkapkan seperti apa perilaku kandidat di dunia nyata. Cobalah tanyakan pengalaman kerja mereka di masa lalu, dan bagaimana mereka menangani situasi-situasi tertentu. Dengan demikian, anda bisa menilai keahlian sekaligus perilakunya. Lakukan wawancara terstruktur untuk menjaga agar anda tetap fokus dan konsisten,  mengurangi bias, serta memungkinkan anda membandingkan respon atau tanggapan dari kandidat satu ke kandidat lainnya.

Biarkan Proses Rekrutmen Lebih Santai

Jangan terburu-buru! Alokasikan waktu yang cukup untuk mengenali setiap kandidat sebelum mempekerjakan mereka secara resmi. Anda bisa melakukan ujicoba seperti dibahas di atas. Misalnya, anda bisa membayar komisi bagi kandidat untuk menulis sebuah artikel yang akan dipost di blog klien. Lihatlah kualitas tulisannya sebelum menandatangani kontrak kerja. Dengan cara ini, anda bisa menemukan orang-orang terbaik yang sesuai kebutuhan klien anda serta budaya organisasi.

Berikan Perhatian Khusus pada Cultural Fit

Istilah cultural fit mengacu kepada kecocokan kepribadian, dedikasi, loyalitas, serta keselarasan antara kandidat dengan budaya organisasi anda. Ketika anda dihadapkan pada dua kandidat yang tampaknya seimbang (mis, salah satu memiliki pengetahuan yang lebih baik dan satu lagi lebih baik dalam hal cultural fit), maka pilihlah opsi kedua. Kenapa? Membangun bisnis laksana lari maraton, bukan lari jarak pendek. Keahlian bisa dipelajari, namun kepribadian akan tetap sama.

Sebenarnya, masih banyak hal lain yang bisa anda lakukan untuk memperbaiki sistem rekrutmen karyawan. Yang terpenting adalah, siapapun yang anda pilih, pastikan mereka merupakan perwakilan yang sempurna bagi perusahaan. Pastikan anda memprioritaskan perilaku dan cultural fit daripada keahlian semata. Keahlian bisa dipelajari, ilmu bisa didapatkan sambil belajar, namun kepribadian tidak bisa diubah dengan cepat.

Tagged With :

Leave a Comment