Platform Pengiriman Makanan Baru Menjadi Mitra bagi Restoran

Anjuran untuk tetap berada di rumah dan bekerja di rumah membuat banyak orang bergantung kepada situs belanja online dan aplikasi pengiriman makanan. Trend ini semakin meningkat sekalipun banyak pihak yang mengkritisi kalau platform pengiriman makanan semacam ini menarik biaya yang sangat besar kepada konsumen. Bahkan, sejumlah nama baru mulai muncul ke arena persaingan. Aplikasi tersebut sebagian dibangun oleh restoran yang sedang berjuang keras untuk bertahan di tengah pandemi virus corona.

Platform pengiriman makanan baru ini mendukung restoran yang kini sepi pengunjung maupun karyawn restoran dengan menawarkan fee pengiriman yang lebih kecil. Dengan demikian, restoran bisa meminimlisir dampak finansial dari krisis global yang sedang terjadi.

Platform pengiriman makanan

Platform Pengiriman Makanan Baru di Tengah Pandemi

Sejumlah platform pengiriman baru mulai bermunculan, dan menjadi pesaing bagi platform yang sudah ada. Layanan yang disediakan bervariasi. Di antaranya adalah:

Bikky dengan Project Quarantine

Sebuah tim yang diketuai Abhinav Kapur sedang mengembangkan platform baru yang mirip Seamless dan Grabhub. Proyek ini dinamai oleh Project Quarantine, yang berada di bawah Bikky – sebuah perusahaan yang bergerak di bidang analisis restoran.  Platform baru ini telah memiliki sekitar 2.500 peserta. Sebagian besar berada di New York dan Chicago. Namun, Project Quarantine sedang dikembangkan, sehingga restoran-restoran di daerah Washington, D.C. dan Philadelphia juga bisa bergabung.

Sebenarnya, komplain tentang platform pengiriman makanan milik restoran bukanlah hal baru. Namun saat ini, restoran sangat bergantung terhadap layanan antar-jemput ini. Sayangnya, biaya komisi yang sebelumnya hanya dikeluhkan sebagian restoran kini justru menimbulkan kegaduhan dari para pemilik restoran yang keuangannya sedang bermasalah akibat pandemi covid-19. Meski menimbulkan masalah dan keluhan, platform pengiriman yang ada saat ini tidak bergeming. Oleh sebab itu, Kapur dan timnya memutuskan untuk membuat platform sendiri.

Baca Juga:   Investasi Terbaik Yang Akan Buat Anda Kaya Di Usia 35 Tahun
Upserve

Satu lagi perusahaan teknologi restoran yang juga sedang mengembangkan platform pengiriman untuk konsumennya adalah Upserve. Platform ini sangat membantu perusahaan, karena mereka bisa menawarkan menu yang tersedia secara online. Menu online bisa dibuat dalam waktu kurang dari 24 jam. Banyak klien yang merasa puas dan terbantu dengan keberadaan Upserve. Beberapa keuntungan yang dirasakan betul oleh pemilik restoran antara lain:

  • Perusahaan bisa menerima pesanan online, karena ada menu online yang bisa dipilih oleh konsumen.
  • Biaya komisi jauh lebih kecil dibanding platform yang ada. Bayangkan saja jika ada jasa pengiriman yang memiliki komisi hingga 30%!
  • Akun gratis untuk restoran selama minimum 12 bulan, tergantung masing-masing perusahaan.
  • Tool untuk membantu perusahaan memasarkan menunya, seperti tool media sosial dan pemasaran online untuk membantu menaikkan kunjungan ke website milik restoran.

Dengan kata lain, Upserve bukan hanya berfungsi sebagai platform pengiriman makanan, namun juga untuk branding dan pemasaran online oleh perusahaan. Lebih penting lagi, biaya yang dibebankan kepada perusahaan jauh lebih kecil.

Dumpling

Platform ini bergerak di bidang pengiriman barang harian. Perusahaan yang didirikan pada Tahun 2019 ini berusaha untuk membangun model bisnis yang tepat waktu. Perusahaan ini didirikan sebagai respon terhadap keluhan dari para pekerja Instacart, keluhan-keluhan tersebut semakin meluas saat ini.  Pada Tahun lalu, Dumpling berhasil mengumpulkan dana sebesar $3 juta dan menarik perhatian media dengan sistem pemasaran yang berbeda.

Awalnya, aplikasi Dumpling dilaporkan masih lamban dalam merespon permintaan pembeli, namun saat ini sistem kerjanya sudah semakin bagus. Beberapa keunggulan dari aplikasi ini antara lain:

  • Dumpling disukai salah satunya karena fleksibilitas yang ditawarkan. Pengunjung bisa berbelanja berbagai jenis produk dari toko kelontong online yang berbeda. Fleksibilitas juga hadir dalam bentuk kebebasan sistem marketing.
  • Lebih murah. Dumpling tidak hanya membantu toko kelontong, namun juga konsumen yang sedang mengalami masalah keuangan. Fee yang dibebankan lebih murah dibanding platform lain.
Baca Juga:   Tips Memulai Bisnis Waralaba
Platform Lama dengan Layanan Baru

Ketika banyak platform pengiriman makanan yang bermunculan, sejumlah platform lama juga memberikan layanan baru bagi restoran maupun pengemudi. Misalnya, UberEats menyediakan dana bantuan bagi karyawan restoran yang memenuhi syarat melalui aplikasi UberEats. Dana yang tersedia adalah $500 untuk masing-masingnya. Sementara itu, konsumen di wilayah New York bisa menyumbang melalui aplikasi tersebut. Layanan semacam ini diharapkan akan berkembang cepat ke kota-kota lainnya.

Sama halnya dengan UberEats, Grubhub juga meluncurkan program Supper for Support dengan menawarkan insentif sebesar $250 kepada setiap restoran yang menjadi pesertanya. Meski memberikan layanan ekstra, biaya komisi yang dibebankan oleh aplikasi ini umumnya masih sama. Akibatnya, tetap saja banyak keluhan dari pemilik restoran. Biaya komisi yang tinggi semakin mempersulit kondisi keuangan restoran. Namun, kehadiran platform pengiriman makanan yang baru seperti Bikky dan Upserve menjadi alternatif bagi restoran.

 

Tagged With :

Leave a Comment