Perusahaan Sekuritas Ditutup, Bagaimana Nasib Investor Saham?

Sejak awal tahun 2020, telah merebak kabar dan rumor tentang penutupan sejumlah perusahaan sekuritas. OJK mencabut ijin Recapital Sekuritas pada bulan Februari, disusul BEI mensuspensi OSO Sekuritas pada bulan April lalu karena gagal memenuhi syarat modal kerja bersih disesuaikan (MKBD). Kini giliran Philip Sekuritas yang jadi sorotan rumor karena namanya terseret skandal Jouska.

Rentetan kasus yang hanya berselang beberapa bulan ini membuat semakin banyak investor saham bertanya-tanya, apakah uang kita akan aman jika perusahaan sekuritas ditutup? Bagaimana pula dengan saham-saham dalam portofolio kita? Apakah uang kita bisa kembali?

Perusahaan Sekuritas Ditutup

Kasus penutupan perusahaan sekuritas ini sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru. Ketika sebuah perusahaan sekuritas ditutup, operasionalnya tidak serta merta gulung tikar total. Sekuritas yang tutup biasanya hanya berhenti menerima klien dan transaksi baru, tetapi masih melayani klien lama. Nah, sebagai klien lama, Anda tak perlu khawatir karena sekuritas akan membantu Anda untuk memindahkan uang maupun saham.

Dana investor saham tidaklah tercakup dalam rekening sekuritas, karena disimpan dalam Rekening Dana Investasi (RDI) pada bank kustodian. Jadi, dana tetap dapat ditarik meski sekuritas bermasalah. Demikian pula saham yang kita miliki bukan disimpan oleh sekuritas, melainkan disimpan dalam catatan KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia. Perusahaan sekuritas semata-mata bertindak sebagai perantara antara investor dengan bursa.

Apa yang dapat dilakukan investor untuk menyelamatkan sahamnya ketika fungsi perantara itu kolaps karena sekuritas ditutup? Ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Hubungi pihak sekuritas untuk mendapatkan konfirmasi situasi yang sesungguhnya. Apabila sekuritas tak merespons, hubungilah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tanyakan juga tentang prosedur yang perlu ditempuh untuk memindahkan saham-saham dalam portofolio Anda.
  2. Bukalah rekening efek baru di perusahaan sekuritas lain. Pastikan perusahaan sekuritas itu memiliki MKBD dalam jumlah besar dan punya rekam jejak yang lebih mapan.
  3. Ajukan permohonan untuk memindahkan saham Anda dari perusahaan sekuritas lama ke perusahaan sekuritas baru, sesuai prosedur yang diberitahukan oleh sekuritas lama Anda atau oleh OJK.
  4. Tunggu hingga pemindahan saham disetujui. Pemrosesan akan membutuhkan waktu tergantung prosedur yang berlaku.
Baca Juga:   Memahami 3 Jenis Support-Resistance Dalam Trading Saham

Jadi, investor tak perlu khawatir tentang prospek ditutupnya perusahaan sekuritas mana pun. Dana investasi maupun portofolio tetap aman dijamin undang-undang.

Tagged With :

Leave a Comment