Pernyataan Powell The Fed x Kuroda BoJ Kian Melemahkan Yen

Pernyataan pimpinan bank sentral AS dan bank sentral Jepang di hari Selasa (22/Maret) ini, semakin mempertajam divergensi kebijakan moneter kedua negara. Akibatnya, nilai tukar Yen versus Dolar AS semakin melemah.

Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda hari ini kembali memaparkan alasan mengapa kebijakan moneter ultra longgar belum bisa diperketat. Inflasi di Jepang dikhawatirkan akan merugikan perekonomian. Pasalnya, kenaikan harga yang terjadi saat ini hanya karena kenaikan harga energi dan bahan makanan masyarakat.

“Alih-alih mengarah pada upah yang lebih tinggi dan keuntungan perusahaan, inflasi kenaikan harga seperti itu akan membebani ekonomi dalam jangka panjang dengan merugikan keuntungan perusahaan dan pendapatan riil rumah tangga,” kata Kuroda kepada parlemen siang tadi.

Pernyataan Kuroda sangat bertolak belakang dengan pernyataan Jerome Powell kemarin malam yang bernada hawkish. Ketua The Fed tersebut mengatakan bahwa pemulihan ekonomi AS cukup baik. “Pasar tenaga kerja sangat kuat, dan inflasi naik terlalu banyak,” kata Powell dalam sambutan di hadapan National Association for Business Economics.

“Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan kembalinya stabilitas harga,” tutur Powell. “Secara khusus, jika kami menyimpulkan bahwa kondisi saat ini sudah sesuai utuk bergerak lebih agresif dengan menaikkan suku bunga lebih dari 25 basis poin pada pertemuan atau rapat, maka kami akan melakukannya. Dan jika kami memutuskan bahwa kami perlu melakukan pengetatan di luar tindakan netral yang umum dan menjadi sikap yang lebih membatasi, maka kami akan melakukannya juga.”

Yen Semakin Terkapar

Akibat perbedaan tersebut, Yen anjlok ke level rendah satu tahun terhadap Dolar AS dan mata uang-mata uang lainnya. USD/JPY naik lebih dari satu persen ke 120.74 saat berita ini ditulis.

USDJPY

Total pelemahan nilai tukar Yen versus Dolar AS mencapai 5% dalam satu bulan ini. Selain karena divergensi kebijakan moneter, melonjaknya yield obligasi US Treasury dan memburuknya neraca perdagangan Jepang, membuat keuangan Jepang menipis.

Terhadap Euro, Yen tertekan ke level rendah lima bulan di posisi 133.30. Terhadap Franc Swiss, Yen melempem ke kisaran rendah tujuh tahun.

Leave a Comment