Perbedaan Reksa Dana dan Saham yang Harus Diketahui Pemula

Investor pemula sering disarankan untuk memulai dengan reksa dana atau saham terlebih dahulu. Hal ini sering menimbulkan kesalahpahaman, karena pemula menganggap keduanya memiliki karakter serupa. Mereka baru menyadarinya ketika ingin pindah dari reksa dana ke saham atau sebaliknya, kemudian tak mendapatkan keuntungan sesuai harapan.

Ada beberapa perbedaan reksa dana dan saham yang harus diketahui oleh pemula, bahkan sebelum mulai menanamkan dana investasi dalam produk apapun. Berikut ini beberapa diantaranya:

1. High Return, High Risk

Banyak investor reksa dana tergiur untuk beralih ke investasi saham, karena mengharapkan keuntungan lebih besar dan bebas dari beragam bea yang dikenakan oleh Manajer Investasi (MI). Namun, banyak diantara investor itu lupa bahwa semua investasi keuangan mengikuti prinsip “high return, high risk“. Semakin besar potensi profit yang bisa diperoleh dari saham, maka makin besar pula risiko kerugian yang akan dihadapi.

Fluktuasi harga saham bisa sangat drastis, sehingga Anda dapat mendapatkan keuntungan maupun kerugian berlipat ganda dalam sehari. Sebaliknya, penurunan maupun kenaikan NAB reksa dana berlangsung secara bertahap dalam waktu lama. Investor yang beralih dari saham ke reksa dana bisa jadi agak shock menyaksikan betapa lambatnya pertumbuhan nilai aset (NAB), tetapi sebenarnya ini wajar saja karena MI selalu berusaha agar risiko dan reward tetap seimbang.

Ulasan Lengkap Cara Kerja Investasi Reksadana

2. Analisis Pasar

Reksa dana merupakan aset investasi yang cocok untuk pemula dan awam, karena tak membutuhkan analisis rumit. Calon investor cukup menelisik kredibilitas MI dan kinerja, kemudian memilih produk reksa dana yang dinilai terbaik. Namun, investasi saham tak sesederhana itu.

Investor saham perlu meneliti latar belakang fundamental saham, selain memahami penelaahan aspek teknikal dan bandarmologi. Calon investor minimal harus bisa membaca laporan keuangan perusahaan dan membandingkan kinerja antara beberapa perusahaan dari sektor yang sama.

Baca Juga:   Investasi Reksadana di Tokopedia dengan Modal Kecil

3. Diversifikasi Investasi

Tak ada keharusan bagi seorang investor untuk menanamkan modal dalam satu jenis aset investasi saja. Justru sebaliknya, semua investor disarankan agar membagi modal ke dalam beberapa jenis aset investasi.
Umpama Anda sudah berhasil cuan dari investasi saham, jangan buru-buru memindahkan semua modal dari reksa dana ke saham. Biarkan sejumlah dana tetap berada dalam reksa dana, guna mengendalikan risiko keseluruhan investasi Anda.

Reksa dana dan saham memiliki keunggulan masing-masing. Ada anggapan bahwa saham itu lebih menguntungkan daripada saham, tetapi calon investor yang tidak cermat justru bisa menanggung kerugian dahsyat di bursa efek. Idealnya, investor melakukan riset menyeluruh terhadap aset investasinya sebelum menanamkan dana, dan selalu membagi risiko ke dalam beberapa jenis aset.

Tagged With :

Leave a Comment