Bagi investor yang mengutamakan keamanan aset finansialnya, emas dan reksadana merupakan dua pilihan utama. Keduanya sama-sama menyediakan imbal hasil dengan risiko sangat rendah, atau setidaknya jauh lebih rendah dibandingkan investasi saham atau forex. Namun, diantara investasi emas dan reksadana, mana yang lebih baik? Dalam artikel ini, kita akan menelaah perbandingan investasi emas dan reksadana dari empat aspek: besar modal awal, biaya yang dibutuhkan, kemudahan pengelolaan, serta potensi keuntungan masing-masing.

Modal Awal Investasi Emas vs Reksadana
Harga emas Antam per-gram saat ini berkisar antara Rp550,000. Namun, realitanya, Anda tak harus menyediakan dana sebesar itu untuk mulai berinvestasi emas, karena banyak lembaga keuangan telah menawarkan jasa menabung emas. Salah satu yang paling terkenal adalah produk tabungan emas Pegadaian yang bisa dimulai dengan modal awal beberapa puluh ribu rupiah saja.
Di sisi lain, manajer investasi biasanya mempersyaratkan modal awal sekitar Rp100,000 hingga beberapa juta rupiah untuk memulai investasi reksadana. Namun, investasi reksadana masa kini sudah bisa dilakukan secara online; sedangkan pembukaan tabungan emas Pegadaian masih harus dilakukan dengan mendatangi kantornya terlebih dahulu.
Biaya yang Dibutuhkan untuk Berinvestasi
Ada biaya administrasi tertentu yang harus dibayar oleh investor, baik ketika berinvestasi emas maupun investasi reksadana. Besarnya pun kurang lebih sama, dan baru dikenakan saat pendaftaran serta apabila ada transaksi jual dan beli saja, sehingga aspek ini bisa dikatakan tak terlalu berpengaruh dalam pilihan investasi Anda.
Nominalnya bervariasi pada setiap lembaga. Jadi, apabila Anda ingin membandingkannya secara lebih presisi, maka perlu mengumpulkan data dari lembaga keuangan yang menawarkan investasi emas dan reksadana yang Anda incar.
Kemudahan Pengelolaan Investasi
Apabila Anda membeli emas secara fisik, maka harus memikirkan pula tempat penyimpanan yang aman dan lokasi penjualan emas yang menguntungkan di kemudian hari. Namun, hal ini bisa jadi tak terlalu berpengaruh jika Anda memilih untuk investasi melalui tabungan emas Pegadaian. Jadi, kemudahan pengelolaan investasi emas cenderung bervariasi.
Di sisi lain, reksadana sudah jelas lebih praktis, karena pengelolaan dana sepenuhnya ditangani oleh Manajer Investasi. Anda cukup menyetorkan dana dan menunggu imbal hasil saja, karena manajerlah yang akan memikirkan alokasi dana akan diinvestasikan dan disimpan dimana.
Potensi Keuntungan Investasi Emas vs Reksadana
Peningkatan imbal hasil yang diperoleh dari investasi emas cenderung konstan, sesuai dengan laju inflasi dan kondisi perekonomian. Hal ini berbeda dengan keuntungan investasi reksadana yang bisa mencapai nyaris 20 persen dalam setahun, atau bahkan lebih dari itu.
Nah, dari perbandingan ini, manakah investasi yang Anda pilih? Apabila Anda memiliki modal awal yang cukup besar dan mengincar keuntungan lebih tinggi, maka investasi reksadana boleh jadi lebih tepat bagi Anda. Namun, apabila Anda memiliki keterbatasan modal awal dan ingin mengutamakan keamanan dana, maka investasi emas boleh jadi lebih sesuai.
Tagged With : investasi emas • reksadana