Penipuan di Tengah Pandemi Covid-19: 3 Modus Paling Populer

Selalu saja ada orang atau oknum tertentu yang memanfaatkan situasi yang genting untuk kepentingan pribadi. Tidak terkecuali di tengah meluasnya penularan virus corona di seluruh dunia. Muncul berbagai jenis penipuan di tengah pandemi. Sasarannya adalah ‘rasa cemas’ atau ‘rasa takut’ yang berlebihan sehingga mengalahkan logika. Para penipu menggunakan berbagai cara untuk memperdaya calon korbannya, mulai dari mengirimkan pesan, email , hingga panggilan telepon.

Terkadang, para penipu tersebut menggunakan cara-cara yang canggih sehingga korban sulit membedakan antara fakta dengan penipuan. Nah, jika tidak ingin menjadi korban penipuan di tengah pandemi, berikut adalah beberapa hal yang perlu anda ketahui untuk melindungi diri dan keluarga.

penipuan di tengah pandemi

Modus Penipuan di Tengah Pandemi Covid-19

SMS dari Bank

Di tengah pandemi covid-19, sebagian besar penduduk menghindari keluar rumah, termasuk ke bank atau atm. Ketika anda menerima SMS atau pesan yang mengatasnamakan bank, anda mungkin merasa senang karena itu merupakan bentuk perhatian dari bank. Anda mungkin menerima banyak pesan, seperti “Bank anda sedang tutup, jika anda membutuhkan pinjaman, click di sini,” atau pesan dalam bentuk lain yang mengarahkan anda ke para penipu.

Ingatlah satu hal bahwa bank atau perusahaan pembiayaan terpercaya tidak akan pernah mengirimi anda pesan dan menawarkan layanan yang meminta informasi pribadi anda.  Pesan penipuan semacam ini dikenal dengan smishing, sebuah istilah yang menggambarkan kondisi ketika penipu menggunakan SMS sebagai teknik untuk merayu anda memberikan informasi pribadi atau meng-klik link yang berisi virus untuk mencuri passowrd, nomor kartu kredit, atau informasi berharga lainnya.

Di Amerika Serikat, Federal Trade Commission telah menerima sekitar 788 keluhan dari konsumen yang mengaku menerima pesan terkait Covid-19 mulai dari Tanggal 01 Januari hingga 01 April 2020. Total kerugian dari penipuan via SMS ini diperkirakan mencapai $19.000. Jadi, pastikan informasi bank anda aman dan segera hapus segala bentuk pesan atau email yang mengaku dari bank di mana anda menyimpan atau meminjam uang.

Baca Juga:   Inilah Jenis Investasi Anti Inflasi Selain Emas
Bunga Pinjaman 0%

Penurunan tarif dasar suku bunga oleh Federal Reserve telah memunculkan bentuk baru penipuan di tengah pandemi, yakni tawaran pinjaman dengan bunga 0%. Bagi orang-orang yang sedang mengalami masalah finansial, ini tentunya menjadi hal yang sangat menarik. Namun, jangan buru-buru mengambil tawaran pinjaman dengan bunga 0% tersebut. Faktanya: TIDAK ADA PINJAMAN DENGAN BUNGA 0%. Itu sama sekali tidak masuk akal.

Di tengah pandemi covid-19 ini, anda mungkin semakin sering menerima pesan masuk disertai iklan atau link yang disarankan untuk di-klik jika anda ingin mendapatkan pinjaman dengan bunga 0%. Hal semacam ini terlalu fantastis dan tidak masuk akal. Alasannya? Ketika tarif bunga dana federal turun, maka bank yang meminjam uang dari bank lain juga dikenakan bunga yang lebih rendah. Uang tersebut umumnya didistribusikan ke konsumen dalam bentuk pinjaman (baik pinjaman modal maupun pembiayaan untuk kendaraan) dengan bunga yang lebih rendah. Namun, tarif pinjaman tidaklah semata-mata didasarkan kepada suku bunga dasar yang ditetapkan the Fed.

Namun, bunga pinjaman pribadi maupun real estate sebenarnya dipengaruhi oleh pembelian dan penjualan surat berharga pemerintah. Selain itu, bunga yang dibebankan kepada nasabah juga dipengaruhi sejumlah faktor personal, seperti besaran pinjaman, lama waktu kredit, riwayat kredit anda, serta besaran uang muka yang bisa anda sediakan.  Dengan kata lain, suku bunga pinjaman tidak akan berkurang sama persis dengan penurunan suku bunga dasar oleh Federal Reserve. Jadi, belum ada alasan untuk mempercayai tawaran pinjaman dengan bunga 0%.

Panggilan Telepon

Satu lagi bentuk penipuan di tengah pandemi adalah telepon langsung. Para penipu bisa saja menemukan nomor telepon anda dan membuatnya seolah-olah salah satu contact di ponsel anda sedang menelpon. Atau, mereka juga bisa menyalin nomor telepon perusahaan yang anda kenal atau anda pelajari. Meskipun nomor teleponnya akrab bagi anda, bisa jadi orang yang menelpon anda bukan orang tersebut. Jika seseorang menelpon dan meminta informasi pribadi dengan alasan hal tersebut berkaitan dengan pinjaman anda, sebaiknya tutup saja.

Baca Juga:   Inilah Jenis Investasi Modal Kecil Yang Paling Mudah Bagi Pemula

Jadi, jika anda tidak sedang menunggu telepon dari sebuah instansi pemerintah atau perusahaan yang memberikan kredit bagi anda, sebaiknya tidak usah diangkat. Meskipun anda sedang menunggu informasi tentang stimus atau keringanan hutang yang anda ajukan sebelumnya, para penipu akan selalu berharap anda mengangkat telepon. Pasalnya, ketika orang berada dalam posisi sulit, biasanya mereka tidak memiliki waktu untuk benar-benar meneliti tawaran atau panggilan telepon yang berdatangan.

Selalu saja ada orang yang memanfaatkan situasi sulit, seperti penipuan di tengah pandemi berkedok keringanan, pengurangan suku bunga, dan sejenisnya. Jadi, sebaiknya anda bersikap waspada dan hati-hati. Keadaan sulit bukan menjadi alasan bagi anda untuk bertindak ceroboh, yang pada akhirnya akan merugikan diri anda sendiri.

Tagged With :

Leave a Comment