Pemangkasan BI Rate Dorong Perbankan Revisi Bunga Deposito

Suku bunga acuan bank sentral merupakan referensi utama untuk imbal hasil produk apapun yang berbentuk bunga. Tak terkecuali deposito yang dikeluarkan oleh perbankan umum. Oleh karena itu, setiap kali Bank Indonesia melakukan perubahan suku bunga acuan (BI Rate), maka bunga deposito perbankan di Indonesia juga akan mengalami penyesuaian secara proporsional.

Pemangkasan BI Rate Dorong Perbankan Revisi Bunga Deposito

Bank Indonesia telah memangkas suku bunga acuan 7 days reverse repo rate (7DRRR) sebanyak 50 basis poin menjadi 5.5 persen sejak awal tahun ini, guna mengatasi tantangan ekonomi di dalam dan luar negeri yang kian rumit. Langkah tersebut diikuti pula oleh sejumlah perusahaan dari kalangan perbankan Indonesia dengan menurunkan bunga deposito biasa maupun bunga deposito spesial.

Liputan Kontan.co.id terbaru menyebutkan bahwa Bank CIMB Niaga sudah mengurangi bunga deposito secara rata-rata per segmen sebesar 25 hingga 50 basis poin, setara dengan penurunan BI Rate. Bank Mandiri juga menyatakan bahwa setelah BI menurunkan suku bunga acuan, bunga counter rate deposito sudah berada di bawah 5 persen atau maksimal 5 persen. Bunga deposito spesial berjangka waktu 1-3 bulan di perbankan terbesar Indonesia ini juga katanya sudah lebih rendah dibanding rerata bunga deposito kompetitor.

Bagaimana cara terbaik bagi kita sebagai investor dan nasabah untuk menyikapi hal ini? Perlu diperhatikan bahwa di tengah kondisi ekonomi dunia saat ini, Bank Indonesia kemungkinan akan menurunkan suku bunga acuannya lagi dalam beberapa bulan ke depan. Hal itu tentu akan diiringi dengan perubahan imbal hasil deposito perbankan yang semakin murah pula. Jadi, deposito bukanlah wahana investasi yang bagus dalam kurun waktu 6-12 bulan ke depan bagi orang-orang yang menginginkan keuntungan besar dari investasi keuangan.

Baca Juga:   Aturan Pajak bagi Investasi Reksa Dana yang Menguntungkan

Apabila Anda ingin mendapatkan keuntungan cukup tinggi dari investasi Anda, maka sebaiknya pilihlah beberapa opsi aset keuangan lain. Misalnya obligasi ritel yang kini diterbitkan pemerintah setiap beberapa bulan. Imbal hasil obligasi rata-rata di atas 7 persen per tahun, dengan jaminan risiko rendah karena diterbitkan oleh negara. Anda juga bisa memilih produk investasi saham yang potensi keuntungannya berlipat ganda, sedangkan risikonya hanya sedikit lebih tinggi dan tetap terkendali.

Tagged With :

Leave a Comment