New Zealand Lockdown, NZD/USD Terjun Bebas

XM broker promo bonus

Setelah menjadi salah satu negara yang paling berhasil menangani pandemi di awal merebaknya COVID secara global, kini New Zealand kembali lockdown. Negara tersebut baru saja mengidentifikasi kasus COVID-19 pertama mereka sejak Februari. Pemerintah setempat memutuskan untuk langsung lockdown dalam jangka pendek. PM New Zealand Jacinda Arden mengatakan bahwa Auckland – dimana kasus ditemukan – akan lockdown selama tujuh hari. Sedangkan New Zealand secara keseluruhan akan di-lockdown pula dalam level yang tinggi selama tiga hari.

Akibatnya, Dolar New Zealand longsor ke level terendah tiga pekan. Mata uang berjuluk Kiwi tersebut merosot sejak sesi Asia, dan memperpanjang kemerosotan di sesi perdagangan malam ini. Saat berita ini ditulis, NZD/USD anjlok 1.50% ke 0.6916, level terendah dalam 20 hari dan sedang berada dalam jalur penuruan harian terbesar sejak bulan Mei.

nzd-usd

New Zealand kembali mengimplementasikan strategi “keras dan segera” yang dengan jitu mencegah penyebaran COVID-19 secara nyata di negara tersebut. Rakyat tak perlu mengalami pembatasan sosial berlarut-larut, sehingga ekonomi dalam negeri tetap berputar meskipun perbatasan internasionalnya sebagian besar tetap ditutup.

Pertaruhan Kenaikan Suku Bunga RBNZ

Kabar ini muncul hanya sehari sebelum Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), diperkirakan kuat akan menjadi yang pertama di antara negara-negara maju yang menaikkan suku bunga sejak pandemi, di tengah boomingnya ekonomi. Lockdownnya New Zealand membuat ekspektasi tersebut menciut. Probabilitas kenaikan suku bunga seperempat poin yang awalnya diperkirakan oleh lebih dari 100% responden di pasar swap, kini turun menjadi 85%.

Analis di Westpac Australia dan ASB Bank Selandia Baru mengatakan bahwa RBNZ kemungkinan akan mempertahankan suku bunganya di tingkat saat ini. Akan tetapi Eddie Cheng, kepala manajemen portofolio multi aset internasional di Wells Fargo Asset Management, mengatakan bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga RBNZ masih terbuka lebar. Dolar New Zealand akan tetap menarik dalam jangka pendek hingga menengah karena sifat “positive carry” – istilah ketika mata uang memiliki tingkat bunga yang lebih tinggi.

Baca Juga:   Kurs Dollar Hari Ini - Kamis, 20 Juni 2019

Sementara itu, tim analis MUFG memperkirakan bahwa RBNZ mungkin akan melakukan kenaikan suku bunga pekan ini. Namun, panduan yang menyertai tindakan tersebut sekarang kemungkinan akan sedikit lebih seimbang dengan RBNZ yang menekankan fleksibilitas berdasarkan risiko dengan menyebutkan kemunculan kasus infeksi COVID di negara tersebut.

Leave a Comment