Menyoal Dampak Akuisisi Pinehill Terhadap Saham ICBP

Saham dua emiten berlabel Indofood, ICBP dan INDF, menjadi pusat perhatian investor pekan ini. Bahkan harga saham ICBP sempat mengalami auto reject bawah (ARB) saking buruknya sentimen pasar. Pasalnya, manajemen ICBP menyatakan akan mengakuisisi Pinehill Corpora Limited dengan nilai transaksi USD2.99 Miliar. Mengapa aksi korporasi ini dianggap bermasalah oleh pelaku pasar?

Pinehill Corpora Limited merupakan produsen Indomie untuk pasar mancanegara. Sebelumnya, Pinehill hanya terafiliasi dengan ICBP secara tidak langsung melalui penyertaan sekitar 49 persen via perusahaan lain. Akuisisi ini bisa jadi merupakan upaya grup Salim untuk mengonsolidasikan bisnisnya. Akan tetapi, para pakar mempermasalahkan nilai akuisisi yang dianggap terlalu mahal dan melampaui daya finansial ICBP.

Dampak Akuisisi Pinehill Terhadap Saham ICBP

Sejumlah pengamat mensinyalir harga akuisisi Pinehill mencapai 23x Price Earning ICBP berdasarkan laporan kuartal I/2020, atau sekitar 40 persen dari kapitalisasi pasar ICBP sekarang. ICBP pun harus mengambil utang besar untuk mendanai akuisisi tersebut. Biaya akuisisi dari dana kas internal hanya USD300 juta, sisanya bersumber dari pinjaman perbankan. Padahal, ekspektasi pendapatan Pinehill ke depan belum tentu tercapai karena terlalu fantastis di tengah situasi krisis global saat ini.

Tak pelak, banyak pihak memangkas rekomendasi untuk ICBP. INDF sebagai perusahaan induknya pun terseret oleh sentimen pasar.

Pihak ICBP berdalih harga pembelian yang nyaris 3 miliar dolar itu berdasarkan negosiasi wajar. Pinehill dianggap memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya layak dibanderol mahal. Antara lain karena Pinehill memiliki pangsa pasar delapan negara dengan populasi 550 juta penduduk, termasuk Saudi Arabia, Nigeria, Mesir, Turki, Serbia, Ghana, Maroko dan Kenya. Pinehill juga mempunyai 12 pabrik dengan kapasitas produksi mencapai 10 miliar bungkus.

Akuisisi Pinehill berpotensi mendongkrak pamor ICBP menjadi perusahaan berkelas internasional yang memiliki pangsa pasar nyaris 1 milyar penduduk di dalam dan di luar Indonesia. Komoditas utamanya, mie instan, juga dianggap sebagai produk yang tetap memiliki outlook bagus ke depan. Ekspektasi ini mendorong sebagian investor untuk tetap memilih strategi “serok bawah”, alias membeli saham ICBP setelah mengalami kemerosotan.

Baca Juga:   10 Emiten Saham Terbaik Tahun 2018

Baik pihak pro maupun kontra akuisisi Pinehill oleh ICBP sama-sama memiliki argumen yang cukup kuat. Namun, patut diperhatikan bahwa dinamika pergerakan harga saham ICBP sekarang terhitung wajar jika dibandingkan dengan dinamika dampak akuisisi pada umumnya terhadap harga saham perusahaan terkait.

Ketika suatu perusahaan mengakuisisi perusahaan lain, harga saham perusahaan peng-akuisisi memang biasanya merosot sementara, sedangkan saham perusahaan yang jadi target akuisisi malah akan meningkat. Dalam jangka panjang, akuisisi yang berbuah manis pada akhirnya tetap akan mendorong naik harga saham perusahaan peng-akuisisi. Jadi, menurut hemat penulis, tak ada salahnya investor mengintai pergerakan harga saham ICBP untuk menemukan titik entry yang potensial untuk investasi jangka panjang.

Tagged With :

Leave a Comment