Menyiapkan Diri untuk Merger dan Akuisisi Perusahaan – Part 5

Pada post sebelumnya dibahas pentingnya review terhadap laporan keuangan dan proyeksi keuangan perusahaan serta pentingnya mendapatkan penawar sebanyak mungkin selama proses merger dan akuisisi perusahaan. Dua tahapan ini mempengaruhi nilai jual perusahaan di mata calon pembeli. Agar tahapannya berjalan sesuai ketentuan, perusahaan bisa saja bekerja sama dengan seorang pengacara M&A atau tim penasehat hukum untuk mendampingi perusahaan.

Mengapa Pendampingan Hukum Diperlukan?

Agar proses merger dan akuisisi berjalan dengan sukses, maka perusahaan (dalam hal ini penjual) bisa bekerja sama dengan penasehat hukum dari luar, yang khusus melayani klien dalam transaksi merger dan akuisisi perusahaan. Namun, hanya spesialis yang bisa berbagi pengalaman dan keahlian yang akan dibutuhkan perusahaan untuk bernegosiasi dan mendapatkan hasil terbaik. Tim penasehat hukum dari luar setidaknya mencakup pengacara M&A, namun juga para pakar di bidang keahlian yang sesuai (seperti perpajakan, kompensasi, tunjangan, urusan karyawan, hak kekayaan intelektual, keamanan cyber, kerahasiaan data, anti-pencucian uang, perdagangan internasional, dan real estate).

merger dan akuisisi perusahaan 5

Transaksi M&A mencakup perjanjian yang kompleks dan multi-sisi, serta struktur kesepakatan yang sangat bervariasi; tidak terkecuali masalah-masalah hukum yang menantang. Masalah-masalah tersebut biasanya bergerak cepat dan cenderung memicu perselisihan, jika tidak ditangani dengan benar. Agar berjalan efektif, para pengacara M&A harus sangat akrab dengan realita terkait transaksi M&A maupun struktur keseluruhan dari perjanjian akuisisi tersebut.

Anggota tim penasehat hukum harus memegang komando yang lengkap tentang praktek pasar dan hukum substantif. Mereka adalah para penasehat ahli, negosiator, dan penyusun naskah yang handal. Transaksi M&A membutuhkan seorang pengacara M&A eksternal yang berpengalaman dan sudah menangani urusan yang sama beberapa kali. Dengan begitu, mereka bisa memberikan penilaian dengan benar. Biasanya, mereka adalah para pengacara yang bekerja full-time. Sulit bagi seorang pengacara “paruh waktu” untuk bisa bekerja efektif dalam menangani kasus merger dan akuisisi perusahaan.

Hal yang sama berlaku untuk spesialis hukum yang diperlukan dalam perjanjian M&A. Setiap spesialist harus memberikan pertimbangan hukum yang tajam terkait perjanjian tersebut, dan mempraktekkan keahlian mereka secara penuh. Meskipun perusahaan harus mempersiapkan anggaran yang cukup besar untuk tim penasehat hukum ini, namun tim profesional seperti ini sebenarnya akan menghemat lebih banyak uang, karena mereka bisa mengidentifikasi resiko-resiko yang mungkin terjadi secara lebih cepat di awal transaksi dan bekerja untuk mengembangkan solusi-solusi praktis bagi perusahaan.

Selanjutnya, perusahaan juga harus mengantisipasi jika calon pembeli juga menggandeng tim penasehat hukum profesional. Jika perusahaan tidak memiliki tim penasehat yang setara, maka perusahaan akan berada di posisi yang sulit selama proses negosiasi. Terakhir, anda tentu berharap bahwa tim penasehat hukum tersebut akan membantu anda menyelesaikan transaksi dan perjanjian secara cepat dan efisien, dengan resiko sekecil mungkin, bukan?

Anda pastinya tidak menginginkan penasehat hukum yang hanya memperlihatkan masalah tapi tidak menunjukkan solusinya. Atau lebih buruk lagi, anda pastinya tidak membutuhkan penasehat hukum yang justru tidak memiliki keahlian cukup untuk mengidentifikasi dan memitigasi masalah-masalah penting sedini mungkin.

Mengapa Penasehat Finansial M&A Diperlukan?

Selain penasehat hukum, perusahaan juga perlu mempertimbangkan untuk bekerja sama dengan seorang penasehat keuangan bidang akuisisi dan merger perusahaan, atau banker investasi. Meskipun setiap transaksi berbeda, umumnya penasehat keuangan M&A dan banker investasi yang berpengalaman di bidang M&A sangat berguna di pihak penjual selama proses transaksi. Memang, sejumlah investasi di perusahaan milik pribadi mungkin mempertanyakan aspek laba-rugi dari keberadaan seorang penasehat keuangan, nilai tambah dari tenaga profesional ini perlu dipertimbangkan secara serius. Setidaknya, mereka akan membantu perusahaan dalam beberapa aspek berikut:

  • Membantu penjual dan tim penasehat hukum dalam merancang dan melaksanakan proses penjualan secara optimal;
  • Membantu menyiapkan slide deck, ringkasan eksekutif, atau memorandum informasi rahasia bagi calon pembeli;
  • Mengenali dan menghubungi calon pembeli;
  • Mengkoordinasikan rapat-rapat dengan calon pembeli;
  • Menyiapkan dan mengkoordinasikan penandatanganan perjanjian;
  • Membantu perusahaan dalam mengisi ruang data online dengan benar, seperti dibahas pada post sebelumnya;
  • Mengkoordinasikan tanggap perusahaan terhadap permintaan dari calon pembeli;
  • Membantu mempersiapkan bahan paparan manajer untuk rapat-rapat dengan calon pembeli;
  • Membantu selama proses negosiasi harga dan ketentuan transaksi lainnya;
  • Memberikan nasehat tentang valuasi pasar yang sesuai;
  • Membantu tim manajemen dalam presentasi di hadapan dewan direksi perusahaan.

Salah satu tips penting bagi perusahaan: penasehat keuangan bidang merger dan akuisisi perusahaan atau banker investasi hanya fokus di satu aspek saja, yakni penasehat atau banker. Oleh sebab itu, perusahaan juga perlu melakukan peninjauan dan negosiasi secara seksama. Penasehat yang berpengalaman di bidang M&A pastinya mampu memberikan anjuran tentang harga pasar, dan kondisi pasar di mana harga tersebut layak diberlakukan. Artinya, meskipun perusahaan harus mengeluarkan biaya ekstra, keberadaan penasehat ahli bidang keuangan akan sangat membantu.

Tagged With :

Leave a Comment