Menjelang akhir tahun, komunitas-komunitas investor saham semakin ramai memperbincangkan isu Window Dressing. Konon, Window Dressing akan membuat harga saham terus melambung makin tinggi. Benarkah demikian? Pertama-tama, kita perlu memahami pengertian Window Dressing.

Window Dressing adalah suatu strategi yang dipergunakan oleh manajer investasi yang mengelola reksa dana atau portofolio lain untuk “memperindah” kinerja keuangan sebelum menunjukkannya kepada investor. Demi Window Dressing, manajer investasi akan menjual saham-saham yang merugi besar dan kemudian membeli saham-saham berkualitas tinggi agar dapat dimasukkan dalam holding investasinya.
Istilah Window Dressing juga dapat dipergunakan untuk menyebut langkah perusahaan-perusahaan publik yang memoles kinerja keuangannya menjelang musim pelaporan keuangan. Langkah-langkah itu antara lain menunda pembayaran tagihan, mengatur penerimaan tagihan lebih awal, dan lain-lain.
Menjelang akhir tahun, manajer investasi maupun perusahaan publik sama-sama mendekati musim laporan tahunan dan merasa perlu untuk “menghias” kinerjanya. Konsekuensinya, harga saham dan nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana cenderung menguat. Penguatan itu mungkin memberikan “ilusi” profitabilitas yang lebih besar daripada semestinya, tetapi bakal melempem lagi dalam periode pelaporan berikutnya.
Bagaimana cara investor menyikapi fenomena Window Dressing dengan bijak? Setidaknya, ada 3 trik cerdas.
- Ikut mengincar saham-saham yang potensial meningkat berkat Window Dressing, kemudian beli dan jual dalam jangka pendek. Trik ini cocok untuk trader saham.
- Menghindari pasar dan mengabaikan berita-berita yang beredar agar tak terjerumus dalam euforia sementara. Trik ini cocok untuk investor pemula yang masih dalam tahap nabung saham dan belum memiliki skill investasi memadai.
- Ambil untung dengan menjual sebagian koleksi saham dalam portofolio pada masa Window Dressing, kemudian membeli lagi saham-saham yang sama setelah situasi mereda dan harga pasar kembali normal.
Nah, menjelang Window Dressing pada akhir tahun 2021 ini, opsi mana yang akan kamu pilih? Sebenarnya, tidak ada opsi yang paling benar karena tujuan dan rencana investasi setiap orang berbeda-beda. Kita bebas menentukan keputusan investasi sendiri dengan memahami beragam peluang dan risiko yang terkandung di dalamnya.
Tagged With : investasi • reksadana • saham