Mendorong Keanekaragaman dan Inklusi Saat Konferensi

Memasuki tahun 2020, isu kesetaraan gender, inklusi, dan keanekaragaman pada saat penyelenggaraan konferensi atau event-event masih mencuat. Secara global, hampir dua pertiga pembicara pada event-event internasional adalah pria. Lalu, apa pentingnya mendorong keanekaragaman dan inklusi pada event-event semacam ini? Terlepas dari masalah keadilan, sesungguhnya sebuah event akan lebih baik jika pesertanya beranekaragam dan konsepnya inklusif.

Keuntungan muncul bukan hanya dari aspek keseimbangan peserta maupun pembicara, namun juga dari aspek pembicaranya sendiri dan daya tarik event tersebut. Pembicara diuntungkan karena mereka dipromosikan, namun penyelenggara juga diuntungkan karena event tersebut jadi lebih menarik.

Mendorong keanekaragaman dan inklusi

Pentingnya Mendorong Keanekaragaman dan Inklusi

Sama halya dengan pria, wanita juga membutuhkan akses terhadap ‘panggung’ agar bisa mengembangkan karir dan usahanya. Jika hal ini terjadi, maka perekonomian dunia akan berkembang. Semua akan menikmati manfaatnya. Menjadi seorang pembicara pada event dunia dapat membantu seseorang mengembangkan karir. Oleh sebab itu, Mendorong keanekaragaman dan inklusi perlu dilakukan, karena berbagai alasan, seperti:

  • Pembicara akan menerima lebih banyak pekerjaan dan penawaran skala dunia.
  • Mereka dipandang sebagai pemimpin dalam industrinya sekaligus pemimpin dalam hal ide.
  • Mereka bisa berbagi ide dan cerita sukses
  • Mereka bisa mendapatkan promosi jabatan maupun kenaikan gaji
  • Berbicara di panggung memungkinkan seseorang untuk bertemu banyak calon mitra kerja maupun calon konsumen.
  • Nama anda dan nama perusahaan anda juga ikut dipromosikan ketika event tersebut dipromosikan oleh penyelenggara.
  • Wajah atau nama anda sebagai pembicara akan terlihat pada ribuan email, brosur, media sosial, website, dan sebagainya. Dengan kata lain, anda menjadi lebih dikenal oleh masyarakat.
  • Keadilan di panggung akan membantu mengatasi bias yang muncul secara sengaja atau tidak sengaja, serta mengatasi berbagai jenis stereotype.
Baca Juga:   Ide Aplikasi Baru: Cara Efektfi Menentukan Segmen Konsumen

Jadi, keadilan di panggung semestinya menjadi perhatian. Bukan hal yang aneh jika wanita menjadi pembicara pada konferensi atau event. Sudah saatnya menghilangkan stereotipe yang sudah ketinggalan zaman kalau wanita tidak berpotensi sebagai pembicara pada event publik.

Cara Mendorong Keanekaragaman dan Inklusi Sosial

Sepertinya, tidak semudah itu untuk mewujudkan keadilan di panggung pada event-event besar seperti konferensi. Mungkin, sulit untuk menjaga keseimbangan tersebut jika segmen industri anda hanya terwakili oleh kaum perempuan sebesar 20%, misalnya. Namun, ada sejumlah strategi yang bisa diterapkan untuk mendorong keanekaragaman dan inklusi sosial pada momen-momen seperti ini:

Ciptakan Salurannya

Para pembicara (keynote speakers) tidaklah muncul begitu saja. Seseorang telah menjadi pembicara pada event kecil selama bertahun-tahun sebelum bisa menjadi seorang keynote speaker. Jadi, setiap konferensi harus memberian kesempatan kepada pembicara yang masih muda dan kurang berpengalaman agar mereka bisa praktek dan berkembang. Penyelenggaran konferensi dapat mempertimbangkan format baru (seperti sistem panek, chat, meja bundar, dan sebagainya) untuk memberikan lebih banyak pengalaman kepada pembicara pemula.

Bayar Pembicara Anda

Data statistik menunjukkan kalau wanita cenderung bekerja di perusahaan yang lebih kecil atau bekerja part-time. Akibatnya, lebih sulit untuk meninggalkan pekerjaan dan menjadi pembicara tanpa bayaran. Menyediakan honor bagi pembicara adalah salah satu cara menyeimbangkannya. Sayangnya, studi menunjukkan kalau hampir separuh dari manajer event mengatakan tidak memiliki anggaran untuk pembicara. Akibatnya, panggung lebih cenderung dikuasai pembicara yang sudah mapan. Hal ini dapat menghambat terciptanya keanekaragaman dan inklusi.

Jalin Kerjasama

Faktanya adalah bahwa kita menghabiskan banyak waktu dengan orang yang berfikir dan berbuat seperti kita. Jadi, cobalah mencari organisasi lain yang bekerja untuk mendorong keanekaragaman dan inklusi saat menyelenggarakan event. Bekerja samalah dengan organisasi yang berbeda-beda agar jangkauan anda lebih luas. Undang mereka untuk bekerja sama dan memberikan pandangan yang lebih inklusif tentang dunia. Ajak mereka untuk memenuhi panggilan sebagai pembicara dan undang anggota mereka untuk berpartisipasi.

Baca Juga:   Cara Endorse Artis di Instagram yang Tepat untuk Bisnis Online Anda
Rencanakan Dengan Baik

Sejumlah manajer event mengatakan kalau jumlah wanita dan pria yang diundang sebenarnya sama. Namun, wanita lebih sering menolak. Banyak wanita yang lebih memilih menjadi pengasuh buat keluarganya, mengurusi rumah, anak, dan keluarga besarnya. Artinya, wanita membutuhkan lebih banyak dukungan agar bisa berkata ‘ya.’

Sediakan waktu yang lebih lama untuk mengundang pembicara. Hal ini akan menguntungkan semua orang, terutama wanita. Undanglah mereka lebih awal. Anda juga akan melihat hasil yang lebih baik dalam hal keanekaragaman jika menyediakan amenitas seperti ruang ibu atau jasa pengasuhan anak.

Upaya untuk mendorong keanekaragaman dan inklusi pada event-event publik tidak hanya akan bermanfaat mendorong karir para pembicara dan memperbaiki lingkungan bisnis untuk semua orang. Namun, hal ini juga membuat event dan konferensi lebih menarik dan berwarna bagi pesertanya. Beberapa tips di atas dapat membantu para penyelenggara event agar memberikan ruang yang sama bagi pembicara wanita maupun pria.

 

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar