Ketika di usia sekolah, apakah anda pernah bergabung dengan tim olah raga? Tim bola basket misalnya? Jika iya, anda pasti pernah merasa menjadi bagian dari sebuah tim. Sekalipun andalah bintang di tim tersebut, namun anda tidak bisa bermain sendiri. Keahlian anda dan keahlian rekan tim anda berkontribusi terhadap keberhasilan tim. Berada di sebuah tim dan menjadi bagian dari tim membuat anda merasa lebih baik, bukan? Prinsip yang sama berlaku di dunia bisnis. Jika saat ini anda memegang posisi sebagai seorang pemimpin, bagaimana anda bisa memimpin sesuai tujuan perusahaan seperti halnya tujuan anda berada di tim olah raga?
Memimpin sesuai tujuan perusahaan artinya menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat dan berbuat lebih dari sekedar menghasilkan keuntungan. Menjadi bagian dari sebuah perusahaan yang berwawasan tujuan berarti bahwa anda memiliki misi yang lebih luas dan menyangkut setidaknya tiga unsur penting: karyawan, konsumen, dan pemegang saham.

Memimpin Sesuai Tujuan Perusahaan: Konsep dan Implikasinya
Tujuan adalah identitas sebuah perusahaan dan menjadi jawaban terhadap pertanyaan: “Mengapa perusahaan ini ada?” Tujuan laksana Bintang Utara bagi anda. Perusahaan yang berorientasi tujuan pada umumnya mendapatkan pangsa pasar yang lebih tinggi dan tumbuh tiga kali lipat lebih cepat dibanding para pesaingnya, serta meraih kepuasan konsumen maupun karyawan yang lebih tinggi. Di pasaran, kita sedang berada di era, di mana konsumen memberikan perhatian khusus terhadap brand value saat membuat keputusan berbelanja. Jadi, penting bagi setiap perusahaan untuk memenuhi janjinya.
Mungkin, hasil paling mengesankan dari memimpin sebuah organisasi yang beorientasi tujuan adalah dampaknya terhadap karyawan. Perusahaan semacam ini memiliki tingkat inovasi 30% lebih tinggi dan tingkat retensi karyawan 40% lebih tinggi. Pasalnya, ketika pekerjaan anda (di mana anda menghabiskan sebagian besar waktumu dalam sehari) berkontribusi terhadap kebaikan dan memiliki makna yang jelas, maka pekerjaan tersebut juga bermakna bagi karyawan.
Perusahaan yang sukses membuat misinya berarti bagi karyawan akan mencapai kinerja yang berbeda dari perusahaan lainnya. Menurut riset yang dilakukan Gallup, sebagaimana dikutip di Forbes, setiap 10% kenaikan keterikatan karyawan dengan misi perusahaan berkontribusi 8,1% penurunan tingkat keluar-masuk karyawan dan 4,4% kenaikan profitabilitas perusahaan. Itulah sebabnya, perusahaan di masa sekarang semakin menyadari betapa pentingnya formulasi tujuan yang jelas dan terukur.
Ketika tim anda memahami perannya masing-masing dan tujuan besar dari perusahaan, maka akan tercipta keterikatan yang sangat dibutuhkan. Tim anda sesungguhnya ‘lapar’ akan keterikatan ini. Survey yang dilakukan oleh McKinsey and Company juga menunjukkan bahwa 82% karyawan yang disurvey merasa penting untuk merumuskan suatu tujuan yang jelas, dan 72% merasa bahwa tujuan jauh lebih penting daripada keuntungan semata.
Memimpin Sesuai Tujuan Perusahaan: Bagaimana Mencapainya?
Pertanyaannya adalah “Apakah anda memimpin sebuah perusahaan yang berorientasi tujuan? Apakah setiap orang di perusahaan memiliki visi yang sama? Berikut adalah beberapa ide yang bisa anda pertimbangkan:
Bangun Tim Anda
Tim yang solid mesti didukung dengan anggota yang diseleksi dengan baik, sejak tahap rekrutmen. Ketika melakukan interview, anda tidak hanya melihat pengalaman kerja para kandidat, namun juga karakter mereka. Cobalah minta kandidat menjelaskan dirinya selama 5 menit, dan perhatikan kata-kata sifat seperti apa yang mereka gunakan untuk menunjukkan kelebihannya. Apakah berlebihan? Masuk akal?
Mengapa hal ini penting? Mereka adalah calon-calon kandidat yang akan mewakili perusahaan anda. Anda mesti mengukur beberapa faktor pokok, seperti bagaimana sikap mereka terhadap perubahan, apakah mereka memiliki jiwa pelayan publik, dan apakah mereka sejalan dengan tujuan besar perusahaan anda.
Cari Orang-Orang Yang Bermotivasi Tinggi – (Namun Bukan Tentang Uang)
Setiap orang mencari pekerjaan sebagai sumber pendapatan, dan perusahaan juga harus tumbuh dan berkembang. Tantangannya adalah mencapai keduanya, tanpa mengabaikan pengabdian kepada masyarakat. Orang ingin merasa bahwa mereka adalah bagian dari sesuatu. Mereka mencari sesuatu yang lebih, sesuai tujuan hidupnya. Ada yang menunjukkan tujuan hidupnya melalui pekerjaan. Di perusahaan yang berorientasi tujuan, anda akan menemukan orang-orang yang rela mengabdi puluhan tahun. Itu karena mereka membangun suatu budaya kerja yang positif.
Bersikap Otentik
Tentukan tujuan perusahaan anda, mungkin dengan meminta masukan dari tim anda. Komunikasikaan apa tujuan anda secara jelas. Untuk itu, anda mungkin harus mengadopsi kebijakan baru tentaang isu-isu penting, seperti keberlanjutan, akuntabilitas, dan kebaikan sosial. Rumuskan sebuah tujuan yang berorientasi manusia. Dalam dunia teknologi dan robot, manusia mulai merasa tergantikan. Jadi, dengan merumuskan tujuan yang berorientasi manusia, maka semuanya akan terasa lebih personal, bukan hanya transaksional.
Jika ingin memimpin sesuai tujuan perusahaan, cobalah terapkan tiga tujuan di atas. Bangunlah pribadi yang berjiwa melayani masyarakta di tengah-tengah karyawan anda. Artinya, bangunlah sebuah budaya yang melayani dan membantu satu sama lain, baik untuk kebaikan lingkungan dan planet ini maupun untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Dari tim olah raga, kita belajar bahwa masing-masing dari kita berkontribusi, dan tidak ada orang yang sukses sendiri dalam tim.
Tagged With : manajemen bisnis • manajemen SDM