Membeli Perusahaan di Tengah Krisis? Perhatikan 3 Taktik Ini!

Bisnis untuk pasar sale benar-benar berubah 360 derjat. Bahkan di beberapa sektor, tidak ada deal yang berhasil diciptakan. Sektor yang terdampak paling parah akibat pandemi virus corona ini adalah restoran dan pariwisata. Di sektor lain yang dianggap cukup tahan terhadap resesi, masih terdapat aktivitas. Misalnya adalah sektor kebersihan dan industri bahan pokok. Jika anda ingin membeli perusahaan di tengah krisis seperti ini, mungkin sektor-sektor seperti inilah yang menjadi sasaran pertama. Namun tentunya, membeli perusahaan di tengah kondisi semacam ini tidaklah sama dengan membeli perusahaan pada kondisi normal.

Satu hal yang belum terjadi di sektor pasar yang lebih rendah adalah bahwa valuasi bisnis tidaklah turun secara keseluruhan. Masih banyak deal bagus yang bisa dihasilkan. Di saat yang sama, masih banyak penjual yang belum mendapatkan gambaran lengkap tentang nilai dari bisnisnya. Banyak pula yang beranggapan kalau pasar di sektor yang mereka geluti akan pulih segera. Tentunya, semua berharap itu benar. Sedihnya, banyak yang khawatir kalau anggapan itu salah, karena diperkirakan ada sektor-sektor yang tidak akan pulih dalam waktu dekat.

membeli perusahaan di tengah krisis

3 Taktik Kunci Membeli Perusahaan di Tengah Krisis

Apapun yang terjadi, kehidupan harus terus berjalan. Semuanya harus dilalui. Ketika banyak perusahaan yang harus gulung tikar karena tidak adanya jual-beli, tetap ada investor-investor baru yang ingin membeli perusahaan di tengah krisis sekalipun. Berikut adalah beberapa taktik yang mungkin membantu anda:

Bertindak Cekatan

Ini adalah kiat utama yang harus anda terapkan saat kondisi pasar tidak menentu. Lalu, bagaimana cara membuat deal di tengah kondisi pasar yang tidak menentu? Ketika valuasi bisnis dan angka-angkanya tidak seimbang, apa yang harus anda lakukan? Kata kuncinya adalah: buat penawaran! Semakin banyak penawaran, semakin baik. Itulah satu-satunya cara agar anda bisa mengatur kondisi dan mengetahui apa yang difikirkan calon penjual.

Namun, bukan berarti anda bisa bertindak gegabah. Jangan membuat penawaran yang tidak realistis maupun yang terlalu agresif. Agar bisa beroperasi dengan baik di pasar saat ini, ketika anda telah mengidentifikasi target potensial, jangan takut untuk mengajukan penawaran. Hal ini bisa dilakukan dengan mudah dan murah dengan menggunakan Surat Penawaran atau Surat Peryataan Minat. Setelah itu, anda bisa melakukan langkah-langkah formal untuk menindaklanjutinya.

Buat Penawaran

Seperti dibahas di atas, jika anda menemukan prospek yang pas, jangan menunda-nunda. Buat penawaran segera.  Membuat penawaran adalah langkah yang sangat penting. Saat membuat penawaran untuk membeli perusahaan di tengah krisis seperti saat ini, ada dua aspek pokok yang harus anda perhatikan:

  • Penawaran adalah satu-satunya cara di mana pembeli bisa menunjukkan kalau mereka serius dan penjual juga dipaksa untuk bertindak sangat transparan dengan apa yang ingin didapatkan.
  • Pembeli harus membiasakan diri membuat penawaran. Sangat mudah menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk melihat listing, melakukan riset terhadap usaha dan sektor yang dianggap sempurna (meski sebenarnya tidak ada sektor bisnis yang sempurna). Bagi orang yang ingin membeli perusahaan untuk pertama kalinya, biasanya ada keengganan untuk membuat penawaran. Jika anda ingin masuk ke arena permainan, maka anda harus membiasakan diri bermain. Jadi, satu-satunya cara melakukan hal ini adalah dengan membuat penawaran.

Jadi, langkah pertama yang harus anda pelajari sebelum membeli perusahaan di tengah krisis adalah bagaimana membuat penawaran yang rasional, tidak terlalu agresif dan tidak pula terlalu sembrono.

Hilangkan Emosi

Membeli perusahaan tidak ada kaitannya dengan emosi. Jika ingin melakukannya dengan benar, maka hilangkah emosi anda. Membeli perusahaan adalah masalah logika dan strategi. Jika anda dihadapkan dengan harga dan persyaratan yang tidak masuk akal, jangan takut untuk mencari yang lain. Sebaliknya, jangan ‘membuat garis di tengah pasir’, jika anda belum mempersiapkan diri untuk sebuah deal. Jika penjual sudah memberi harga namun anda belum sepakat, meski semua kriteria yang anda cari sudah ada, tetap tidak ada alasan untuk menyesuaikan tawaran anda. Sejak dini, persiapkan diri untuk menerima sesuatu saat anda memberikan sesuatu. Ingat selalu taktik ini!

Tawaran ditolak adalah hal biasa. Itu merupakan bagian dari proses. Jangan pernah jatuh cinta terhadap sebuah usaha sebelum anda benar-benar memilikinya. Ada kalanya pembeli bersikap emosional selama negosiasi. Dalam situasi seperti ini, mereka hanya akan melihat hal-hal bagus yang akan dialami sebagai pemilik perusahaan. Pemikiran semacam ini akan merusak logika. Jadi, hilangkan emosi seperti ini. Dekatilah proses jual-beli dengan cara yang logis.

Sebelum anda benar-benar membuat deal untuk membeli perusahaan di tengah krisis, anda mungkin harus membuat puluhan penawaran. Jangan putus asa. Tetaplah lalui prosesnya dan ingat aturan main di atas selalu. Buat penawaran dan anda akan sampai di garis finish dengan deal yang lebih baik dari yang anda perkirakan sebelumnya.

Tagged With :

Leave a Comment