Managemen Keuangan Dalam Menghadapi Krisis: Tips Bagi Pensiunan

Banyak orang yang merasa tidak memiliki sumber uang yang aman dan bisa diandalkan di saat para investor mengkhawatirkan pandemi virus corona pada bulan Maret. Pasar jatuh dan morat-marit. Banyak usaha yang tutup karena tidak memiliki strategi managemen keuangan dalam menghadapi krisis. Kredit macet terjadi di mana-mana. Kekacauan terjadi di pasar dan perekonomian dunia. Satu-satunya pilihan bagi banyak orang adalah menjual asset agar mereka mampu membayar biaya-biaya dalam jangka pandek. Padahal, mereka tahu bahwa harga asset juga mengalami penurunan.

Salah satu kunci untuk sukses hingga masa pensiun, atau sukses dalam segala bentuk rencana finansial, adalah mampu menangani kejutan-kejutan semacam ini. Anda tidak tahu kapan kejutan-kejuatan itu akan datang dan seperti apa bentuknya. Namun yang pasti, masa pensiun akan hadir disertai kejutan-kejutan finansial. Penurunan kondisi pasar secara drastis adalah salah satu bentuk kejutan dimaksud. Banyak biaya tak terduga atau pengeluaran besar yang mungkin harus ditanggungi, seperti perbaikan rumah, perbaikan kendaraan, penggantian kendaraan, biaya kesehatan, biaya sekolah anak-anak, dan semacamnya.

managemen keuangan dalam menghadapi krisis

Strategi Managemen Keuangan dalam Menghadapi Krisis

Salah satu kenyamaan dari setiap kejutan finansial adalah kebutuhan uang yang mendesak di luar pengeluaran bulanan anda. Pada kasus kemerosotan pasar, sumber aliran uang anda mungkin terganggu. Jadi, sebuah rencana pensiun yang baik harus memuat sejumlah opsi bagaimana menghadapi kejutan-kejuatan finansial semacam ini. Mungkin anda memiliki sejumlah investasi yang bisa saja dijual dalam keadaan darurat. Namun, menjual investasi saat darurat bukanlah pilihan yang tepat.

Akan lebih baik jika anda memiliki opsi lain terkait manajemen keuangan dalam menghadapi krisis, sebelum pengeluaran-pengeluaran urgen tersebut benar-benar terjadi. Berikut adalah beberapa opsinya:

Baca Juga:   Mengenal Apa itu OJK dan Fungsinya
Pendapatan Pasti

Setelah pensiun, anda harus memiliki pendapatan yang pasti untuk menutupi biaya hidup yang pasti setiap bulannya. Pendapatan seumur hidup yang terjamin misalnya adalah Jaminan Sosial dan annuitas. Sebagian orang juga menerima dana pensiun, maupun sumber pendapatan tetap lainnya. Pendapatan tetap tidak menambah penghasilan bulanan anda, namun bisa menjamin bahwa biaya-biaya hidup yang sifatnya tetap dan mendasar dapat ditutupi, apapun yang terjadi di luaran sana.

Keberadaan pendapatan tetap setelah pensiun ini dapat mengurangi stress dan mengurangi jumlah uang yang harus anda carikan. Dengan demikian, anda bisa fokus mengurangi pengeluaran-pengeluaran ekstra.

Dana Cadangan

Strategi managemen keuangan dalam menghadapi krisis berikutnya adalah menyisihkan uang anda dalam bentuk dana cadangan untuk menutupi biaya-biaya selama 2 hingga 5 tahun yang tidak tertutupi dengan pendapatan tetap. Jika anda sadar memiliki tabungan atau dana cadangan, dalam bentuk tabungan, investasi di pasar uang, atau deposito, maka stress anda akan berkurang di masa-masa sulit, terutama saat pasar sedang tidak bersahabat.

Dengan kata lain, anda tidak harus menjual asset atau investasi yang ada untuk menutupi pengeluaran rutin. Lagipula, anda bisa menggunakan dana cadangan tersebut untuk menutupi pengeluaran tidak terduga. Dengan demikian, anda akan memiliki waktu untuk mencari opsi-opsi lain dalam menanggulangi biaya tidak terduga, atau anda bisa menunggu hingga pasar kembali pulih.

Manajemen Resiko

Strategi ini sangat penting dalam setiap situasi. Sebagian orang bisa mengelola investasinya untuk memaksimalkan keuntungan. Namun, para pensiunan semestinya lebih fokus pada manajemen resiko. Jika anda bisa mengetahui resiko-resiko apa yang terkandung dalam portofolio investasi anda, maka anda bisa meminimalisir atau menghindarinya. Bisa jadi, strategi yang anda gunakan adalah mengurangi alokasi saham, ketika kondisi pasar sedang tidak baik.

Baca Juga:   Trend Dunia dan Dunia Keuangan: Apa Yang Berpengaruh?

Atau, anda bisa saja memutuskan menahan investasi saat ini, dan melakukan diversifikasi pada instrumen investasi yang berbeda. Setidaknya, anda  harus mengetahui persentase maksimum yang akan dialokasikan untuk saham dan asset beresiko lainnya. Pastikan untuk tidak melampauinya. Memiliki asuransi adalah bentuk lain managemen keuangan dalam menghadapi krisis. Asuransi dapat meningkatkan pengeluaran tetap reguler anda. Namun, asuransi juga berarti bahwa resiko atau kerugian akibat kejadian darurat bisa diminimalisir.

Pengeluaran Fleksibel

Semakin besar biaya tetap yang anda tanggung, semakin sulit anda beradaptasi selama masa-masa krisis. Hal ini khususnya terjadi jika selisih antara pendapatan tetap dengan pengeluaran tetap sangat tipis. Sebagian besar pensiunan bisa mendapakan fleksibilitas dalam rencana pengeluaran mereka. Mereka bisa menghilangkan, mengurangi atau menunda biaya-biaya seperti traveling, memanjakan cucu, makan di luar, hiburan, dan sebagainya.

Pinjaman Sementara

Meminjam uang bukanlah hal mudah bagi pensiunan, karena gaji tetap mereka sangat kecil. Namun, ada kalanya anda harus mengajukan permohonan kredit pada kondisi tertentu. Jika demikian, permohonan pinjaman ini sebaiknya diajukan di awal-awal masa pensiun anda, sehingga pengajuannya lebih mudah. Sebaiknya, hindari pinjaman jangka panjang, karena bunganya akan sangat membebani.

Nah, itulah beberapa strategi managemen keuangan dalam menghadapi krisis yang dapat dipertimbangkan oleh anda yang akan memasuki masa pensiun. Jaminan sumber pendapatan dan estimasi pengeluaran dengan baik adalah kunci mengurangi tingkat stress akibat pengeluaran tidak terduga.

Tagged With :

Leave a Comment