Apa yang terjadi sehingga penjualan anda tidak seperti yang diharapkan. Bisa jadi, akibat guntingan kertas yang dihasilkan oleh materi marketing anda. Maksudnya? Ya, kita berbicara tentang potongan-potongan kecil materi iklan yang anda sampaikan kepada konsumen dan calon konsumen. Jika anda ingin tahu kunci memasarkan konten dengan sukses, maka cobalah memahami apa penyebab terjadinya paper cuts. Luka akibat goresan kertas bukan arti yang sesungguhnya, masalah kecil (yang nyaris tidak terlihat) namun pada akhirnya dalam ‘menyakiti’ perusahaan anda. Dalam konteks pemasaran, masalah kecil ini membuat upaya pemasaran anda tidak berhasil.
Kunci Memasarkan Konten dengan Sukses: Kenali Penyebab Paper Cuts
Mengapa konten pemasaran anda menjadi serpihan yang tidak memiliki nilai jual? Berikut adalah beberapa penyebabnya secara umum:

- Kesan pertama tidak begitu bagus
- Grafik tidak relevan;
- Istilah-istilah rumit tidak dijelaskan secara memadai;
- Tidak adanya bukti sosial;
- Skema warna aneh;
- Pertukaran nilai tidak sebanding;
- Konsumen tidak bisa menghubungi anda;
- Formulir tidak jelas;
- Konten marketing terlalu padat;
- Tidak ada nilai unik yang ditawarkan;
- Tidak menjawab permasalahan;
- Alur teks tidak bagus;
- Bahasa cenderung negatif dan berat;
- Pertanyaan pembaca tidak terjawab;
- Keranjang belanja bermasalah;
- Konten tidak memiliki struktur;
- Tidak ada transisi ide;
- Jargon terlalu berat;
- Proposisi penjualan tidak jelas;
- Tidak ada eviden yang jelas;
- Bahasa marketing terlalu agresif;
- Protes pembaca tidak ditangani dengan memadai;
- Kesalahan grammar dan typo.
Benar. Tidak ada manusia yang sempurna. Kita semua pernah berbuat salah. Namun, pemikiran semacam itulah yang kerap membuat para penulis konten dan tim penyusun konten melewatkan peluang dan menjadikan materi pemasaran tidak bernilai jual. Pernah mendengar istilah “kematian akibat 1.000 luka akibat goresan kertas?” Frase aslinya adalah “kematian akibat 1,000 luka.” Ini adalah istilah atau pepatah Cina yang berarti ‘mati perlahan’.
Saat ini, pepatah “kematian akibat 1.000 paper cuts” berarti kematian akibat penyakit-penyakit kecil, atau kehancuran akibat 1.000 masalah kecil, bukan satu masalah besar. Inilah yang terjadi kepada pembeli ketika mereka membaca materi pemasaran yang tidak bagus.
Kunci Memasarkan Konten dengan Sukses: Contoh Paper Cuts
Anda mungkin bertanya, dari mana sumbernya masalah-masalah kecil yang memicu kegagalan pemasaran di perusahaan anda? Berikut adalah beberapa contoh yang mungkin anda temukan dalam upaya pemasaran anda:
Dari Website Perusahaan
Coba lihat betapa banyak ‘luka kecil’ yang mungkin terjadi oleh satu aspek saja, yakni website anda:
- Bayangkan seorang calon konsumen membuka website perusahaan anda, yang ternyata belum pernah di-upgrade selama beberapa tahun terakhir. Mungkin pengunjung tersebut berfikiran bahwa website itu dibangun di Tahun 2008. Ini salah satu contoh paper cut, ya satu bentuk ‘luka yang halus.’
- Karena mereka membutuhkan apa yang anda tawarkan, mereka tidak menekan tombol kembali, dan memilih terus membaca. Dan “Tunggu, typo?” satu lagi paper cut.
- “Apa artinya semua ini?” Mereka mulai bertanya-tanya, membaca, dan membaca lagi, dan tidak berhasil memahami isi teks yang ada di website anda, dan mulai mendesah. Satu lagi paper cut.
- Mereka men-klik halaman layanan dan ternyata gambar-gambar di sana juga tidak sesuai. Paper cut.
Setelah mengalami beberapa paper cut, calon konsumen mulai ‘terluka.’ Mereka meninggalkan website anda dan mencari vendor lain.
Dari E-Book
Anda mungkin menyediakan e-book melalui website atau disebarkan melalui media sosial. Sekali lagi, e-book anda bisa menjadi sumber paper cuts tanpa anda sadari. Bayangkan seorang calon konsumen merespon salah satu iklan anda di LinkedIn dan men-download sebuah e-book dari halaman milik perusahaan. Kelihatannya bagus. Ini salah satu nilai plus. Kemudian:
- Mereka membuka e-book tersebut dan berharap menemukan sebuah judul dengan cepat untuk melihat apa isi paling penting dari e-book tersebut. Namun, ternyata tidak ada judul dan sub-judul. Satu paper cut.
- Namun, karena tertarik, mereka tetap membaca. Kemudian, dalam beberapa detik saja, mereka mulai menemukan kata-kata bernada menjual, asumsi, dan semacamnya. Misalnya “Anda membutuhkan proses ini karena akan mempermudah semua orang di perusahaa.” Misalnya. Pembaca mulai tidak nyaman. Mereka berharap topik e-book dieksplorasi secara mendalam, bukan langsung diisi dengan bahasa penjualan. Satu lagi paper cut.
Anda bisa melihat bahwa calon konsumen sudah kehilangan kepercayaan atas perusahaan anda, bukan? Mereka masih di halaman pertama website anda! Masalah-masalah kecil yang mengganggu, susunan kata-kata, struktur teks, gambar, tulisan, dan bahkan upgrade website seperti di atas terkadang tidak disadari. Anda merasa bahwa materi pemasaran yang ditawarkan sudah sangat relevan. Namun lihatlah bagaimana hal-hal kecil bisa membuat calon konsumen kehilangan kepercayaan atas perusahaan.
Pada post selanjutnya, akan dibahas lebih lanjut tentang kunci memasarkan konten dengan sukses, dengan cara menghindari paper cuts atau masalah-masalah kecil yang ternyata bisa membuat perusahaan anda mati perlahan, serta bagaimana mengatasinya.
Tagged With : manajemen bisnis • marketing