Kunci Memasarkan Konten Dengan Sukses: Paper Cuts – Part 2

Pada post sebelumnya, dibahas tentang apa itu paper cuts dan beberapa pemicunya. Paper cuts secara harfiah berarti luka akibat goresan kertas. Luka kecil yang tidak menyakitkan sebenarnya, namun jika jumlahnya banyak bisa memicu rasa sakit yang hebat. Dalam konteks bisnis, paper cuts berarti masalah-masalah kecil yang jika tidak ditangani bisa membuat sebuah usaha mati perlahan. Ada beberapa penyebab masalah tersebut, dan memang, terkadang terlihat sangat sepele, namun dampaknya besar. Jika anda ingin tahu kunci memasarkan konten dengan sukses, maka perusahaan mesti berupaya secara serius mencegah paper cuts.

Anda bisa bayangkan jika kesalahan ketik pada post, gambar yang kurang simetris, tulisan yang maknanya kurang jelas, atau pertanyaan yang tidak terjawab dengan memadai adalah beberapa contoh paper cuts. Masalah-masalah kecil ini bisa saja ada di halaman utama website, di e-book yang dibagikan perusahaan, atau teks pada video promosi, dan sebagainya.

kunci memasarkan konten dengan sukses 2

Kunci Memasarkan Konten Dengan Sukses : Kenali Sumber Paper Cuts

Dalam upaya mencari kunci memasarkan konten dengan sukses, anda mesti memperhatikan dengan benar kesalahan-kesalahan kecil yang mungkin ditemukan pada materi promosi. Terkadang, kesalahan tersebut terlihat tidak signifikan, namun jika sering ditemukan, bisa jadi calon pembeli mempertanyakan kredibilitas dan profesionalisme perusahaan anda. Sebelumnya dibahas potensi paper cuts pada website dan e-book, sumber potensi masalah berikutnya adalah  Halaman Pendaftaran Newsletter.

Misalnya, calon konsumen menemukan sebuah post di Twitter yang menawarkan newsletter berbasis e-mail tentang suatu topik yang menarik. Mereka meng-klik link tersebut, dan diarahkan ke sebuah halaman registrasi (sign up) untuk newsletter tersebut. Mereka memasukkan nama, alamat email, dan kemudian meng-klik tombol “Subscribe.”  Tidak ada yang terjadi.

  • Mereka mulai bertanya, “Saya sudah terdaftar atau belum?”. Karena ragu, mereka kembali meng-klik tombol tersebut. Masih tidak ada yang terjadi; satu Paper cut.
  • Pengunjung tersebut ingin melihat respon dari perusahaan. Jadi, mereka membuka email dan melihat apakah anda email sambutan atau ucapan selamat bergabung dari perusahaan. Ternyata, tidak ada. Paper cut

Meski ada kemungkinan kecil bahwa calon konsumen tersebut menghubungi perusahaan anda untuk menanyakan apakah pendaftarannya berhasil atau tidak, namun kemungkinan terbesarnya adalah mereka akan meninggalkan website anda – mungkin selamanya.

Apakah anda bisa merasakan apa yang dirasakan pengunjung tersebut? Dalam konteks ini, anda bisa melihat bagaimana perusahaan telah kehilangan satu kesempatan untuk mendapatkan konsumen baru, hanya karena konten promosi anda tidak dirancang secara memadai, dan tidak memberikan respon apa-apa kepada pengunjung.

Kunci Memasarkan Konten Dengan Sukses : Cara Menghindari Paper Cuts

Ada dua cara bagi anda untuk mencegah terjadinya masalah besar akibat paper cuts pada konten promosi, yakni: membangun empati bagi pembaca dan bekerja sama dengan seorang content editor alias penyunting naskah. Para content editor telah memiliki rasa empati kepada pembaca. Itulah sebabnya mereka menjadi penyunting teks. Mereka tidak berbalik begitu mengalami paper cuts. Namun, mereka menggali permasalahannya secara mendalam untuk memahami pesan yang coba disampaikan melalui konten anda. Begitu mereka memahami pesannya, mereka memperbaiki konten anda sehingga pesannya bersinar terang dan tidak menyisakan paper cuts.

Namun, anda tidak mesti mempekerjakan seorang editor Anda, penulis anda, dan tim konten bisa membangun empati bagi pembaca juga. Berikut adalah beberapa hal yang bisa anda lakukan:

  • Kenali pembeli anda. Jika nasehat ini terdengar basi, itu karena anda mungkin sudah mendengarnya berkali-kali. Namun, sesungguhnya, ini bukanlah nasehat basi. Mengenali konsumen anda adalah tahap pertama untuk menghindari berbagai masalah yang serius penyebab paper cut. Gunakan alat analisis, survey, pemantauan media sosial, dan respon konsumen untuk mengumpulkan informasi tentang karakteristik demografi dan psikografi konsumen anda. Kenali kesuksaan dan minat mereka. Lakukan dengan baik dan anda akan mendapatkan hasilnya;
  • Berinteraksilah dengan pembeli anda. Sekali lagi, ini bukan nasehat basi. Jangan mempublikasikan konten di ruang kosong. Berikan respon terhadap audien di media sosial, di forum, di kolom komentar, maupun di email. Tanggapi pertanyaan mereka, keberatan, dan permasalahan konsumen sehingga anda bisa mengatasinya melalui konten. Ketika berinteraksi, dengarkan mereka secara aktif, karena anda bisa mendapatkan informasi berharga tentang pengalaman dan ekspektasi pembeli;
  • Ketahui apa yang terjadi di dunia pembeli. Tetaplah dapatkan informasi terbaru, trend, dan perubahan yang mungkin mempengaruhi calon konsumen anda. Dengan demikian, anda bisa mengatasi tantangan yang anda, sehingga melalui konten, anda bisa menyampaikan kepada pembaca bahwa anda memahami dunia mereka.

Membangun empati berarti anda menempatkan diri di posisi pembaca, melihat emosi mereka, pengalaman, dan tujuan mereka sebagai bagian dari proses pembuatan konten. Sebagai salah satu kunci memasarkan konten dengan sukses, proses ini mencakup upaya memahami tantangan dan aspirasi pembeli, serta berkomunikasi dua arah dengan mereka. Tentunya, membangun empati membutuhkan usaha. Ini adalah proses yang berkelanjutan. Namun, hasil yang akan anda nikmati juga sepadan.

Tagged With :

Leave a Comment