Kesehatan Finansial Bisnis: Tips Menjaga dan Meningkatkannya

Menurut para pengusaha sukses, tips penting untuk meningkatan kesehatan finansial bisnis adalah mengatasi permasalahannya sejak dini. Menurut mereka, jika suatu masalah tidak ditangani sejak kemunculannya pertama kali. Jika dibiarkan, akan berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Tentunya, siapapun ingin menghindari masalah yang lebih serius, bukan?

Lalu, apa yang harus anda lakukan untuk meningkatkan kesehatan finansial bisnis yang sedang anda jalankan? Bisnis yang sehat adalah bisnis yang bisa bertahan pada kejadian yang terencana maupun tidak terencana. Pada intinya, tidak ada orang yang membuka bisnis agar kehilangan uang. Anda ingin mendapatkan uang dan mengembangkan usaha, bukan?

kesehatan finansial bisnis

Kesehatan Finansial Bisnis Dibangun dengan Tips Berikut

Berikut adalah beberapa tips untuk meningkatkan kesehatan bisnis sehingga anda dapat mewujudkan tujuan anda:

Ketahui Nomor Anda

Seorang pengusaha tahu betul bahwa bisnis hidup dan mati berdasarkan angka-angka. Anda tidak perlu menjadi ‘manusia angka’ untuk mengetahui bahwa setiap angka di buku akuntansi bisnis anda sangat berarti. Lalu, apa yang dimaksud dengan angka dalam hal ini? Angka dalam hal ini termasuk:

  • Pendapatan
  • Biaya
  • Gaji
  • Biaya Overhead
  • Biaya barang yang terjual
  • Asset
  • Ekuitas
  • Hutang, dan seterusnya

Anda pasti tahu intinya. Setiap lini penting, dan setiap transaksi harus dipertanggungjawabkan dalam buku laporan anda. Ini adalah langkah pertama untuk memastikan bahwa anda mampu meletakkan fondasi untuk kesehatan finansial bisnis yang sedang anda jalankan.

Bayar Tagihan Secara Konsisten dan Tepat Waktu

Sangat mudah bagi kita untuk larut dalam pekerjaan dan melupakan sesuatu, bukan? Namun, jangan melakukannya untuk tagihan atau jenis pembayaran berjadwal lainnya. Lupa menghidupkan lampu kantor di pagi hari adalah suatu hal. Namun, tidak mengirimkan invoice ke konsumen adalah hal yang tidak bisa diabaikan. Jika anda ingin ‘lampu-lampu’ usaha anda tetap menyala, maka pastikan setiap tagihan dibayar konsisten dan tepat waktu.

Coba pertimbangkan untuk menciptakan suatu sistem pengiriman invoice. Misalnya, susun rencana kapan anda harus mengirimnya, sehingga tidak terlewatkan. Lagipula, semakin cepat anda mengirimkan nota, semakin cepat konsumen anda melakukan pembayaran. Bagaimana jika anda tidak menyukai sistem nota manual? Maka coba cek beberapa software akuntansi bisnis yang bisa membantu anda membuat dab mengirimkan nota hanya dalam beberapa klik.

Atur nota berulang untuk konsumen tetap anda agar anda bisa menghemat lebih banyak waktu. Anda juga bisa mengatur sebagai pengingat bagi konsumen untuk membayar. Dengan demikian, tidak ada pembayaran yang akan terlewatkan.

Patuhi Setiap Kewajiban Finansial Anda

Ide untuk menjaga ‘cahaya bisnis’ tetap hidup dua kali lipat lebih penting. Kirimkan invoice ke konsumen agar mereka membayar lebih cepat, dan pastikan anda juga melakukan setiap pembayaran secara tepat waktu. Jika terlambat membayar, anda akan dikenai denda atau sanksi, dan tidak ada seorangpun yang ingin membayar lebih besar daripada hutangnya, bukan? Jadi, pastikan anda menjadika pembayaran untuk hal-hal berikut sebagai prioritas, antara lain:

  • Pembayaran sewa/gadai;
  • Air, listrik, dan sejenisnya;
  • Gaji karyawan
  • Pembayaran hutang/kredit
  • Pembayaran kartu kredit
  • Pembayaran pajak
  • Pembayaran vendor, dan segala sesuatu yang tercatat sebagai biaya atau pengeluaran di buku jurnal

Ingat bahwa biaya-biaya, seperti gaji, juga diatur dengan aturan lebih, bukan hanya kewajiban finansial. Negara bisa saja mengatur seberapa sering anda harus membayar gaji karyawan dan seberapa sering anda harus membayaran pajak. Hindari surat peringatan dari pemerintah daerah atau pemerintah pusat dengan cara membayar gaji karyawan dengan benar dan teratur.

Sisihkan Dana Cadangan untuk keadaan Darurat

Sebagai seorang pengusaha, anda harus mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, namun bukan berarti anda bisa memprediksi isu-isu global. Misalnya, Covid-19 tidak hanya menutup pintu dan mengirim pekerja untuk bekerja dari rumah, namun juga menghancurkan rantai pasok global bagi usaha-usaha yang masih bertahan. Isu rantai pasok akan diikuti dengan kenaikan biaya operasional usaha. Ketika anda tidak memiliki ide untuk mengatasinya, maka dana cadangan akan sangat membantu kesehatan finansial bisnis anda.

Pisahkan Antara Uang Pribadi dan Uang Perusahaan

Para pebisnis baru kerap mendanai usaha mereka dengan tabungan. Namun, pada akhirnya, anda harus memisahkan antara ekuitas bisnis dan ekuitas perusahaan. Saat anda mendirikan usaha, pisahkan dana pribadi dengan dana perusahaan. Mengapa? Tujuan dari tulisan ini adalah membagas bagaimana meningkatkan kesehatan finansial bisnis yang sedang dijalani. Jika uang pribadi dicampuradukkan dengan uang perusahaan, maka akan sulit menelusuri pembukuan anda.

Pembukuan yang jelas dapat menunjukkan berapa banyak laba vs kerugian yang anda hasilkan dalam bisnis. Jangan membuatnya kabur karena mencampuradukkan pendapatan pribadi dengan pendapatan perusahaan. Setelah bisnis anda berjalan, buatlah rekening bank atas nama perusahaan. Lakukan pembayaran tagihan, gaji, dan operasional dari rekening perusahaan. Dengan demikian, anda bisa mencatat dengan jelas darimana saja sumber pendapatan dan kemana saja anda melakukan pembayaran.

Tagged With :

Leave a Comment