Sebagai seorang pengusaha, selalu saja ada sejumlah kesalahan yang bisa jadi anda lakukan selama mengelola bisnis. Sebagian kesalahan (seperti kesalahan dalam sistem penggajian) dapat memicu lebih banyak kerugian dibanding kesalahan lainnya. Tapi ya, semua orang pernah berbuat salah. Dari kesalahan itulah anda bisa belajar bagaimana mengelola sistem gaji karyawan secara efektif dan efisien. Banyak hal yang bisa anda pelajari untuk menghindari beberapa kesalahan yang kerap dilakukan pebisnis pemula.
Apa Yang Mesti Dihindari dalam Mengelola Sistem Gaji Karyawan?
Apakah pengelolaan sistem penggajian adalah hal baru bagi anda? Atau, anda sudah mengelola sistem gaji karyawan selama bertahun-tahun namun masih sering membuat kesalahan? Berikut adalah sejumlah kesalahan pengelolaan sistem gaji karyawan yang mesti anda hindari, bagaimanapun caranya:

Salah Mengelompokkan Karyawan
Bagian dari tugas anda sebagai seorang ‘pengusaha’ adalah menentukan apakah seorang karyawan adalah pegawai kontrak atau karyawan tetap. Jika anda salah mengelompokkan karyawan, banyak masalah yang mungkin bisa terjadi (seperti sanksi atau biaya bunga akibat pajak yang tidak dibayar). Masalahnya bisa rumit.
Untuk memastikan anda mengelompokkan karyawan dengan benar dan mencegah campur-aduknya kategori karyawan, maka anda perlu mempelajari perbedaan antara karyawan tetap dengan karyawan kontrak. Berikut adalah ringkasan karakteristik keduanya:
- Karyawan adalah seseorang yang anda pekerjakan dan anda bayar gajinya secara rutin, setiap bulan. Mereka bekerja untuk perusahaan dan mengendalikan pekerjaannya sendiri, patuh kepada aturan ketenagakerjaan, membayar pajak atas gajinya, dan menerima tunjangan hari tua.
- Pegawai kontrak lepas: seseorang yang mungkin menjalankan usaha sendiri namun juga bekerja untuk perusahaan lain. Mereka mengendalikan pekerjaan saat dan di mana mereka bekerja (dan menggunakan peralatannya sendiri). Mereka tidak tunduk kepada aturan tentang gaji mininum dan ketentuan lembur, tidak membayar pajak, dan tidak berhak atas tunjangan hari tua.
Untuk mengetahui apakah seorang pekerja merupakan karyawan tetap atau karyawan kontrak, maka cobalah jawab beberapa pertanyaan berikut:
- Apakah saya mengendalikan atau berhak mengendalikan apa yang dikerjakan karyawan dan bagaimana mereka melakukan pekerjaannya?
- Apakah ada kontrak tertulis?
- Apakah anda mengendalikan aspek bisnis dari pekerjaan mereka (misalnya, bagaimana mereka dibayar)?
Menggunakan Tarif Pajak Yang Salah
Perhitungan pajak penghasilan mesti dilakukan secara seksama. Perlu diketahui bahwa ada tarif pajak yang bisa berubah dari tahun ke tahun. Jika tarif pajak berubah dan anda tidak tahu, maka bisa jadi muncul masalah dalam mengelola sistem gaji karyawan di perusahaan anda. Ketika anda menghitung dan membayar pajak dengan tarif yang sama, maka anda harus mencari selisihnya. Bisa jadi, anda harus membayar denda keterlambatan karenanya, sanksi, atau bunga pajak yang belum dibayar.
Untuk mencegah hal ini, maka pastikan anda mengetahui dengan baik pajak apa yang harus diupdate tarifnya, seperti pajak penghasilan. Pastikan adna memantau inbox atau mailbox untuk melihat apakah ada notifikasi perubahan aturan perpajakan yang mempengaruhi tenaga kerja. Agar lebih tenang, anda juga bisa menghubungi kantor perpajakan terdekat untuk mengetahui tarif yang berlaku, atau setidaknya mencari di internet.
Tidak Mengetahui Perbedaan PTKP dan PKP
Penghasilan karyawan anda mungkin termasuk dalam satu dari dua kategori: kena pajak atau tidak kena pajak. Namun, salah satu kesalahan besar yang kerap dilakukan perusahaan adalah tidak mengetahui perbedaan status keduanya, sehingga melakukan kesalahan dalam mengelompokkan karyawan.
Untuk menghindari kesalahan yang kerap terjadi dalam mengelola sistem gaji karyawan ini, anda harus mengetahui perbedaan antara pekerja yang dikecualikan dan tidak dikecualikan dari perpajakan. Pekerja yang dikecualikan tidak diikat oleh aturan ketenagakerjaan dan mereka tidak berhak atas beberapa aspek gaji, seperti lembur. Di sisi lain, karyawan yang tidak dikecualikan bisa menerima upah lembur dan dilindungi oleh aturan ketenagakerjaan.
Agar termasuk dalam kategori yang tidak dikecualikan, seorang karyawan harus memenuhi setidaknya satu dari beberapa kriteria berikut:
- Menerima gaji per jam
- Penghasilan di bawah ambang batas dikecualikan, yakni sekitar $35,569 per tahun;
- Tidak memiliki kewajiban pekerjaan secara eksekutif, administratif, atau profesional.
Jadi, sebelum lanjut mengelompokkan seorang karyawan, maka lihat terlebih dahulu gaji dan kewajiban mereka. Dengan demikian, anda bisa menghindari denda finansial akibat kesalahan dalam mengelompokkan karyawan.
Melewatkan Batas Waktu Pembayaran Gaji
Ketika mengelola sistem gaji karyawan, anda juga bertanggung jawab memeriksa batas waktu pembuatan daftar gaji. Jika anda tidak mematuhi batas waktunya, termasuk pembayaran pajak atas gaji karyawan, maka anda bisa saja terlambat dan dikenakan sanksi. Untuk memastikan anda membayar gaji karyawan tepat waktu dan mengajukan pembayaran pajak sebelum deadline, anda bisa:
- Pastikan anda mengatur agenda kerja dengan baik;
- Atur pengingat untuk menyusun daftar gaji dan membayar pajak;
- Masukkan dalam daftar kerja harian;
- Buat kalender beserta deadlinenya
- Gunakan software pengelolaan gaji versi profesional
Dapatkan pembahasan lebih lanjut tentang beberapa kesalahan yang lazim terjadi dalam mengelola sistem gaji karyawan, dan bagaimana cara menghindarinya pada post selanjutnya.
Tagged With : manajemen bisnis • Manajemen Usaha