Kesalahan Investasi Saham yang Disesali Warren Buffett

Siapa yang tak mengenal Warren Buffett, investor saham legendaris yang masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia dengan harta lebih dari USD80 Miliar. Terlepas dari kesuksesannya, ia pun pernah melakukan banyak kesalahan yang berakibat pada kerugian besar. Namun, alih-alih mencari pembenaran atas kesalahan-kesalahan tersebut, ia malah menjadikannya pelajaran berharga.

Berikut ini beberapa kesalahan investasi Warren Buffet yang pernah diakuinya dalam wawancara dengan berbagai media. Siapa tahu, kita juga bisa belajar banyak darinya.

Kesalahan Investasi Saham yang Disesali Warren Buffett

 

1. Saham Tesco

Tesco adalah sebuah perusahaan jaringan penjualan eceran besar yang berbasis di Inggris (mirip dengan Hypermart atau Carrefour di Indonesia). Warren Buffett membeli saham Tesco pada akhir 2012. Namun, pada tahun 2014, Tesco mengakui telah mengumumkan profit lebih tinggi dibandingkan seharusnya, sehingga harga sahamnya tumbang.

Setelah insiden tersebut, Buffett menjual sebagian sahamnya di Tesco, tetapi mempertahankan sebagian diantaranya. Padahal, jelas-jelas Tesco menunjukkan kinerja yang tak dapat dipercaya. Kelambanan Buffett dalam melakukan cut loss atas keseluruhan saham Tesco ini menimbulkan kerugian sekitar USD444 Juta.

 

2. Saham Dexter Shoe Co

Dexter Shoe Co merupakan sebuah perusahaan sepatu yang kinerjanya sudah mulai memburuk saat dibeli oleh Warren Buffett. Tidak diketahui apa yang membuat Buffett membeli saham perusahaan tersebut dalam jumlah besar, tetapi ia telah mengakui bahwa itu adalah investasi terburuknya sepanjang masa. Saat ini, perusahaan tersebut sudah gulung tikar.

Apa pasal? Sebagai perusahaan sepatu, Dexter Shoe Co tak lagi memiliki daya saing kompetitif memadai dibandingkan perusahaan lainnya. Siapa yang pernah mendengar nama perusahaan ini ataupun merek sepatunya!? Padahal, ketika sebuah perusahaan kehilangan daya saing kompetitifnya, maka ia pun tak lagi punya prospek di masa depan.

 

3. Saham US Airways

Warren Buffett tak menderita kerugian terlalu besar terkait pembelian saham perusahaan maskapai US Airways. Namun, ia pernah mengungkapkan penyesalannya terkait pembelian saham US Airways senilai USD358 Juta pada tahun 1989. Perusahaan tersebut dilikuidasi pada tahun 2015, Buffett mendapatkan kembali modalnya, dan kini US Airways dikenal sebagai maskapai American Airlines.

Mengapa Buffett menganggapnya sebagai suatu kesalahan? Karena harga sahamnya tak pernah benar-benar meningkat, sehingga ia hanya mendapatkan kembali investasi pokoknya saja.

 

Selain ketiga kesalahan investasi ini, Warren Buffett juga pernah menyampaikan banyak pengalaman lain yang disesalinya. Diantaranya kehilangan kesempatan investasi di Amazon dan Google yang kini menjadi dua perusahaan raksasa berskala internasional. Upaya Buffett mengakui kesalahan-kesalahan ini merupakan pelajaran penting bagi kita agar tak mudah jatuh hanya karena beberapa kesalahan saja, selalu meneliti suatu perusahaan sebelum membeli, tak ragu melakukan cut loss, serta tak mudah puas menghadapi harga saham koleksi yang stagnan.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar