Peluncuran sebuah usaha baru adalah hal menyenangkan, dan pastinya dipenuhi dengan optimisme, terutama ketika anda berfikir anda memiliki sesuatu yang berharga dan inovatif untuk dibagikan dengan dunia. Namun faktanya, anda mungkin memiliki produk atau konsep bisnis paling orisinil dan kreatif, dan masih cukup aman sekalipun anda belum begitu yakin dengan apa yang harus dilakukan untuk mencapai kesuksesan. Adakalanya, banyak hal yang terlupakan saat mendirikan usaha, sehingga bisnis yang diharapkan akan mengalami kesuksesan akhirnya mengalami banyak kendala, bahkan di tahun pertama.
Namun, perlu diketahui bahwa diperlukan upaya sadar untuk menyelesaikan sejumlah tahapan yang sangat penting sebelum melangkah ke tahap berikutnya dalam perjalanan sebuah usaha. Ada beberapa hal yang terlupakan saat mendirikan usaha, terutama bagi pengusaha baru. Jika anda sudah bersiap untuk mendirikan sebuah perusahaan, anda mesti memberikan perhatian yang ketat terhadap pentingnya masing-masing tahap ini dan mempertimbangkan cara paling efektif untuk mengatasinya.

4 Hal Yang Terlupakan Saat Mendirikan Usaha
Berikut adalah beberapa hal yang perlu anda perhatikan saat mendirikan sebuah usaha. Ada beberapa hal yang terlupakan saat mendirikan usaha dan mesti menjadi bahan perhatian anda sebelum meluncurkan sebuah usaha:
Lakukan Riset
Penelitian selalu menjadi tahap pertama sebelum memulai setiap usaha. Sebelum mempertimbangkan tahap penting berikutnya, sebaiknya alokasikan waktu khusus untuk melakukan investigasi atau riset terhadap target pasar, kebutuhan konsumen, persaingan, kebutuhan produk dan/atau jasa, serta kewajiban hukum. Kemudian, satu atau dua tahun berikutnya, anda mungkin akan menyadari bahwa hambatan-hambatan tertentu dapat menghambat anda untuk maju dalam upaya pengembangan produk atau ekspansi bisnis.
Kerap kali, pengusaha baru tidak berhasil mengidentifikasi permintaan pasar yang sesungguhnya. Akhirnya, banyak perusahaan yang harus benar-benar tutup karena sesungguhnya pasar tidak membutuhkan produk atau jasa yang mereka tawarkan.
Dapatkan Modal Yang Cukup
Mungkin sulit untuk mengukur dengan jelas seberapa pentingnya pendanaan yang mencukup untuk mendirikan dan mempertahankan sebuah usaha, hingga mencapai titik impas (break even point). Menurut sebuah riset yang dilakukan CB Insights, sekitar 38% usaha gagal karena kehabisan uang dan/atau tidak mendapatkan modal yang cukup. Kecukupan modal kerap menjadi hal yang terlupakan saat mendirikan usaha. Jika anda tidak jeli mengidentifikasi aliran uang, maka anda baru sadar permasalahan sesungguhnya ketika usaha anda tidak lagi hidup karena ‘denyut nadi’nya terhenti, yakni aliran uang.
Kecuali jika anda secara langsung mampu menyuntikkan uang yang dibutuhkan agar usaha tersebut bertahan, maka anda harus mampu menarik investor di setiap ronde pendanaan agar target di setiap tahapan bisa tercapai. Para pengusaha juga terkadang tidak menyadari berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan modal. Dengan skenario paling sederhana sekalipun, dibutuhkan waktu setidaknya 6 bulan untuk mendapatkan pendanaan. Artinya, anda membutuhkan uang yang cukup di bank untuk menutupi pengeluaran perusahaan, hingga perusahaan mendapatkan suntikan modal dari investor atau bank.
Dapatkan Tim Yang Sesuai
Singkatnya, sebaiknya jangan mengerjakan semuanya sendiri. Kecuali jika anda seorang solopreneur yang memilih memberikan jasa profesional sendiri dan tidak berencana mengembangkan usaha tersebut, anda akan membutuhkan orang-orang yang tepat di sekitar anda untuk membantu mengembangkan perusahaan. Layaknya semua orang, anda tentu memiliki keterbatasan dan kelemahan. Dengan membantu tim yang tepat untuk mengisi ‘area kosong’ tersebut, perusahaan anda berpeluang lebih besar untuk meraih sukses.
Anda bisa saja merekrut karyawan magang atau personil yang belum berpengalaman untuk menghemat biaya. Sepanjang orang tersebut bisa diandalkan dan bisa mengikuti instruksi anda, tidak ada salahnya dicoba, terutama jika perusahaan anda sudah memiliki SOP yang jelas dan program pelatihan yang memadai.
Namun, untuk posisi yang lebih tinggi, seperti fungsi manajemen dan eksekutif, atau untuk pekerjaan yang membutuhkan skill tertentu, maka sebaiknya berlakukan ketentuan tentang pengalaman dan etika kerja. Selain itu, jika anda berencana mencari pendanaan dari investor, anda akan membutuhkan tim manajemen yang mampu menunjukkan pengalaman dan profesionalisme yang relevan.
Tingkatkan Keahlian Manajerial dan Kepemimpinan
Jika anda adalah salah satu pemilik di perusahaan, terlepas dari tingkat keterlibatan anda dalam operasi sehari-hari, anda membutuhkan keahlian manajemen dan kepemimpinan proaktif yang sesuai untuk mengevaluasi kinerja perusahaan dan menggerakkan ‘kemudi’ ke arah yang tepat. Anda adalah seorang pembuat kebijakan, dan keputusan yang tepat tidak bisa diambil jika ada hal-hal yang terlewatkan.
Area yang perlu anda kuasai antara lain keuangan, data, dan fungsi eksekusi. Aspek ini adalah beberapa hal yang terlupakan saat mendirikan usaha, padahal ketiganya sangat krusial. Anda juga perlu mengasah keahlian kepemimpinan sehingga anda bisa mendelegasikan tugas dengan tepat dan mampu membangun budaya perusahaan yang positif bagi tim eksekutif dan semua orang di perusahaan. Jika anda seorang pendiri atau investor di perusahaan, sebaiknya kembangkan keahlian kepemimpinan anda secara terus-menerus, agar anda tidak melewatkan hal-hal penting yang berpengaruh terhadap perkembangan perusahaan.
Tagged With : Cara Mengatur Keuangan Bisnis • edukasi bisnis • manajemen keuangan