Keberagaman dan Inklusi di Perusahaan: Kunci Menarik Gen-Z

Isu tentang keanekaragaman dan inlusi di perusahaan semakin penting belakangan ini. Meskipun upaya mewujudkannya masih dihadapkan pada berbagai tantangan dan kelemahan, namun diakui secara universal bahwa perusahaan yang staf-nya berasal dari berbagai budaya, ras, agama, usia, jenis kelamin, dan latar belakang yang berbeda-beda memiliki performa lebih baik jika dilihat melalui berbagai alat ukur. Keberagaman dan inklusi di perusahaan membawa keuntungan bagi perusahaan. Perusahaan yang menerima keanekaragaman mampu menghasilkan lebih banyak keuntungan, menunjukkan interaksi yang lebih tinggi antar-karyawan maupun antara karyawan dengan pimpinan, serta memiliki inovasi.

Lalu Bagaimana Mendorong Keberagaman dan Inklusi di Perusahaan?

Lalu, bagaimana cara mendorong keberagaman dan inklusi di perusahaan sehingga anda bisa mendapatkan manfaatnya? Beberapa tips berikut mungkin dapat membantu anda:

keberagaman dan inklusi di perusahaan

Mulailah Menarik Bakat-Bakat Muda dari Kalangan Gen-Z

Keanekaragaman menjadi semakin penting bagi perusahaan yang ingin menarik dan mempertahankan generasi Gen-Z. Meskipun perusahaan anda saat ini belum merasakan perlunya menarik segmen populasi ini, ada sejumalah alasan mengapa anda mestinya mulai mempertimbangkannya. Gen-Z adalah bagian dari angkatan kerja yang sedang tumbuh. Mereka adalah generasi yang tidak hanya membawa keahlian, namun juga minat (passion) dan prinsip-prinsip hidupnya ke dunia kerja. Sebagai kelompok populasi yang murni digital, mereka memiliki keahlian tingkat tinggi.

Gen-Z merupakan generasi paling beragam dalam sejarah, dan generasi ini memberikan dampak yang masif terhadap dunia kerja. Bahkan menurut suvery Deloitte, keseluruhan industri dan bisnis akan naik-turun sesuai gelombang Generasi Z (Gen-Z). Selain itu, sejumlah studi menunjukkan bahwa keberagaman sangat penting bagi Gen-Z yang sedang mencari informasi pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.

Menurut jajak pendapat yang dilakukan Monster, 83% responden dari kalangan Gen-Z menyakan bahwa mereka mempertimbangkan komitmen terhadap keberagaman dan inklusi di perusahaan saat memutuskan untuk menerima atau menolak sebuah posisi. Menurut sebuah survey lain, 75% Gen-Z akan berfikir dua kali untuk melamar pekerjaan di sebuah perusahaan jika mereka tidak puas dengan upaya perusahaan mewujudkan dan mendorong keberagaman dan inklusi.

Utamakan Retensi Dibanding Rekrutmen

Keberagaman adalah kunci dalam mempertahankan karyawan dari Gen-Z. Saat ini, retensi jauh lebih penting dibanding rekrutmen. Seperti diketahui seluruh pengusaha, merekrut orang-orang berbakat yang cocok secara kultural dengan perusahaan sangat sulit dilakukan, dan saat ini bahkan semakin sulit. Rekrutmen juga semakin mahal dan membutuhkan waktu lama. Akibatnya, banyak perusahaan berusaha mencari cara untuk menyederhanakan operasi mereka, terutama dalam menangani masalah finansial dan tekanan lainnya.

Namun, bukan berarti retensinya mudah. Dibutuhkan perhatian dan fokus untuk mempertahankan karyawan berbakat. Semakin berbakat seseorang, semakin banyak yang meminta mereka. Semangat kewirausahaan Gen-Z yang sangat dibutuhkan di tempat kerja juga memiliki sisi balik. Mereka percaya diri untuk berganti pekerjaan atau keluar dari sebuah perusahaan jika merasa tidak cocok.

Karyawan yang merasa nyaman di tempat kerja, baik secara fisik dan mental, secara alamiah akan lebih loyal dan perhatian terhadap pimpinan atau perusahaan, serta rekan kerjanya. Hasilnya adalah, mereka merasa betah dan mau bertahan di perusahaan. Itulah sebabnya keberagaman dan inklusi di perusahaan sangat penting dalam upaya mempertahankan karyawan. Namun, ada hal-hal tertentu yang perlu diingat saat perusahaan berupaya mempertahankan Gen-Z.

Misalnya, lebih sepertiga Gen-Z mengatakan bahwa mereka tahu jika seseorang hanya memanfaatkannya. Selain itu, hampir 60% Gen-Z juga percaya bahwa mestinya ada alternatif yang tidak bias gender di formulir-formulir lamaran pekerjaan secara online. Menurut sebagian dari mereka, pertanyaan tentang jenis kelamin tidak lagi relevan.

Bagaimana Menarik Karyawan dari Generasi Z?

Dari semua penjelasan di atas, muncul suatu pertanyaan: Bagaimana? Hal pertama yang perlu diingat adalah baahwa apapun solusi yang terfikir oleh anda, maka sifatnya harus spesifik sesuai kondisi perusahaan, tujuan, dan sumber daya yang anda miliki. Tidak ada satu solusi untuk semua masalah. Demikian juga dengan manusia. Kebijakan menutupi permasalahan mungkin bekerja sementara, namun pada akhirnya akan membawa hasil yang tidak memuaskan.

Pada dasarnya semua perusahaan memiliki cara sendiri untuk menarik dan mempertahankan Gen-Z, serta menerima keberagaman di perusahaan. Beberapa langkah dasar berikut mungkin membantu:

  • Rancang suatu program yang berorientasi keberagaman dan inklusi. Pastikan program anda mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan Gen-Z yang beragam dan berubah-ubah. Misalnya, perusahaan bisa menyisihkan anggaran untuk memastikan program tersebut berjalan. Jika tidak dikawal dengan ketat, bisa jadi program tersebut gagal karena faktor lain. Salah satu kunci sukses dalam menjalankan suatu program di lingkungan kerja yang latar-belakangnya beragam adalah upaya berkelanjutan dari waktu ke waktu.
  • Berkomunikasilah secara efektif. Ada dua cara melakukannya. Yang pertama adalah mengumpulkan informasi dari anggota tim, sehingga anda bisa memenuhi kebutuhan mereka secara lebih baik. Jadi, anda mungkin harus memahami generasi yang tidak seangkatan dengan anda. Kedua adalah menjelaskan bahwa anda sedang menggunakan pendekatan dalam mewujudkan keberagaman dan inklusi di perusahaan dan apa tujuan yang anda targetkan. Coba dapatkan feedback yang membangun dari mereka;

Mulailah mengambil langkah-langkah konkrit untuk memastikan bahwa lingkungan kerja di perusahaan lebih beragam dan inklusif. Tentunya, masih banyak pekerjaan rumah untuk menjadikannya sebagai aspek penting dalam dunia kerja. Namun dengan mengambil tindakan, cepat atau lambat anda bisa mendorong terjadinya perubahan yang berarti di perusahaan.

Tagged With :

Leave a Comment