Jenjang Karir Orang Narsis: Cepat Mencapai Posisi Puncak?

XM broker promo bonus

Benar gak sih kalau orang-orang narsis justru bisa meniti jenjang karir lebih cepat? Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki tingkat narsisme yang tinggi berpeluang dipromosikan lebih cepat. Mengapa jenjang karir orang narsis justru lebih mulus? Orang-orang narsis cenderung menanamkan budaya individualistik di perusahaan, sehingga cenderung mengurangi kolaborasi dan integritas. Mereka bahkan dikenal kerap membuat keputusan-keputusan yang gegabah dan beresiko, sehingg dapat mengancam keutuhan perusahaan dalam jangka panjang.

Jenjang Karir Orang Narsis Lebih Mudah? Mengapa?

Orang-orang narsis juga berpeluang lebih tinggi terlibat dalam upaya agresif mengelakkan pajak serta beresiko terlibat dalam penyalahgunaan kekuasaan. Sejumlah ilmuwan manajemen bahkan berspekulasi bahwa narsisme bisa menghancurkan perusahaan secara keseluruhan, seperti halnya yang terjadi pada kasus Enron di Tahun 2001.

jenjang karir orang narsis

Namun, di balik kekhawatiran terhadap efek negatif narsisme tersebut, ternyata tidak banyak yang diketahui bahwa orang-orang yang cenderung egois dan percaya diri secara berlebihan ini justru lebih cepat mencapai posisi yang tinggi. Apakah ambisi atau sikap narsisme bisa membuat seorang mudah dipromosikan, sehingga mereka lebih cepat mencapai posisi tinggi dibanding orang-orang kebanyakan? Apakah para pemimpin narsis merupakan suatu fenomena toksik dan ganjil di lingkungan kerja kebanyakan?

Sebuah tulisan terbaru dari sekelompok peneliti Italia mencoba menutup gap pada pengetahuan kita, dan hal itu memberikan implikasi serius terhadap bagaimana perusahaan memilih dan memberi penghargaan kepada karyawannya. Ada banyak alasan untuk curiga bahwa jenjang karir orang narsis cenderung lebih mulus dibanding teman-temannya.

Orang-orang narsis dinilai cukup baik dalam mempromosikan dirinya dan memastikan bahwa kontribusi mereka diakui, meskipun sebenarnya mereka tidak berhak mendapatkan rasa harga diri setinggi itu. Sebuah penelitian di Tahun 2017 menemukan bahwa rasa harga diri yang tinggi pada orang-orang narsis sebenarnya tidak sebanding dengan prestasi mereka yang sesungguhnya (umumnya, prestasi mereka tidaklah melampaui orang-orang di sekitar mereka).

Baca Juga:   Ide Potensial Untuk Kerjasama Bank dan Fintech: Part 1

Karena menilai dirinya sangat tinggi, orang-orang narsis juga cenderung memasang rencana-rencana ambisius untuk masa depannya. Ada kalanya, hal itu membuat atasan atau dewan rekrutmen terkesan, sehingga mereka pada akhirnya mendapatkan posisi yang tinggi. Memang, tidak bisa dielakkan bahwa orang-orang yang terus-menerus berusaha menarik perhatian akan menyingkirkan orang-orang di sekitarnya.

Jenjang Karir Orang Narsis: Apa Kata Riset

Ada kalanya, arogansi mereka akan terlihat. Ada juga yang mendapat pengakuan karena kerja keras mereka. Namun hingga saat ini, belum diketahui skenario mana yang lebih lazim terjadi. Fakta ini menginspirasi seorang asisten profesor bernama Paola Rovelli dari Free University of Bozen-Bolzano beserta seorang rekannya untuk melakukan investasi yang melibatkan para pejabat tinggi di Italia.

Saat mereka mencoba menggali literatur tentang narsisme di kalangan CEO, mereka menemukan bahwa sebagian besar literatur yang anda fokus pada konsekuensi dari sifat tersebut bagi perusahaan. Penelitian mereka didasarkan pada data dari sebuah survey sebelumnya terhadap sekitar 200 CEO Italia, yang sebelumnya menjawab sejumlah pertanyaan mendalam tentang manajemen perusahaan mereka.

Secara keseluruhan, mereka menemukan bahwa seseorang dengan tingkat narsisme tinggi lebih cepat 29% dalam perkembangan karirnya hingga ke posisi puncak, dibanding kandidat kebanyakan yang memiliki kualifikasi sama. Sayangnya, promosi diri secara terus-menerus dari orang-orang narsis ini dapat membuat  orang lain yang bekerja keras namun bersikap rendah hati menjadi tersisih.

Lebih menarik lagi, penemuan ini berlaku untuk bisnis keluarga maupun yang bukan milik keluarga. Faktanya, loyalitas terhadap keluarga tidaklah bertahan lama ketika berhadapan dengan orang-orang yang bertekad untuk maju dan menonjol dibanding orang-orang sekitarnya. Perlu diingat bahwa dampak narsisme terhadap jejak karir seseorang bisa jadi dipengaruhi jenis kelaminnya. Penelitian di Italia tersebut menunjukkan bahwa wanita cenderung memiliki skor narsis lebih rendah dibanding pria. Sayangnya, sampel penelitian tersebut terlalu kecil, sehingga mereka tidak bisa mengambil kesimpulan yang kuat.

Baca Juga:   Membangun Kerjasama Tim: 4 Kebiasaan Baru bagi Pemimpin

Jenjang Karir Orang Narsis: Bagaimana Mengenali Mereka

Para peneliti tersebut percaya bahwa hasil temuan mereka memiliki implikasi yang serius terhadap lingkungan kerja, karena mereka menunjukkan bahwa orang-orang narsis sebenarnya disukai orang lain, meskipun mereka kerap menimbulkan masalah bagi perusahaan.  Menurut mereka, promosi cepat yang didapat orang-orang narsis ini agak mengkhawatirkan, karena mereka sebenarnya tidak memiliki pengalaman yang cukup untuk memikul tanggung jawab. Hal ini dapat memperburuk dampak dari kebijakan sembrono yang mungkin mereka ambil.

Untungnya, ada beberapa langkah praktis yang bisa diambil perusahaan untuk meminimalisir dampak narsisme terhadap lingkungan kerja. Di antaranya adalah proses rekrutment yang lebih cerdas, yakni proses yang mampu mengenali orang-orang yang memiliki masalah kepribadian sebelum mereka mencapai posisi yang tinggi. Selain itu, tim rekrutmen harus benar-benar mempelajari dan mengecek latar belakang kandidat sejak awal. Hal ini dapat meminimalisir resiko merekrut orang-orang yang bermasalah dengan kepribadian dan hubungan dg orang lain.

Tagged With :

Leave a Comment