Investasi Deposito Valas dan Deposito Biasa, Lebih Menguntungkan Mana?

Mayoritas bank di Indonesia menyediakan deposito biasa dengan setoran berupa Rupiah dan ditarik dalam bentuk Rupiah juga. Namun, sebagian bank umum nasional bereputasi tinggi juga menyediakan deposito valas. Bagaimana perbandingan antara deposito valas dan deposito biasa? Lebih menguntungkan mana bagi kita? Simak ulasannya di sini.

Perbedaan Deposito Valas dan Deposito Biasa

Deposito valas memiliki sejumlah perbedaan mencolok jika dibandingkan dengan deposito Rupiah biasa. Diantaranya:

1. Mata uang dana yang disetorkan sebagai deposito valas dapat berupa Dolar AS, Poundsterling, Dolar Singapura, Yen Jepang, Euro, atau mata uang asing lainnya.

2. Suku bunga deposito valas mengikuti suku bunga internasional, sehingga persentasenya lebih rendah dibanding bunga deposito Rupiah biasa. Contohnya saat artikel ini ditulis, suku bunga deposito valas di BCA berkisar antara 0.95 persen hingga 1.25 persen saja; padahal suku bunga deposito rupiah berkisar antara 5.50 persen hingga 6.00 persen.

3. Setoran Rupiah ke deposito valas dan pencairan deposito valas ke Rupiah dapat dikenai kurs jual/kurs beli sesuai rate yang berlaku di bank Anda. Jadi, ada biaya ekstra yang harus Anda tanggung jika dana awal bukan valas.

Dengan melihat ketiga perbedaan itu, apakah menurut Anda deposito rupiah biasa lebih menguntungkan ketimbang valas!? Ya, bagi masyarakat umum, memang demikian. Namun, ada kasus-kasus tertentu ketika deposito valas bisa jadi lebih menguntungkan, yaitu:

1. Bagi orang-orang yang sering menukar valas ke Rupiah atau sebaliknya (karena perjalanan wisata, sekolah, bisnis, atau kepentingan lainnya), deposito valas dapat melindungi dana yang telah disiapkan untuk perjalanan tersebut dari fluktuasi nilai tukar Rupiah.

2. Bagi orang-orang yang mendapat gaji dalam bentuk valas, misalnya TKI di luar negeri, maka lebih baik menabung dalam bentuk valas sembari menunggu waktu yang tepat untuk mengkonversinya menjadi Rupiah, jika dana tersebut tidak dibutuhkan secara urgen. Apabila asal mengkonversi valas jadi Rupiah setiap bulan, maka akan ada waktunya kena rate yang tidak menguntungkan; daripada demikian, bukankah lebih baik menunggu waktu yang tepat saja!?

Nah, setelah mengetahui ini, coba pertimbangkan apakah deposito valas atau deposito biasa yang lebih menguntungkan bagi Anda. Dalam pertimbangan ini, jangan hanya memperhitungkan bunga saja, karena ada hal-hal seperti rate konversi valas-Rupiah dan bea administrasi yang pasti dikenakan oleh pihak bank.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar