Ingin Mendirikan perusahaan teknologi? Perhatikan Hal ini – Part 4

XM broker promo Hadiah

Ini adalah bagian keempat dari rangkaian pembahasan tentang berbagai pertanyaan, tantangan, dan permasalahan yang dihadapi saat mendirikan perusahaan teknologi. Memang betul, banyak aspek yang perlu dipertimbangkan, mulai dari ketersediaan finansial, sumber daya, desain produk, pemasaran, dan sejumlah aspek lainnya. Bahkan, setelah usaha anda berdiri, beroperasi, dan mendapatkan konsumen, masih banyak aspek lain yang mesti anda tangani, misalnya adalah kontrak dengan konsumen maupun mencari investor untuk tambahan dana.

Isu Penting Lain dalam Mendirikan Perusahaan Teknologi

Selain sejumlah isu yang dibahas di atas, berikut anda beberapa pertanyaan lain seputar mendirikan perusahaan teknologi:

mendirikan perusahaan teknologi 4

Apa yang perlu saya perhatikan terkait kontrak konsumen?

Kontrak bisnis merupakan perjanjian tertulisan yang mengikat secara hukum antara dua pihak atau lebih. Kontrak merupakan bagian penting dari sebuah usaha, jadi harus dibuat dan/atau dinegosiasikan secara seksama. Meskipun sebagian besar usaha kecil menengah melakukan bisnis hanya setelah berjabat tangan secara informal atau berdasarkan pemahaman yang tak diungkapkan secara tertulis oleh kedua belah pihak, semakin banyak hal yang dilibatkan, semakin penting keberadaan sebuah kontrak.

Sebuah kontrak berfungsi sebagai aturan yang harus diikuti oleh kedua belah pihak. Kontrak ini memberikan peluang kepada masing-masing pihak untuk:

  • Menjelaskan semua kewajiban yang mesti dipenuhi semua pihak;
  • Menjelaskan semua kewajiban yang mesti dipenuhi pihak lainnya;
  • Membatasi liabilitas;
  • Mengatur paramater, seperti jangka waktu pemenuhan kontrak;
  • Menetapkan pembayaran dan ketentuan lainnya;
  • Menjelaskan semua resiko dan tanggung jawab masing-masing pihak.

ak pada intinya adalah pertemuan hati secara tertulis. Meskipun kontrak biasanya diinisiasi oleh salah satu pihak dan cenderung menguntungkan bagi pihak tersebut, semestinya kontrak juga ditinjau sebelum penandatanganan. Bisa jadi ada perubahan atau perkembangan yang perlu disesuaikan, karena kontrak mengikat minimal dua pihak, bukan hanya satu pihak. Akar dari sebuah kontrak adalah masalah finansial, janji untuk mengerjakan sesuatu, atau menyediakan layanan tertentu hingga tanggal yang ditetapkan.

Baca Juga:   Cara Memulai Bisnis Online dari Nol
Apa yang perlu saya tahu saat mencari calon investor?

Nyaris tidak ada orang yang mamu mendirikan perusahaan teknologi sendiri, tanpa investor lain. Jadi, selalu siapkan diri untuk proses ini. Pada tahap tertentu, anda akan membutuhkan suntikan dana dari investor lain. Berikut adalah beberapa hal yang perlu anda perhatikan:

  • Kualitas, minat, komitmen, dan pengalaman pendirinya;
  • Peluang pasar yang sedang diincar dan potensi perusahaan untuk berkembang lebih besar;
  • Dokumentasi/bukti tentang daya tarik perusahaan sejak dini;
  • Kekayaan intelektual atau teknologi milik perusahaan;
  • Valuasi perusahaan secara layak;
  • Kemungkinan perusahaan mau mendapatkan dana tambahan di masa depan, jika progress bisa dicapai.

Biasanya, calon investor akan melihat beberapa aspek tertentu pada perusahaan pemula. Di antaranya adalah daya tarik utama perusahaan, ringkasan gambaran/paparan umum perusahaan, prototipe atau model kerja produk atau jasa yang disediakan perusahaan, serta konsumen atau mitra awal perusahaan.

Cara terbaik untuk menemukanc alon investor adalah melalui kenalan pribadi dari teman kerja atau sahabat. Gunakan media sosial dengan bijak, seperti LinkedIn untuk memastikan bahwa koneksi sangat penting dalam bisnis anda. Selain rekan dan sahabat, anda bisa mencoba mencari koneksi dari rekanan, seperti pengacara, pemilik bank investasi, akuntan, pengusaha lain, atau bahkan dari situs crowdfunding.

Apa yang mesti diperhatikan saat merekrut karyawan?

Semua pengusaha pastinya setuju bahwa karyawan berperan penting dalam kesuksesan perusahaan. Karyawan yang baik dan diseleksi dengan baik pula akan menghasilkan satu tim kerja yang kuat. Cobalah menjawab beberapa pertanyaan berikut saat merekrut calon karyawan anda:

  • Apakah anda yakin bahwa karyawan tidak ingkar dari perjanjian kerja di perusahaan sebelumnya?
  • Apakah anda sudah melakukan pengecekan surat referensinya?
  • Apakah karyawan tersebut memiliki pengalaman kerja yang relevan untuk bidang yang akan dikerjakan?
  • Apakah karyawan tersebut akan sesuai dengan budaya organisasi anda?
  • Apakah anda memiliki bentuk surat pernyataan yang mesti ditandatangani calon karyawan? (Surat tersebut biasanya memberi anda peluang untuk memberhentikan karyawan karena alasan tertentu);
  • Apakah anda yakin bahwa karyawan tidak membawa atau menggunakan informasi rahasia dari perusahaan sebelumnya?
  • Apakah anda menghindari pertanyaan illegal saat wawancara? (Misalnya, berapa usia anda, apa agama anda, dsb?)

Selain perjanjian dengan konsumen dan dengan calon karyawan, anda mungkin juga harus menandatangani perjanjian dengan rekan yang menjadi mitra anda dalam mendirikan perusahaan teknologi tersebut. Semuanya harus jelas sejak dini. Tidak jarang perusahaan yang didirikan atas dasar kemitraan pada akhirnya bubar karena tidak adanya pembagian wewenang dan tanggung jawab yang jelas sejak awal berdirinya perusahaan.

Baca Juga:   Tips Menghindari Bukti Transfer Palsu yang Wajib Diketahui

Lalu, bagaimana cara membuat kesepakatan dengan rekan anda saat mendirikan perusahaan teknologi? Apa konsekuensinya jika anda tidak mengaturnya sejak dini? Semuanya akan dibahas pada postingan berikutnya. Jangan ketinggalan ya…

Tagged With :

Leave a Comment