Ingin Mendapatkan Pendanaan Untuk Pengembangan Usaha? Ini Syaratnya…

Seperti apapun perjalanan bisnis anda saat ini, pendanaan tetaplah menjadi kebutuhan pokok. Bisnis anda saat ini mungkin berada di posisi yang siap untuk dikembangkan, sehingga anda sedang membutuhan opsi pendanaan tambahan. Bahkan sebelum mencoba mendapatkan pendanaan untuk pengembangan usaha, penting bagi anda mengidentifikasi alasan sesungguhnya anda mencari sumber pendanaan dan bagaimana anda akan menggunakan dana tersebut nantinya. Tanpa perencanaan yang matang, bisa saja anda menghabiskan uang pinjaman tanpa benar-benar memberikan dampak untuk pengembangan usaha.

Mendapatkan Pendanaan Untuk Pengembangan Usaha: Lakukan Asesmen Berikut

Uang yang anda dapatkan bisa jadi digunakan untuk membeli peralatan, membayar hutang, menambah karyawan, atau persiapan untuk kondisi darurat. Apapun alasannya, pastikan anda sudah melakukan asesmen atau penilaian dengan tepat sebelum benar-benar menggunakan uang tersebut. Jika anda sudah yakin benar untuk mengajukan pinjaman, maka inilah saatnya untuk melakukan penilaian terhadap kondisi keuangan perusahaan saat ini. Pastikan anda melakukan pengecekan dan asesmen terhadap beberapa hal berikut:

mendapatkan pendanaan untuk pengembangan usaha

Pinjaman Pribadi dan Pinjaman Usaha

Sebelum meminta pendanaan tambahan, lakukan penilaian terhadap pinjaman pribadi dan pinjaman usaha yang sudah ada. Buat urutan berdasarkan besaran dan sumber kreditnya. Lihat kondisinya saat ini. Apakah masih lancar? Atau justru pernah mengalami kredit macet? Kemudian, buat daftar tiga besar atau lima besar perusahaan simpan-pinjam terbaik di daerah anda. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan bahwa anda tidak meminjam uang dari sumber yang tidak terpercaya.

Asset Lancar

Buat catatan semua asset yang masih dimiliki perusahaan saat ini dan masih bisa digunakan untuk mendukung investasi anda. Bisa jadi, ada aset perusahaan yang sebenarnya tidak begitu digunakan dan bisa anda jual untuk mendapatkan uang tunai tambahan. Ada baiknya anda berkonsultasi dengan seorang akuntan atau perencana keuangan untuk mendapatkan asesmen yang lebih akurat tentang situasi keuangan perusahaan.

Baca Juga:   Perbedaan Rekening Giro dan Rekening Tabungan Biasa
Agunan

Lihat apakah ada asset yang bisa anda gunakan sebagai agunan untuk kredit. Misalnya adalah mobil, dan properti. Biasanya, perusahaan kredit akan meminta agunan untuk memastikan anda benar-benar serius dengan kredit tersebut dan anda mampu membayarnya kembali. Sekali lagi, sebelum mendapatkan pendanaan untuk pengembangan usaha, lakukan konsultasi dengan akuntan atau penasehat keuangan untuk mendapatkan gambaran paling akurat tentang situasi keuangan perusahaan sekaligus anjuran-anjuran yang berguna bagi anda nantinya.

Valuasi Bisnis

Anda mungkin membutuhkan valuasi bisnis pada situasi tertentu. Sejumlah investor mungkin ingin melihat valuasi bisnis anda saat mempertimbangkan apakah akan menyetujui permohonan kredit anda atau tidak. Dalam bahasa sederhana, valuasi bisnis adalah suatu proses untuk menentukan nilai ekonomis dari usaha anda. Bagaimanapun ukuran bisnis anda (mikro, kecil, menengah, atau besar), proses ini biasanya melibatkan penilaian secara penuh dan objektif terhadap setiap aspek usaha anda.

Penilaian dalam valuasi bisnis mencakup peralatan, inventaris, persediaan, properti, aset lancar, dan segala sesuatu yang memiliki nilai ekonomis di perusahaan anda. Struktur manajemen, jumlah karyawan, pendapatan, dan proyeksi pendapatan bisa jadi masuk dalam evaluasi. Jadi, pastikan anda berkonsultasi dengan tim finansial anda sebelum memulai valuasi bisnis.

Mendapatkan Pendanaan Untuk Pengembangan Usaha: Apa Yang Berpengaruh?

Setelah melakukan asesmen di atas, tahap berikutnya adalah mencari sumber pendanaan. Evaluasi terhadap kondisi keuangan perusahaan sangat penting sebagai pijakan awal bagi anda. Namun, perlu diketahui juga bahwa ada beberapa aspek lain yang mempengaruhi peluang anda untuk mendapatkan kredit usaha. Di antaranya:

  • Riwayat Kredit. Pemberi pinjaman pastinya ingin memastikan bahwa perusahaan dan pemiliknya jujur dan bisa dipercaya untuk membayar kembali uang yang dipinjamnya. Perusahaan biasanya menilai berdasarkan riwayat kredit atau laporan kredit usaha. Ada kalanya, mereka juga akan melakukan pengecekan terhadap penyedia kredit sebelumnya untuk memastikan riwayat kredit anda di masa lalu. Jadi, sebelum mengajukan permohonan untuk mendapatkan pendanaan untuk pengembangan usaha, pastikan anda mengevaluasi riwayat kredit anda di masa lalu.
  • Kapasitas Kredit. Evaluasi ini berguna untuk menilai kemampuan perusahaan membayar kembali pinjaman. Evaluasi kapasitas kredit mencakup cash flow, riwayat bank, riwayat pembayaran, sumber dana tambahan, atau dana cadangan yang dimiliki perusahaan. Cara terbaik untuk menunjukkan kapasitas kredit anda adalah menyajikan cash flow yang positif, rating bank yang baik, dan riwayat pembayaran kredit yang positif di masa lalu.
  • Modal yang diinvestasikan. Salah satu faktor yang digunakan bank atau pemberi pinjaman dalam mengevaluasi pinjaman kredit usaha adalah jumlah dana yang diinvestasikan pemiliknya. Jika dana awal yang diinvestasikan cukup besar, biasanya pemberi kredit akan condong untuk menyetujui permohonan kredit.
Baca Juga:   Investasi Jangka Panjang Terbaik: Jenis dan Manfaatnya

Intinya, pemberi pinjaman baik itu bank atau perusahaan simpan-pinjam akan menilai rasio antara hutang dengan ekuitas anda untuk memastikan berapa banyak uang yang diminta dan kelayakannya dengan kapasitas usaha anda saat ini. Perlu diingat, pemberi pinjaman akan menyetujui permohonan anda jika mereka yakin anda akan mampu dan mau membayarnya kembali. Pastikan anda melakukan evaluasi secara komperensif sebelum berusaha mendapatkan pendanaan untuk pengembangan usaha anda.

Tagged With :

Leave a Comment