Industri Manufaktur Elektronik Digerakkan Oleh 3 Trend Ini

Pada Tahun 2020, industri manufaktur elektronik dunia diperkirakan akan menghadapi angin perubahan yang cukup keras. Salah satunya disebabkan oleh kebijakan bea cukai yang memaksa produsen untuk menghabiskan banyak waktu, energi, dan biaya untuk mengidentifikasi pemasok baru, memindahkan rantai pasok, mencari peluang dari aturan yang ada, atau bahwa melakukan berbagai lobby untuk kepentingan bisnis.

Gejolak dalam industri manufaktor elektronik bermula dari pemberlakuan tarif bea cukai 15-25% dari China ke Amerika Serikat sejak pertengahan Tahun 2018. Brand-brand elektronik dunia berusaha untuk menghindarinya. Banyak yang berhasil, namun mungkin tidak seperti yang anda bayangkan. Sebagian dari mereka memanfaatkan ‘celah’ yang ada pada aturan bea cukai. Misalnya, jika finalisasi produk dilakukan di luar China, maka produk tersebut dinyatakan bukan ‘buatan China.”

industri manufaktur elektronik

Industri Manufaktur Elektronik dan Bea Cukai

Secara umum, industri manufaktur elektronik pada tahun 2020 diperkirakan akan digerakkan oleh beberapa trend berikut:

Rantai Pasok Tersebar

Rantai pasok yang tersebar mengisyaratkan resiko dan pekerjaan yang tersebar pula. Di akhir Tahun 2019, rantai pasok elektronik dunia menunjukkan persebaran paling luas. Banyak brand pindah. Artinya, resiko bisnis mereka juga ikut menyebar, baik resiko geopolitik, resiko kekuatan alam, atau resiko lain seperti virus corona yang sedang menjadi isu dunia saat ini.

Namun, andaikan perusahaan elektronik ini ditawarkan untuk ‘kembali’ saat tarif bea cukai turun suatu saat, sebagian besar akan menjawab TIDAK. Secara umum, perusahaan elektronik memiliki pandangan yang sama: mereka ingin pindah untuk sementara waktu, dan mereka juga mendapat manfaat dari aktivitas yang tersebar tersebut.

Namun, tetap ada resiko yang harus diantisipasi. Dengan melakukan trik transformasi di atas, perusahaan elektronik menjalankan sistem yang lebih kompleks, karena aktivitas bisnis yang tadinya hanya berlangsung di ruangan atau gedung terpisah kini berlangsung di negara yang berbeda-beda. Artinya, setidaknya ada dua garis yang harus dipantau. Rantai pasok yang tadinya hanya 6 minggu mungkin berlangsung hingga 8 minggu. Tim yang tadinya hanya bertanggung jawab untuk satu pabrik harus mampu mengawasi dua atau lebih pabrik di tempat yang berbeda.

Baca Juga:   4 Alternatif Sumber Pembiayaan Bagi Pengusaha Wanita
Teknologi Cloud

Satu lagi trend yang mau tidak mau akan mempengaruhi industri manufaktur elektronik adalah teknologi berbasis cloud. Meskipun teknologi ini sudah dipromosikan secara gencar selama beberapa tahun terakhir, pada kenyataannya masih banyak perusahaan manufaktur yang menolaknya untuk mengamankan sistem data yang sudah ada.

Setiap perusahaan tentunya harus membayar ‘harga’ tertentu untuk setiap perubahan yang dilakukan terhadap status quo yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Pada akhirnya, teknologi berbasis cloud bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Operasi perusahaan tidak akan efektif jika dijalankan secara manual dari lokasi yang terpisah-pisah. Meskipun masih ada isu terkait keamanan data dan perlindungan rahasia dagang, teknologi cloud menyelesaikan banyak masalah yang selama ini dialami banyak perusahaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, para pelaku di industri manufaktur elektronik semakin gencar membangun database cloud milik sendiri. Mereka bekerja sama dengan penyedia jasa cloud yang selama ini mereka hindari. Database cloud menawarkan cara baru untuk mengumpulkan, mengolah, dan mengubah data dari seluruh dunia. Bahkan, penggunaan database sederhana terbukti dapat membawa penghamatan atau efisiensi yang sangat signifikan bagi perusahaan.

Kesinambungan

Isu lingkungan dan kesenimbanguan dalam industri manufaktur elektronik masih sebatas hiasan kata (lip service). Berbagai pernyataan seperti “Kami menggunakan plastik hasil daur ulang!” atau “Produk kami dapat didaur ulang!” dan semacamnya. Padahal, mereka membuat produk tersbeut dengan menggunakan tenaga robot raksasa yang membutuhkan daya listrik besar.

Ya,,, definisi kesinambungan berbeda-beda. Namun, kesinambungan pada dasarkan berorientasi pada penggunaan bahan-bahan bebas racun, proses yang ramah lingkungan, komponen yang dapat didaur ulang, dan pengurangan emisi karbon. Contoh lainnya (yang bersifat tidak langsung) adalah membuat produk yang tahan bertahun-tahun. Pasalnya, hal ini mungkin bertentangan dengan tujuan perusahaan untuk menjual lebih banyak produk.

Baca Juga:   Informasi Seputar Bisnis Jasa Kurir

Sejumlah studi menunjukkan kalau industri elektronik masih memiliki banyak pekerjaan rumah dalam menciptakan produk yang ramah lingkungan. Masalah terutama terlihat pada proses produksi. Sebagai contoh, smartphone adalah penyumbang 80% terhadap total jejak karbon pada siklus hidup produk elektronik.

Data menunjukkan bahwa kesinambungan lingkungan baik untuk strategi pemasaran maupun untuk bisnis itu sendiri. Saat sebuah brand mengadopsi inisiatif ini, maka mereka akan menyadari bahwa perbaikan terhadap indikator bisnis akan diikuti oleh perbaikan terhadap keluaran maupun hasil dari bisnis yang ramah lingkungan.

Sebenarnya, masih banyak aspek lain yang mempengaruhi industri manufaktur elektronik di Tahun 2020 ini. Namun, isu tentang distribusi kerja, penyimpanan data berbasis cloud maupun isu lingkungan sepertinya akan tetap mendominasi  di tahun ini. Artinya, perusahaan yang ingin sukses dalam bisnis harus memperhatikan isu maupun trend di atas agar tetap bertahan dalam persaingan yang semakin ketat.

Tagged With :

Leave a Comment