Berdasarkan data pasar dan analisis teknikal terbaru per 13 Februari 2026, berikut adalah penjelasan mendalam mengenai proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta faktor-faktor yang memengaruhinya:
Kondisi Terkini dan Proyeksi Teknis IHSG
-
Pergerakan Terakhir: IHSG ditutup pada posisi 8.265,35, mengalami pelemahan sebesar 0,31 persen atau turun 25,62 poin pada perdagangan Kamis (12/2). Penurunan ini dianggap sebagai fase konsolidasi setelah indeks gagal mempertahankan posisinya di atas level psikologis 8.300.
-
Analisis Gelombang (Elliott Wave): Menurut MNC Sekuritas, dalam skenario terbaik (best case), IHSG masih memiliki napas untuk menguat. Secara struktur, indeks berpotensi membentuk bagian dari wave (c) dari wave [x] dengan target penguatan berada di rentang 8.377 hingga 8.440.
-
Indikator Momentum: Meskipun melemah, IHSG masih bertahan di atas Moving Average 5 hari (MA5) dan MA200. Indikator MACD menunjukkan penyempitan histogram negatif, sementara Stochastic RSI mulai menunjukkan penguatan di area pivot, yang mengindikasikan adanya sisa tenaga untuk berbalik arah jika tekanan jual mereda.
-
Level Kunci: * Support: 8.150 – 8.200 (sebagai area uji jangka pendek), dengan support kuat di 7.863 dan 7.712.
-
Resistance: 8.300 (level krusial saat ini) hingga 8.517 sebagai target jangka panjang.
-
Sentimen Pemicu Pasar
-
Aksi Ambil Untung (Profit Taking): Pelemahan IHSG dipicu oleh investor yang cenderung merealisasikan keuntungan menjelang libur panjang (long weekend). Fenomena ini lazim terjadi karena pelaku pasar ingin menghindari risiko ketidakpastian selama bursa tutup.
-
Tekanan Mata Uang: Rupiah yang melemah ke level Rp 16.810 per dolar AS menambah beban bagi pasar modal domestik. Penguatan dolar AS secara global menekan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
-
Faktor Domestik (Pidato Presiden): Pasar tengah menantikan sarasehan ekonomi yang digelar Presiden Prabowo Subianto. Investor mencari kejelasan mengenai strategi pemerintah dalam merespons keputusan Moody’s yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.
-
Sentimen Global (Inflasi AS): Fokus investor tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat Januari 2026. Konsensus memprediksi inflasi melambat ke 2,5% (YoY). Jika data ini sesuai atau lebih rendah dari ekspektasi, hal tersebut dapat memberikan sentimen positif bagi pasar saham karena memperbesar peluang pelonggaran kebijakan moneter.
Rekomendasi Saham Pilihan
Para analis memberikan beberapa pilihan saham bagi investor untuk dicermati pada perdagangan hari ini:
-
Strategi Buy on Weakness (MNC Sekuritas):
-
BKSL: Area beli 142–150, Target 161/169, Stoploss < 135.
-
ELSA: Area beli 675–745, Target 795/830, Stoploss < 655.
-
ENRG: Area beli 1.225–1.305, Target 1.460/1.585, Stoploss < 1.180.
-
PSAB: Area beli 515–540, Target 605/635, Stoploss < 505.
-
-
Top Picks Phintraco Sekuritas:
-
Fokus pada saham-saham blue chip dan sektoral seperti SMGR, ASII, INTP, PGEO, dan SMDR yang memiliki fundamental kuat di tengah fluktuasi indeks.
-