IHSG Berpotensi Bervariasi di Tengah Sentimen Global dan Domestik

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bervariasi atau cenderung melemah pada perdagangan Selasa, 8 Juli 2025. Meskipun pada penutupan perdagangan Senin, 7 Juli 2025, IHSG berhasil ditutup menguat 35 poin atau 0,52% ke level 6.900, namun analis dari Phintraco Sekuritas memperkirakan adanya potensi konsolidasi atau perlemahan.

Alasan Prediksi Melemah:

  • Gerak Sideways: IHSG masih bergerak mendatar (sideways) dengan nilai dan volume transaksi yang jauh di bawah rata-rata harian. Kondisi ini secara teknikal menunjukkan adanya kemungkinan konsolidasi.
  • Wait and See Investor: Investor cenderung bersikap menunggu dan melihat (wait and see) di tengah meningkatnya ketidakpastian. Hal ini berkaitan dengan semakin dekatnya batas waktu pemberlakuan tarif impor oleh Amerika Serikat pada 9 Juli, serta potensi kenaikan tarif lebih tinggi pada 1 Agustus 2025.
  • Rentang Konsolidasi: Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran 6.820-6.950.

Pandangan MNC Sekuritas:

Sekuritas melihat penguatan IHSG pada Senin (7/7) didominasi oleh tekanan jual. Meskipun demikian, IHSG masih berpeluang untuk tetap berada di zona hijau, dengan potensi penguatan setidaknya ke rentang 6.992-7.050. Namun, perlu diwaspadai potensi koreksi yang bisa menguji level 6.582-6.721.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan IHSG

Dari Dalam Negeri (Domestik):

  • Cadangan Devisa: Cadangan devisa Indonesia pada Juni 2025 sedikit meningkat menjadi USD 152,6 miliar dari USD 152,5 miliar di Mei 2025. Kenaikan ini ditopang oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penerbitan obligasi global pemerintah. Kenaikan yang terbatas ini mencerminkan upaya Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan ketidakpastian global.
  • Penjualan Sepeda Motor: Penjualan sepeda motor pada Juni 2025 turun 0,3% secara year-on-year (yoy), melanjutkan penurunan 0,1% yoy pada Mei 2025. Penurunan ini disinyalir akibat melemahnya daya beli masyarakat.
  • Data Ekonomi Mendatang: Investor akan menantikan rilis Indeks Kepercayaan Konsumen (Indeks Consumer Confidence) bulan Juni 2025 pada Selasa (8/7).
  • Listing IPO: Investor juga akan mencermati listing sejumlah saham hasil penawaran umum perdana (Initial Public Offering – IPO).

Dari Luar Negeri (Global):

  • Kebijakan Tarif AS: Investor global mencermati perkembangan terkait kebijakan tarif Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 10% terhadap negara-negara yang mendukung kebijakan aliansi BRICS, yang akan mulai berlaku 1 Agustus 2025.

Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Para analis merekomendasikan beberapa saham untuk diperhatikan pada perdagangan Selasa, 8 Juli 2025:

  • Phintraco Sekuritas: PTRO, BREN, SRTG, ASII, TLKM, dan BBRI.
  • MNC Sekuritas: MYOR, PTRO, RATU, dan UNVR.

Penting: Keputusan investasi sepenuhnya merupakan pertimbangan dan tanggung jawab pembaca. Informasi ini bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu.

Leave a Comment