Harga Emas Stabil, Tertahan Bullish Dolar Pasca Kebijakan ECB

Harga emas stabil dengan volume perdagangan yang rendah di sesi Asia Jumat (15/April) siang. Dolar AS dan yield obligasi US Treasury yang menguat, menahan laju kenaikan harga logam mulia tersebut. Namun demikian, permintaan terhadap emas masih terjamin oleh ketidakpastian krisis Ukraina dan kenaian inflasi secara global.

Harga emas spot turun 0.3% ke $1,971.04 per ounce kemarin malam, dan mulai stabil di kisaran $1,972.47 saat berita ini ditulis. Sedangkan harga emas futures di Comex New York, turun setengah persen ke $1,974.9.

Kenaikan harga emas terhalang oleh penguatan Dolar AS pasca pengumuman kebijakan moneter ECB. Bank sentral Eropa tersebut memberikan pernyataan yang mengesampingkan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Padahal pasar mengekspektasikan ECB akan mengikuti The Fed untuk menaikkan suku bunga.

ECB Belum Mau Naikkan Bunga

Kenaikan inflasi di Eropa masih ditangani dengan cara mengurangi stimulus (Quantitative Easing) saja, dan direncanakan akan berakhir di kuartal ketiga tahun ini. Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan bahwa belum ada waktu yang tepat untuk mulai menaikkan suku bunga. Ia menambahkan, ada kemungkinan beberapa pekan atau beberapa bulan lagi setelah skema stimulus ECB berakhir. “Kita akan mengurus kenaikan suku bunga ketika kita sudah sampai di situ,” kata Lagarde.

Kebijakan tersebut membuat Euro melemah dan Dolar AS naik. Harga emas menjadi sulit naik karena tertahan oleh bullish Dolar AS. “Anda mendapat kejutan dovish dari ECB, yang memberikan kekuatan cukup besar untuk dolar AS saat ini. Jadi emas mendapat pukulan keras di sini,” kata Edward Moya, analis senior OANDA.

Penguatan benchmark imbal hasil Treasury AS 10-tahun turut memukul emas. Meskipun logam mulia dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan risiko geopolitik, tetapi kenaikan suku bunga meningkatkan biaya kepemilikan emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Kendati demikian, emas masih menuju kenaikan dua minggu berturut-turut. Sejauh ini, emas sudah naik sekitar 1.3%. Perang Rusia-Ukraina menopang permintaan terhadap emas. “Rusia tampaknya bersiap untuk meluncurkan serangan besar di timur negara (Ukraina) – yang menghasilkan permintaan emas yang cukup besar sebagai tempat yang aman,” kata analis Commerzbank Daniel Briesemann dalam sebuah catatan.

Tagged With :

Leave a Comment