Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Jumat (8/4), imbas perdagangan yang sedang tidak beraturan akibat investor menilai prospek ekonomi dengan Fed bergerak untuk melawan inflasi.
Terpantau Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 137,55 poin atau 0,4 persen menjadi 34.721,12, S&P 500 (.SPX) kehilangan 11,93 poin atau 0,27 persen menjadi 4.488,28 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 186,30 poin atau 1,34 persen menjadi 13.711,00.
Adapun, Indeks STOXX 600 pan-Eropa (.STOXX) naik 1,31 persen dan indeks saham MSCI di seluruh dunia (.MIWD00000PUS) turun 0,04 persen.
Dikutip dari Reuters, Imbal hasil Treasury AS 10 tahun mencapai level tertinggi selama tiga tahun di atas 2,7 pada hari Jumat, sementara indeks dolar AS mencatat persentase kenaikan mingguan terbesar dalam sebulan dibantu oleh prospek pengetatan Federal Reserve yang lebih agresif.
Laporan rilis minggu ini dari pertemuan The Fed Maret menunjukkan “banyak” pejabat siap untuk menaikkan suku dalam kenaikan 50 basis poin dalam beberapa bulan mendatang.
Indeks dolar naik ke 100 untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun. Naik setinggi 100,19 yang tertinggi sejak Mei 2020. Itu sedikit berubah hari ini di 99,822, dan naik 1,3 persen pada minggu ini.
“Kenaikan terbaru dolar adalah puncak dari faktor kenaikan harga mulai dari risiko geopolitik, ketidakpastian pemilu di Prancis, dan prospek suku bunga Fed yang semakin hawkish,” kata Senior Market Analyst Western Union Business Solutions, Joe Manimbo di Washington.
Seiring dengan menguatnya dolar dalam beberapa minggu terakhir, Euro telah ditekan oleh pemilu yang kian ketat di Prancis. Euro turun untuk sesi ketujuh berturut-turut ke level terendah satu bulan di USD 1.0837.
Terakhir berpindah tangan di USD 1.0853 turun 0,3. Ekonomi terbesar kedua di kawasan Eropa, antara Presiden Emmanuel Macron dan kandidat sayap kanan Marine Le Pen. Macron masih unggul dalam jajak pendapat.
Di Treasuries, imbal hasil yang diperoleh selama 10 tahun mencapai 2,73 persen tertinggi sejak Maret 2019 dan imbal hasil sekuritas yang dilindungi oleh inflasi selama 10 tahun masuk dalam kurun waktu 15 basis poin menjadi positif untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun.
Imbal hasil obligasi Treasury selama 10 tahun naik 5,2 basis poin menjadi 2,706 persen sedangkan imbal hasil obligasi 2 tahun naik 5,8 basis poin menjadi 2,520 persen meninggalkan 2/10 tersebar pada 18,41 basis poin.
Sementara itu, risiko pemilihan presiden Prancis juga terlihat di pasar obligasi karena biaya pinjaman Prancis naik, sementara imbal hasil obligasi inti pemerintah Eropa lainnya turun.
Di pasar energi, harga minyak naik 2 persen hari ini, tetapi mencatatkan penurunan mingguan kedua berturut-turut. Minyak mentah berjangka Brent ditutup naik USD 2,20, atau 2,19 persen menjadi USD 102,78 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD 2,23 menjadi USD 98,26.
Dampaknya negara-negara anggota Badan Energi Internasional (IEA) akan melepaskan 60 juta barel selama enam bulan ke depan, dengan Amerika Serikat mencocokkan jumlah itu sebagai bagian dari pelepasan 180 juta barel yang diumumkan pada Maret.