Harga Emas Menguat Ditopang Risiko Perlambatan Ekonomi Global

Harga emas naik di awal pekan ini, beranjak dari mode flatnya sepekan lalu. Peningkatkan kekhawatiran akan dampak perang Rusia-Ukraina terhadap ekonomi dan lonjakan inflasi, membuat para investor memilih aset safe haven. Penguatan harga emas hari ini bahkan terjadi meskipun Dolar AS dan Yield US Treasury juga menguat.

Harga emas spot sempat melonjak lebih dari 1% di sesi perdagangan pagi tadi, kemudian turun setengah ke $1,993 per ounce. Di Comex New York, harga emas futures melesat 1.2% ke $1,997.70 per ounce. Saat berita ini ditulis pada Senin malam, XAU/USD naik 0.57% ke $1,985.70.

xauusd

“Peningkatan kecil dalam ketegangan karena perang Rusia-Ukraina ditambah tekanan inflasi yang bersifat global, berakibat meningkatkan permintaan terhadap safe-haven emas,” kata David Meger, direktur perdagangan logam
di High Ridge Futures.

Perang di Ukraina sejauh ini masih belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Blok Barat dan Rusia masih saling menjatuhkan sanksi. Hal itu beimbas pada kenaikan inflasi yang berisiko merugikan pertumbuhan Outlook ekonomi global.

Selain itu, arah kebijakan The Fed turut menjadi pengamatan pasar. Sejumlah bank di Wall Street menyuarakan kekhawatiran mereka akan langkah pengetatan moneter agresif The Fed. Kenaikan suku bunga dalam kondisi ekonomi global yang rapuh seperti saat ini, dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko resesi ekonomi.

Di sisi lain, COVID-19 masih mewabah di China meski telah diumumkan sebagai endemi oleh WHO. Sejumlah wilayah di China masih memberlakukan restriksi sosial di kota-kota besar seperti Shanghai dan Beijing. Akibatnya, ekonomi China dilaporkan kembali lamban pada bulan Maret lalu.

“Kekhawatiran atas pukulan ekonomi akibat pembatasan yang disebabkan oleh COVID di China bulan Maret lalu, juga mendukung harga logam mulia,” kata Meger.

Terlepas dari faktor-faktor fundamental tersebut, secara teknikal harga emas masih cukup kuat dalam jangka panjang. Analis Han Tan dari Exenity Group mengatakan, “Resisten emas hanya sedikit dan masih berpeluang besar untuk kembali mencapai $2,000. Salah satu penghalang terbesar emas untuk kembali ke level tertinggi sepanjang masa tersebut adalah yield obligasi. Begitu yield obligasi US Trasury kembali menembus area positif, maka kenaikan harga emas akan terbatas.”

Baca Juga:   Harga Emas, Senin 19 April 2021

Leave a Comment