Kerugian Gesek Tunai Kartu Kredit yang Perlu Kamu Pahami!

XM broker promo bonus

Gesek tunai kartu kredit atau gestun adalah praktik pengambilan uang tunai menggunakan kartu kredit. Kita bisa melakukan hal ini di merchant-merchant yang memiliki fasilitas pembayaran dengan kartu kredit.

Umumnya, orang melakukan gesek tunai kartu kredit supaya bisa mengambil uang secara cepat dan praktis. Namun, ternyata ada beberapa kerugian yang bisa didapatkan kalau terlalu sering melakukan gestun.

Sebelum sampai ke sana, kita perlu memahami dulu bagaimana cara kerja gestun. Simak penjelasannya di bawah!

Cara Kerja Gesek Tunai Kartu Kredit

gesek tunai kartu kredit

Untuk melakukan gestun, kita perlu datang ke merchant yang memiliki fasilitas pembayaran kartu kredit. Uang bisa ditarik dari fasilitas mesin EDC (Electronic Data Capture) yang tersedia di masing-masing merchant. Nah, pemilik kartu menarik uang seolah-olah sambil melakukan transaksi barang.

Tentu transaksi tersebut tidak benar-benar terjadi dan pihak merchant tidak memberikan barang. Mereka hanya akan memberikan uang sesuai dengan yang diminta dengan menarik biaya tertentu.

Perhitungan gesek tunai kartu kredit

Pihak merchant bakal meminta biaya jasa penarikan uang tersebut sebesar 3 persen dari total uang yang ditarik. Padahal, pembelian barang dengan kartu kredit tidak dikenakan biaya tambahan.

Hukum gesek tunai kartu kredit

Sebenarnya, praktik gestun kartu kredit ilegal di mata pihak bank karena mereka kehilangan keuntungan dari praktik ini. Umumnya pihak bank sudah melakukan banyak hal buat meminimalisir praktik gestun, seperti menghentikan kerja sama dan memasukkan merchant ke dalam daftar hitam.

Pemerintah melalui Bank Indonesia juga dengan tegas melarang praktik ini. Gesek tunai adalah praktik yang ilegal di mata hukum, yaitu dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.11/11/PBI/2009, diperbarui dengan PBI No.14/2/2012 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK).

Alasannya, praktik ini berisiko mempermudah praktik cuci uang dan meningkatkan kredit macet. Akhirnya, bank-bank berisiko mengalami peningkatkan non performing loan (NPL) dan berdampak pada ekonomi nasional secara keseluruhan.

Contoh praktik gesek tunai kartu kredit

Misalnya, Joko ingin menarik Rp5 juta dengan cara gestun. Plafon kartu kredit yang dia miliki adalah Rp5 juga.

Joko pun mengunjungi merchant penyedia getun dan menggesek kartu tersebut. Merhant kemudian menarik biaya sebesar 3 persen atau Rp150 ribu. 

Transaksi dibuat seolah-olah Joko membeli sebuah handphone seharga Rp5 juta. Namun, kenyataannya ia tidak mendapatkan lukisan tersebut, tapi menarik uang tunai Rp4,850 juta karena dipotong biaya 3 persen.

Keuntungan Gesek Tunai Kartu Kredit

Masih banyak orang yang memilih melakukan gestun karena biaya yang dikeluarkan lebih murah dibandingkan dengan menarik dana lewat ATM (Automatic Teller Machine).

Perlu diketahui bahwa kita memang bisa menarik uang di ATM menggunakan kartu kredit. Hanya saja, biayanya lumayan, yaitu sebesar Rp50 ribu atau 4 persen dari uang yang ditarik (mana yang paling besar).

Cara ini sebenarnya legal di mata pihak bank, tetapi biaya yang dikeluarkan lebih besar daripada gesek tunai.

Selain itu, pemilik kartu dapat mengambil seluruh plafon kartu kredit yang tersisa menggunakan gestun. Kalau dengan penarikan uang di ATM dengan kartu kredit, ada batas maksimal penarikan, yakni 60 persen dari total plafon.

Praktik gestun juga hanya akan membebani pemilik kartu dengan bunga yang lebih rendah daripada menarik lewat ATM. Besaran bunga yang dikenakan adalah 2-2,7 persen per bulan. Alasannya, pemilik kartu tercatat oleh bank melakukan transaksi belanja, alih-alih menarik tunai.

Kalau kita menarik uang di ATM dengan kartu kredit, maka bunga yang dikenakan lebih tinggi, yaitu 2,95 persen per bulan atau 35,4 per tahun. Pertimbangan ini jadi alasan ketiga mengapa para pemilik kartu kredit memilih metode gesek tunai.

Kerugian Gesek Tunai Kartu Kredit

Mengapa harus hati-hati gestun kartu kredit? Pertama, metode ini berisiko membuat kita ketagihan untuk terus menarik uang. Padahal, uang yang ditarik bukanlah berasal dari tabungan, tetapi kredit. Hal ini memicu kita untuk berlaku konsumtif dan berisiko terlilit utang.

Kedua, jika pemilik kartu kredit ketahuan melakukan transaksi gestun, maka bisa menjadi rekam jejak buruk di mata Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bisa jadi juga kita bakal diblokir dan masuk ke daftar nasabah bermasalah. Dampaknya, akan sulit untuk mendapatkan pinjaman di masa mendatang.

Ketiga, banyak penipuan yang modus penipuan yang bersumber dari praktik gestun. Beberapa di antaranya:

  • Menawarkan pembuatan kartu kredit online.
  • Pemberian voucher belanja.
  • Dana instan pinjaman besar.

Supaya tidak terjebak modus tersebut, jangan mudah tergiur dan segera menolak tawaran tersebut. Selain itu, kita juga perlu untuk mengecek rekam jejak perusahaan melalui mesin pencari di internet.

Sebaiknya, sejak awal hindari menggunakan metode gesek tunai kartu kredit karena merupakan praktik ilegal yang dilarang pemerintah. Jika mendesak, kita bisa melakukan tarik tunai kartu kredit melalui mesin ATM resmi.

Tagged With :

Leave a Comment