Sebagai seorang pebisnis muslim, terdapat etika bisnis dalam Islam yang wajib dipahami agar bisnis makin berkah dan halal.
Etika bisnis dalam Islam sendiri sudah diatur secara lengkap Al-Quran dan hadits Rasulullah SAW. Hal ini dilakukan untuk menghindari transaksi yang hanya menguntungkan salah satu pihak dan merugikan orang lain.
Sesuai prinsip etika bisnis Islam, bisnis yang dilakukan tidak semata-mata untuk mendapatkan keuntungan tetapi juga harus memperhatikan nilai-nilai Al Quran, seperti kesatuan, keseimbangan, kehendak bebas, tanggung jawab, dan juga kejujuran.
Berikut ini beberapa etika bisnis dalam Islam yang harus dipahami agar bisa bermanfaat untuk orang banyak.

Dasar hukum bisnis dalam Islam
Berikut ini beberapa dasar hukum berbisnis dalam Islam yang wajib kamu pahami dan resapi.
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu’amalahmu itu), kecuali jika mu’amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” – QS Al Baqarah ayat 282.
Hindari beberapa bisnis yang bisa merugikan orang lain, seperti riba, penipuan, menjual barang yang haram, tidak jujur, hingga curang dalam menentukan timbangan.
Etika bisnis dalam Islam
Berikut ini beberapa etika bisnis dalam Islam yang bisa kamu terapkan agar bisnis yang kamu jalankan mendapatkan banyak keberkahan.
Jujur
Salah satu etika bisnis dalam Islam yang paling penting yakni kejujuran. Rasulullah SAW selalu mencontohkan untuk bersikap jujur dengan apa yang kita jual. Hal ini sesuai dalam hadis riwayat HR Al Quzwani yang berbunyi, “Tidak dibenarkan seorang muslim yang menjual satu jualan yang memiliki aib, kecuali ia menjelaskan aibnya.”
Bisnis di dalam Islam sendiri menerapkan sikap ta’awun yakni tidak hanya bertujuan mencari keuntungan saja tetapi juga bisa memberi kemudahan pada orang lain.
Menjual barang yang jelas
Bisnis jahalah yang berarti ‘tidak transparan’ juga tidak diperbolehkan di dalam Islam. Sebaiknya, berikan informasi yang rinci mengenai barang yang kamu jual, mulai dari ukuran, bentuk, hingga beratnya. Kamu juga bisa menampilkan foto barang yang kamu jual hingga detailnya untuk memudahkan pembeli.
Selain barang yang jelas, transaksi yang dilakukan juga harus jelas, misalnya pembayaran secara cash dan tidak menggunakan bunga yang bisa merugikan orang lain.
Ramah pada pembeli
Ramah pada pembeli termasuk sikap yang selalu dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dalam sabdanya, Rasulullah SAW mengemukakan, “Allah merahmati seseorang yang ramah dan toleran dalam berbisnis.”
Jika ada pembeli yang bertanya, sebaiknya layani dengan ikhlas dan sabar. Jelaskan dengan detail keunggulan produk yang kamu jual. Tidak perlu marah atau judes saat pembeli tidak jadi membeli produk kita.
Jangan menjelekkan bisnis orang lain
Saat berbisnis, kita pasti memiliki kompetitor yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Hindari menjelekkan bisnis kompetitor, apalagi dengan tujuan menghasut seseorang untuk membeli produk yang kamu jual.
Mengenai hal ini, Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah seseorang di antara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual oleh orang lain,” – HR Muttafaq ‘alaih.
Jangan melakukan ihtikar
Ihtikar adalah kondisi di mana kamu sengaja menumpuk barang saat kebutuhan sedang tinggi dan menjualnya untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Sebagai contoh, kamu sengaja menumpuk masker di masa pandemi dan menjualnya dengan harga yang tidak wajar hingga 10 kali lipat.
Rasulullah SAW melarang keras praktik jual beli yang seperti ini karena sangat merugikan orang lain.
Jangan memaksa
Hindari unsur pemaksaan dalam bisnis yang kamu jalankan. Sebab, hal ini termasuk perbuatan yang dzalim.
Di dalam Al-Quran Surah Al Baqarah ayat 279, Allah SWT melarang keras pemaksaan dalam berbisnis.
“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari mengambil riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.”
Memberikan waktu pada pengutang untuk membayar
Seperti yang kita ketahui jika prinsip berbisnis dalam Islam salah satunya yakni memudahkan orang lain. Maka dari itu, jika ada pembeli yang belum sanggup untuk membayar utangnya, misalnya karena sedang mengalami musibah banjir, sebaiknya diberikan waktu lebih.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa yang menangguhkan orang yang kesulitan membayar utang atau membebaskannya, Allah akan memberinya naungan di bawah naunganNya pada hari yang tak ada naungan kecuali naunganNya,” HR Muslim.
Itu dia beberapa etika bisnis di dalam Islam yang harus kamu pahami dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari, ya. Dengan menerapkan etika ini, semoga bisnis yang kamu jalankan bisa mendapatkan keberkahan.