Emas ANTAM dan emas UBS merupakan dua jenis emas batangan yang paling populer di Indonesia. Namun, ketika kita berkunjung untuk membeli logam mulia batangan di toko emas, pramuniaga sering menawarkan emas tanpa sertifikat.
Harga emas tanpa merek itu lebih murah daripada emas bersertifikat produsen ternama, dan pihak toko menjamin keasliannya. Jadi, apakah lebih baik membeli emas bersertifikat atau tanpa sertifikat saja?

Baik emas bersertifikat maupun tanpa sertifikat sama-sama memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Kita harus memahami perbedaan diantara keduanya agar jangan sampai salah pilih.
Emas Tanpa Sertifikat
Ada dua kelebihan emas tanpa sertifikat, yaitu dari segi harga dan kustomisasi. Harga beli emas tanpa sertifikat biasanya lebih murah daripada emas ANTAM maupun UBS. Sejumlah toko tertentu juga mempersilakan pembeli mengajukan request khusus untuk memotong emas seberat yang diinginkan (nonstandar).
Di sisi lain, emas tanpa sertifikat biasanya lebih sukar dijual kembali kepada pihak selain toko dimana kamu membelinya. Banyak toko yang tidak mau menerima emas tanpa sertifikat keluaran toko lain. Seandainya ada toko lain yang mau menerima pun, mereka kemungkinan akan membebankan biaya tes kemurnian emas dan menerapkan harga buyback lebih murah daripada harga pasar.
Emas Bersertifikat
Perusahaan seperti ANTAM dan UBS bukan hanya bekerja mencetak emas saja, melainkan juga mengurus sertifikat keaslian dari lembaga terpercaya. Mereka juga membuat sistem agar kita dapat memeriksa keaslian emas dengan mudah melalui medium seperti Certieye dan QR Code. Semua itu bukanlah hal yang mudah, sehingga harga emas bersertifikat ANTAM dan UBS sewajarnya menjadi lebih mahal.
Keberadaan sertifikasi itu membuat emas batangan buatan ANTAM dan UBS lebih mudah diterima oleh banyak pihak. Kita dapat menjualnya kembali ke toko mana saja dengan harga yang relatif terstandar.
Tapi, ada satu hal yang perlu diperhatikan: Tak semua emas bersertifikat itu punya status yang setara. Apa maksudnya?
Saat ini, banyak sekali produsen dan distributor emas yang mengeluarkan sertifikasi mereka sendiri. Produk mereka mungkin memang berkualitas dan sesuai dengan SNI. Namun, merek emas batangan yang tidak terkenal akan tetap sama sukar dijualnya dengan emas tak bersertifikat.
Kuncinya terletak pada pengakuan publik. Ketika suatu merek emas bersertifikat telah memperoleh pengakuan publik yang luas, maka harga jual kembali (buyback) kemungkinan lebih mahal daripada logam mulia bermerek lain maupun emas tanpa sertifikat.
Tagged With : emas antam • emas batangan • investasi emas • logam mulia