Harga emas di Indonesia terus menurun selama sepekan, dari nyaris Rp1 juta per gram ke sekitar Rp920 ribu per gram. Konon katanya, ini merupakan efek rencana kenaikan suku bunga AS terhadap harga emas. Tapi, bagaimana hal itu bisa terjadi? Ada dua alasan yang perlu diketahui oleh investor emas.

- Investasi logam mulia semakin tak menguntungkan saat suku bunga meningkat.
Beberapa hari lalu, bank sentral AS (Federal Reserve) menyampaikan bahwa mereka mungkin akan mulai menaikkan suku bunga pada tahun 2023. Kabar ini langsung memicu aksi jual emas di pasar komoditas dunia. Para trader dan investor ramai-ramai ambil untung dari harga emas yang sudah mahal sebelumnya, untuk digunakan membeli aset-aset investasi non-emas yang bisa memberikan bunga lebih tinggi di masa depan.
Sumber keuntungan investasi logam mulia hanyalah potensi kenaikan harga dari waktu ke waktu. Emas tidak akan memberikan bunga seperti halnya simpanan valas atau obligasi. Emas juga tidak akan memberikan dividen seperti halnya saham. Jadi, emas semakin tidak menguntungkan kalau dibandingkan dengan prospek suku bunga lebih tinggi kelak.
- Kenaikan suku bunga AS mendorong penguatan kurs USD.
Harga emas Indonesia sebenarnya merupakan turunan dari harga emas dunia. Pasar emas Indonesia tak lepas dari pasar global, sedangkan perdagangan emas di pasar global biasanya menggunakan mata uang dolar AS.
Ketika bank sentral AS merencanakan kenaikan suku bunga, dolar AS cenderung menguat. Hal ini mengakibatkan harga emas jadi lebih mahal bagi para calon pembeli yang menggunakan mata uang selain USD. Alhasil, permintaan terhadap emas pun berkurang. Padahal, penurunan permintaan biasanya mengakibatkan penurunan harga pula.
Jadi, apakah harga emas akan turun terus sampai suku bunga AS naik pada tahun 2023? Belum tentu demikian, karena suku bunga AS dan kurs dolar AS bukanlah faktor tunggal yang menentukan harga emas di Indonesia.
Ada banyak faktor-faktor yang mempengaruhi harga emas, termasuk diantaranya permintaan dan penawaran untuk penggunaan emas industri dan perhiasan, kebutuhan perlindungan kekayaan (safe haven), pembelian untuk cadangan devisa bank sentral, dan lain sebagainya. Efek rencana kenaikan suku bunga AS kali ini sangat mencolok karena baru saja diumumkan. Tapi efek tersebut akan memudar seiring dengan berjalannya waktu dan masuknya faktor-faktor lain. Bagi investor emas yang punya rencana jangka panjang, emas tetaplah investasi yang menguntungkan.
Tagged With : analisa fundamental • investasi emas • investasi jangka panjang • logam mulia