Tren musiman seperti Santa Claus Rally dan January Effect sering menarik perhatian para investor saham. Namun, tahukah kamu bahwa January Effect (Efek Januari) juga perlu diwaspadai oleh trader forex? Tren musiman ini bahkan berkaitan erat dengan kurs Dolar AS.

Pasar forex bersifat mendunia dan terbuka selama 24 jam, 5 hari seminggu. Namun, aktivitas pasar forex biasanya menyusut menjelang akhir tahun. Para trader institusional sudah mulai tutup buku, atau bahkan mengambil cuti untuk menikmati liburan lebih panjang antara Natal sampai Tahun Baru. Hal ini mengakibatkan penurunan volatilitas, sehingga kebanyakan pasangan mata uang mayor cenderung bergerak sideways (ranging).
Pada akhir tahun, kurs Dolar AS juga cenderung melemah. Penyebabnya berkaitan dengan penurunan volatilitas serta meningkatnya aktivitas remitansi dividen dan laba usaha dari Dolar AS ke mata uang lainnya. Grafik Indeks Dolar AS (DXY) telah membukukan bearish candle dalam 8 dari 10 bulan Desember antara tahun 2014-2024.
Saat memasuki tahun baru, pasar forex kembali bergairah. Hal ini mendorong peningkatan volatilitas yang memicu breakout ataupun bounce secara signifikan pada beberapa hari perdagangan paling awal setiap tahunnya. Jarang terjadi sideways pada bulan Januari.
Peningkatan volatilitas awal tahun juga cenderung berdampak positif bagi Dolar AS. Apalagi, banyak investor melakukan reinvestasi keuntungan dari tahun buku sebelumnya ke dalam aset-aset berdenominasi Dolar AS.
Grafik Indeks Dolar AS (DXY) telah membukukan bullish candle dalam 7 dari 10 bulan Januari antara tahun 2014-2024. Sementara itu, bearish candle pada 3 bulan Januari sisanya selalu diikuti oleh bullish candle pada bulan Februari.
Beberapa mata uang lain juga berpotensi menguat pada awal tahun. Aktivitas reinvestasi saham pada awal tahun biasanya meningkatkan minat risiko pasar, sehingga mendukung prospek mata uang high risk seperti Dolar Australia dan Dolar Kanada. Di samping itu, Dolar Australia sering memperoleh katalis tambahan dari peningkatan permintaan bijih besi Tiongkok.
Tren musiman ini tidak bersifat absolut. Penggerak utama nilai tukar mata uang tetaplah aspek fundamental seperti data ekonomi, tingkat suku bunga, dan geopolitik. Umpamanya jika Australia dan China ternyata mengalami konflik perdagangan yang cukup sengit, Dolar Australia bakal terancam mengalami aksi jual. Jadi, trader forex perlu memerhatikan Efek Januari sambil tetap mempertimbangkan faktor-faktor lainnya.
Tagged With : siklus musiman • trading forex