Ada dua sumber keuntungan reksa dana bagi investor, yaitu kenaikan Nilai Aktiva Bersih (NAB) dan pembagian dividen. Kebanyakan reksa dana hanya memberikan keuntungan berupa kenaikan NAB dari waktu ke waktu. Namun, jumlah reksa dana yang bagi-bagi dividen semakin lama semakin meningkat.

Kebijakan reksa dana mengenai pembagian dividen biasanya tertuang dalam prospektus. Selanjutnya, fund fact sheet akan mencatat seberapa sering reksa dana tersebut merealisasikan pembagian dividen –beserta jumlah dividennya.
Berikut ini daftar reksa dana yang bagi-bagi dividen pada 2024:
- Allianz High Dividend Global Sharia Equity Dollar (kuartalan)
- Avrist Prime Income Fund (bulanan)
- Avrist Sukuk Income Fund (kuartalan)
- Batavia Dana Obligasi Ultima (bulanan)
- BNI-AM Dana Pendapatan Tetap Makara Investasi (bulanan)
- BNP Paribas Equitra Campuran Harmoni (bulanan)
- Eastspring Investments Yield Discovery (kuartalan)
- Mandiri Investa Dana Utama (bulanan)
- Manulife Obligasi Unggulan Kelas A (kuartalan)
- Manulife Pendapatan Bulanan II (bulanan)
- Manulife Syariah Sukuk Indonesia (bulanan)
- Schroder Dana Andalan II (bulanan)
- Schroder Dana Mantap Plus II (semesteran)
- Syailendra Pendapatan Total Return (kuartalan)
- Trimegah Fixed Income Plan (kuartalan)
- Principal Total Return Bond Fund (kuartalan)
Penanda waktu dalam daftar di atas merupakan indikasi perkiraan frekuensi pembagian dividen semata. Reksa dana terkait belum tentu benar-benar memberikan dividen secara rutin, melainkan tergantung pada kinerja dan hasil evaluasinya secara berkala.
Umpamanya suatu reksa dana ABC memiliki kebijakan pembagian dividen setiap bulan, maka itu berarti manajer investasi yang mengelola reksa dana ABC akan mengevaluasi kinerja reksa dana setiap bulan. Apakah kinerja sudah cukup tinggi dan mampu memberikan dividen, atau tidak?
Apabila kinerja positif dan dapat dibagi-bagikan dalam bentuk dividen, maka manajer akan melakukannya. Tapi jika kinerja reksa dana justru negatif, maka reksa dana tersebut tentunya tidak akan membagikan dividen pada bulan tersebut.
Dalam konteks ini, prospek pembagian dividen reksa dana sangat mirip dengan pembagian dividen saham. Ketika perusahaan berkinerja positif, dividennya melimpah. Sedangkan ketika perusahaan berkinerja negatif, investor harus menghadapi risiko penurunan NAB sekaligus nihilnya dividen.
Tagged With : dividen • reksadana