Cara Menjual Bisnis: Strategi Mempertahankan Kepentingan Anda

Di tengah pandemi ini, banyak pengusaha yang terpaksa harus menjual bisnis atau hak untuk memproduksi barang atau jasa. Bisnis yang telah dirintis bertahun-tahun bisa jadi harus dilepaskan karena ketidakmampuan untuk mengatasi biaya produksi, biaya operasional maupun gaji karyawan. Masalahnya, sebagian besar pengusaha hanya belajar bagaimana cara mendirikan dan mengembangkan bisnis. Mereka tidak belajar bagaimana cara menjual bisnis yang sudah berdiri. Melepaskan usaha yang sudah dirintis dengan susah-payah pastinya merupakan sebuah keputusan yang berat dan melibatkan banyak emosi. Namun, jangan sampai emosi tersebut membuat anda tidak mampu mengambil keputusan dengan bijak.

Cara Menjual Bisnis Agar Tidak Kehilangan Arah

Ada beberapa langkah yang bisa anda lakukan untuk melindungi kepentingan saat ini maupun di masa mendatang ketika anda sudah memutuskan untuk menjual bisnis. Berikut adalah beberapa strategi penting yang perlu anda ingat sebagai cara menjual bisnis milik sendiri:

cara menjual bisnis

  • Cek Semua Aspek Secara Seksama. Pastikan tidak ada yang terlewatkan. Menjual bisnis adalah sebuah proses yang sangat transparan. Sebelum memberikan informasi tentang setiap aspek bisnis tersebut, sebaiknya anda menemui seorang broker/penasehat bidang merger atau akuisisi bisnis. Sebagian perusahaan menggunakan minat beli untuk menemukan metode, sumber daya, dan aset lain yang dapat mempengaruhi nilai bisnis. Jangan menyingkap informasi apapun tanpa asuransi dan proteksi.
  • Dapatkan Bantuan Ahli. Anda bisa bekerja sama dengan serang pengacara atau bankir khusus di bidang ini. Selanjutnya, pastikan anda melibatkan akuntan perusahaan, agar anda memahami proses ramifikasi pajak dari transaksi jual-beli perusahaan milik anda. Banyak tenaga progesional yang siap dan bisa membantu anda, agar anda lebih terproteksi selama proses pindah-tangan bisnis ini.
  • Jual Apa Yang Dicari Pembeli Saja. Maksudnya, adakalanya pembeli mengincar sesuatu yang spesifik dalam bisnis anda, misalya, teknologi yang mumpuni, tim yang solid, basis konsumen yang luas, dan sebagainya. Temukan apa yang mereka cari, dan simpan sisanya untuk anda. Misalnya, jika pembeli mengincar teknologi yang anda miliki, maka jangan menawarkan tim dan basis konsumen. Simpan keduanya untuk membangun kembali bisnis anda di masa mendatang. Jika anda mengetahui nilai dari setiap aset ini, maka proses negosiasi menjadi lebih mudah.
  • Dapatkan Valuasi Independen. Pembeli dan penjual kerap memiliki sudut pandang yang berbeda tentang nilai sebuah produk atau bisnis. Jadi, cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan meminta valuasi dari ahlinya. Pandangan tim ahli dapat membantu anda menetapkan harga jual yang pas untuk bisnis anda. Meskipun anda mungkin tidak setuju dengan valuasi tersebut, data yang disajikan sangat penting dalam proses pengambilan keputusan.
  • Ketahui Nilai Anda. Anda harus mengetahui nilai bisnis atau produk anda dari sudut pandangan internal maupun eksternal. Artinya, pastikan anda memahami posisi anda di pasaran, proyeksi arus kas, dan resikonya. Jika anda memahami elemen ini, maka akan lebih mudah menentukan nilai jual yang logis.
  • Pastikan Pembeli Mampu Membayar. Pastikan bahwa pembeli memiliki dana untuk membayar sesuai harga yang disepakati sebelum anda menandatangani apapun. Anda bisa meminta surat pernyataan minat sebagai persyaratan. Pastikan ini sedini mungkin, sehingga anda tidak memboroskan banyak waktu dalam proses verifikasi data. Jika dilakukan dengan sopan, maka permintaan bukti kepemilikan uang tidak akan menyinggung pihak pembeli. Tunjukkan bahwa anda serius, namun anda juga ingin tetap aman.
  • Hindari Klaim Ganti Rugi. Tidak jarang penjual dibuat pusing setelah transaksi, karena banyak tuntutan ganti rugi dari pihak pembeli. Salah satu cara menjual bisnis secara aman adalah mendiskusikan jumlah dan ketentuan tuntutan ganti rugi dari pihak pembeli. Anda juga bisa menyepakati syarat minum yang harus dipenuhi agar pembeli bisa mengajukan tuntutan ganti rugi. Cara ini akan melindungi anda dari pembeli yang berusaha menutupi kerugian setelah transaksi dilakukan.
  • Minta Uang Muka. Ada begitu banyak variabel yang harus dipertimbangkan saat anda menjual bisnis. Jika orang yang ingin membeli bisnis atau produk anda serius, maka ia akan bersedia menyediakan uang muka (tanda jadi). Anda telah menghabiskan banyak waktu, uang, dan energi, jadi pastikan anda mendapatkan kompensasi yang sesuai dari apa yang sudah anda lakukan selama ini.
  • Jangan Membayar Pajak Sukarela. Jenis transaksi ini sangat rumit. Seringkali, implikasinya terhadap pajak juga mesti dipertimbangkan. Sebelum membuat kesepakatan, pastikan anda mengevaluasi aspek yang mungkin dikenai pajak dan hitung dalam rancangan harga jual.
Baca Juga:   Cara Memulai Bisnis Online Shop Tanpa Modal

Pada prinsipnya, anda hanya menjual apa yang ingin dijual dan menyimpan apa yang tidak ingin anda jual. Cara menjual bisnis yang paling aman adalah dengan mendaftarkan semua hak paten, merek dagang, maupun hak cipta dari apapun yang masih berada di bawah kendali anda. Anda bisa membuat lisensi dan menjualnya secara terpisah kelak (jika dibutuhkan).

 

Tagged With :

Leave a Comment