Begini Cara Menghitung Bunga Deposito dan Keuntungannya

XM broker promo bonus

Meskipun keuntungan deposito akan disebutkan di awal saat kamu melakukan setoran pertama dan memilih tenor, namun kamu wajib mengetahui cara menghitung bunga deposito untuk mengetahui keuntungan yang kamu dapatkan secara rinci. 

Dengan mengetahui perhitungan bunga deposito, kamu juga jadi mengetahui besaran pajak deposito dari bunga deposito yang kamu dapatkan. 

Berikut ini beberapa informasi mengenai cara menghitung bunga deposito, rumus, serta jenis-jenis deposito. 

cara menghitung bunga deposito

Jenis-jenis deposito

Sebelum mengetahui perhitungan deposito, kamu juga wajib mengetahui jenis-jenis deposito yang ada di Indonesia, yakni deposito berjangka, deposito on call, dan juga sertifikat deposito.

Ketiga jenis deposito ini memiliki ketentuan dan keuntungan yang berbeda-beda, bergantung pada kebutuhanmu. Berikut ini penjelasannya: 

Deposito berjangka

Deposito berjangka merupakan salah satu deposito yang paling populer dengan pilihan tenor yang bervariasi, mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan. 

Minimal setoran untuk deposito berjangka umumnya adalah minimal Rp10 juta, namun ada juga beberapa bank yang memberlakukan deposito di bawah Rp10 juta. 

Deposito berjangka juga bisa diterbitkan atas nama perorangan atau lembaga. Penarikan dana bisa dilakukan saat jatuh tempo. Jika dana ditarik sebelum jatuh tempo bisa mendapatkan penalti. 

Deposito on call

Deposito on call merupakan salah satu investasi berjangka yang memiliki tenor lebih singkat, yakni minimal 7 hari hingga 28 hari. 

Setoran awal untuk deposito on call juga biasanya dalam jumlah besar dan pencairannya bisa dilakukan saat jatuh tempo dan wajib memberitahukan terlebih dahulu pada pihak bank. 

Deposito on call cocok dipilih untuk kamu yang ingin mendapatkan keuntungan besar dalam waktu yang singkat. 

Sertifikat deposito

Sertifikat deposito adalah deposito yang diberikan dalam bentuk sertifikat yang bisa diperjualbelikan pada orang lain, sehingga biasanya sertifikat ini diterbitkan tanpa mencantumkan nama pemilik. 

Tenor yang diberikan biasanya lebih lama, yakni bisa mencapai 36 bulan dengan keuntungan yang cukup besar. Hal ini karena nominal setoran untuk sertifikat deposito minimal adalah Rp10 miliar. 

Keuntungan yang didapat juga bisa diambil di awal, sehingga keuntungannya jelas. 

Cara menghitung bunga deposito

Keuntungan yang akan kamu dapatkan dengan membuka deposito ditentukan oleh nilai suku bunga. Jadi, semakin besar setoran yang kamu berikan, maka akan semakin besar juga bunga yang akan didapatkan. 

Sebagai informasi, berdasarkan  Peraturan Pemerintah Nomor 131 Tahun 2000 tentang pengecualian pemotongan PPh atas bunga deposito, tabungan dan diskonto SBI, deposito dengan nominal Rp7,5 juta tidak akan dipotong pajak. Sedangkan deposito dengan nominal di atas Rp7,5 juta akan terkena potongan pajak sebesar 20%. 

Berikut ini cara menghitung deposito dengan nominal di atas Rp7,5 juta di mana bunganya akan dipotong sebesar 20% untuk pajak deposito. 

Berikut ini rumus perhitungan deposito yang wajib kamu ketahui: 

Keuntungan Bunga Deposito (Suku Bunga Deposito x Nominal Uang yang Ditanamkan x Jumlah Hari Menyimpan Uang)/365
Pajak Deposito Tarif Pajak x Bunga Deposito
Pengambilan Deposito Nominal Investasi + (Keuntungan Bunga Deposito – Pajak Deposito)

1. Deposito berjangka

Ayu membuka deposito berjangka dengan setoran awal sebesar Rp15.000.000 untuk jangka waktu 12 bulan. Suku bunga yang ditetapkan oleh bank adalah sebesar 5% dan potongan pajak sebesar 20%.

Berikut ini bunga deposito yang akan didapatkan oleh Nia:

(Setoran pokok x suku bunga x jangka waktu) 365 hari

(Rp15.000.000 x 5% x 360 hari) / 365 hari = Rp739.726

Baca Juga:   Tabungan Rencana: Opsi Deposito Bank yang Dapat Dicicil Per Bulan

Jadi, bunga deposito yang akan didapatkan Ayu setiap bulannya adalah Rp61.643

Tarif pajak yang dibebankan sebanyak 20%:

Tarif pajak x keuntungan bunga deposito

20% x Rp739.726 = Rp147.945

Total pajak deposito yang diambil dari bunga deposito setiap bulannya yakni sebesar Rp12.328

Jadi, bunga bersih yang akan didapatkan Ayu selama 12 bulan adalah sebesar: Rp739.726 – Rp147.945 = Rp591.781.

2. Deposito on call

Vicenzo melakukan setoran sebanyak Rp500.000.000 untuk deposito on call selama 20 hari, dengan ketentuan bunga sebesar 6%, dan pajak 20%. 

Perhitungannya, yakni:

Jumlah bunga yang didapat:

6% x (20 hari/30 hari) x Rp500.000.000 = Rp 20.000.000

Pajak yang harus dibayar:

20% x Rp20.000.000 = Rp4.000.000

Sehingga, keuntungan bersih yang akan Vicenzo peroleh yakni:

Rp20.000.000-Rp4.000.000 = Rp16.000.000.

3. Sertifikat deposito

Lea berniat membeli 20 lembar sertifikat deposito (SD) dengan harga Rp50.000.000. Bunga yang diberikan yakni 7% dengan pajak sebesar 20%. Tenor waktu yang diambil yakni 12 bulan. 

Total sertifikat deposito yang dibeli Lea:

Jumlah lembar sertifikat deposito x nilai sertifikat deposito

20 x Rp50.000.000 = Rp1.000.000.000

Bunga deposito yang didapatkan yakni:

Jumlah sertifikat deposito x bunga deposito x jangka waktu

Rp1.000.000.000 x 7% x (12bulan/12 bulan) = Rp70.000.000

Pajak bunga sertifikat deposito

Jumlah bunga x 20%

Rp70.000.000  x 20%= Rp14.000.000

Nilai bersih bunga setelah kena pajak yakni Rp70.000.000-Rp14.000.000 = Rp56.000.000

Itu dia beberapa cara perhitungan bunga deposito yang wajib kamu ketahui. Semoga bermanfaat. 

Tagged With :

Leave a Comment