Pada post sebelumnya dibahas bagaimana overthinking dapat mempengaruhi kinerja seseorang, karena anda akan disibukkan oleh fikiran sendiri dan sibuk berspekulasi tentang hal-hal yang belum pasti. Beberapa cara menghentikan overthinking yang dibahas sebelumnya antara lain memilah antara mana yang fakta dan mana spekualasi. Selain itu, cobalah untuk mengoptimalkan versi terbaik dari diri anda, mengambil kesimpulan dan keputusan saat anda berada pada versi terbaik tersebut. Kemudian, hindari bekerja dari sudut pandang orang lain, karena hal itu membuat anda menghabiskan waktu untuk berspekulasi.
Cara Menghentikan Overthinking : Komunikasi
Terakhir, jika anda memiliki masalah atau keragukan, cobalah untuk membicarakannya. Jangan berspekulasi dan menciptakan cerita sendiri di kepala anda. Sumbatan komunikasi akibat overthinking akan terus berlanjut, dan ketika anda menyadarinya mungkin segalanya sudah terlambat. Akibatnya, hubungan profesional anda dengan orang lain jadi terancam. Satu lagi cara menghentikan overthinking adalah dengan bertanya. Jika anda tidak tahu mengapa sesuatu terjadi, maka tanyakanlah. Jika anda mencurigai sesuatu namun anda tidak yakin, maka telitilah dan dapatkan feedback.

Memilih untuk mengurung diri dalam pikiran-pikiran yang tak berguna, dan bukannya mencari klarifikasi, mungkin terasa aman pada awalnya. Namun, jika anda bertanya, maka anda akan tahu kepastiannya dan anda bisa bersiap menghadapi kenyataan. Kenyataan mungkin menyakinkan, namun bisa juga tidak seburuk yang anda bayangkan, bukan? Tahukah anda bahwa over-komunikasi adalah saus rahasia bagi anggota tim yang berhasil.
Dengan memahami karakter seseorang, berarti anda memahami motivasinya dan tahu betul mengapa mereka mengatakan sesuatu dan bertindak dengan cara tertentu. Namun, mencoba menebak-nebak apa yang mereka sampaikan berdasarkan informasi yang salah sama saja memboroskan waktu anda. Jika anda tidak mengenali seseorang dengan baik, maka akan sia-sia jika anda hanya menduga-duga.
Jadi, berbicara adalah satu-satunya solusi. Memimpin dengan teladan dan selalu berkomunikasi dengan jelas dan pasti akan menghindari anda dari kesalahpahaman. Katakan apa yang ingin anda katakan, dan serius dengan apa yang anda katakan. Doronglah orang lain dan orang-orang di sekitar anda untuk melakukan hal yang sama. Dengan demikian, anda bisa menciptakan suatu situasi yang positif untuk kemajuan bersama di perusahaan.
Cara Menghentikan Overthinking : Hindari Dramatisasi
Cara menghentikan overthinking selanjutnya adalah memandang segala sesuatu apa adanya. Pandangan semacam ini dapat meminimalisir ambiguitas dan zona abu-abu. Jika hidup di dunia ‘hitam dan putih’, ruang untuk overthinking jadi lebih kecil. Misalnya, tentukan apakah klien anda senang dengan produk/jasa yang anda tawarkan atau tidak. Tidak ada zona abu-abu di antaranya. Saat bernegosiasi dengan seseorang atau sebuah perusahaan, apakah prospeknya penandatanganan kontrak atau mencari mitra lain? Apakah cuaca cerah atau hujan? Apakah anda mencari alasan atau mendapatkan uang?
Kartunya jelas dan situasinya harus jelas, dari sana, langkah berikutnya terserah kepada anda. Wajar saja, terkadang kita berusaha menyimpulkan makna dari sesuatu, namun hal seperti itu kerap memancing permasalahan baru. Bukannya menganalisis apa yang mesti diperbaiki secara objektif atau menghindari sesuatu yang dianggap dapat memicu masalah, kita justru sibuk bergosip dan berbisik tentang alasan-alasan dan menciptakan drama yang tidak semestinya ada. Orang-orang yang berkinerja baik tidak mengakui bahwa mereka melihat drama, namun aksi mereka mungkin menunjukkan lain.
Jika anda sering bergosip, menggerutu, mengucapkan penilaian negatif, maka ingatlah bahwa ini adalah salah satu bentuk overthinking yang sebenarnya tidak sehat. Kebiasaan ini juga merupakan pemborosan waktu, dan bisa menjadi kebiasaan, mencari-cari makna sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Maka, berjanjilah kepada diri anda sendiri untuk menghentikan dan menhindari diri dari membicarakan orang lain dan membuat drama-drama yang tidak penting. Ada kalanya, sesuatu itu tidak baik atau tidak buruk; ya, begitu saja, dan itu tidak masalah.
Cara Menghentikan Overthinking : Kesimpulan
Hentikanlah kebiasaan overthinking di tempat kerja, karena tidak akan memperbaiki keadaan. Cari tahu apa yang sebenarnya, dan jangan membiarkan versi terburuk mengendalikan diri anda. Bicarakan permasalahan anda dan hindari dramatisasi, gosip, atau menyampaikan opini negatif tentang sesuatu. Jadilah seorang karyawan yang percaya diri, yakinkan diri, dan temukan jawaban atas pertanyaan yang muncul, bukannya sibuk berspekulasi dan menebak-nebak. Semakin sedikit overthinking, semakin banyak waktu untuk mengembangkan ide-ide konstruktif, menikmati waktu yang berkualitas, dan melakukan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab anda.
Cara menghentikan overthinking juga dengan fokus pada hal-hal yang bisa anda ubah. Perlu disadari bahwa ada hal-hal tertentu yang berada di luar kendali anda, dan anda tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengubahnya. Cobalah identifikasi hal-hal semacam ini. Jika anda tahu bahwa keadaannya sudah given dan anda tidak bisa berbuat apa-apa, maka lupakanlah. Cukup fokuskan pada hal-hal yang bisa anda kendalikan. Jika ucapan atau aksi anda bisa mempengaruhi hasil akhir dari sesuatu, maka fokuskanlah pada hal-hal tersebut.
Tagged With : manajemen bisnis • manajemen SDM