8 Cara Mengatur Keuangan Usaha Dagang Agar Untung

Sebagai pemula, selain membuat rencana usaha dagang yang matang, kamu juga wajib tahu cara mengatur keuangan usaha dagang agar bisa mendapatkan keuntungan yang besar. 

Usaha dagang adalah istilah yang diberikan untuk kegiatan usaha yang menjual kembal barang dagangan untuk mendapatkan keuntungan lebih. Contohnya seperti toko kelontong, toko sayur dam buah-buahan, toko baju, hingga toko elektronik. 

Dengan mengetahui rencana bisnis dan pengelolaan keuangan yang matang, usaha dagang yang kamu jalankan pun akan terus maju, sukses, stabil, dan bisa bertahan lama. 

Berikut ini 5 cara mengatur cara mengatur modal dan keuntungan yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan banyak keuntungan. 

cara mengatur keuangan usaha dagang

Melakukan perencanaan keuangan dengan baik

Hal pertama yang kamu lakukan yakni dengan merencanakan keuangan yang kamu miliki dengan baik. Mulai dari membagi uang modal untuk membeli keperluan penting, seperti bahan-bahan yang akan dijual, etalase, dan barang printilan lainnya.

Misalnya, kamu memiliki modal Rp10 juta untuk membuka usaha dagang sayuran, maka kamu bisa membaginya untuk membeli barang-barang yang diperlukan, seperti: 

  • Bahan-bahan sayuran
  • Keranjang sayuran
  • Timbangan
  • Plastik atau wadah untuk membagi-bagi sayuran dalam beberapa ukuran
  • Kulkas khusus sayuran

Dengan modal Rp10 juta tersebut, kamu bisa membeli peralatan secara bertahap dan tidak harus langsung. Namun, pastikan kamu sudah membeli beberapa barang yang cukup penting, seperti timbangan dan keranjang sayuran. 

Pisahkan uang pribadi dan uang untuk usaha

Saat membuka usaha dagang, penting untuk kamu memisahkan uang pribadi dan uang untuk usaha. Hal ini bertujuan untuk mengetahui berapa keuntungan yang kamu dapatkan. 

Kamu bisa membuka rekening baru khusus untuk bisnis yang kamu jalankan. Sehingga, uang yang kamu dapatkan dari usaha dagang tidak tercampur dan aman. 

Catat pengeluaran dan pemasukan

Hal penting lain yang wajib kamu lakukan yakni mencatat pengeluaran dan pemasukan setiap transaksi yang dilakukan. 

Sekarang, juga sudah banyak aplikasi pencatat keuangan yang akan memudahkan kamu dalam melakukan pemantauan dan analisis. Sehingga, kamu tak perlu lagi mencatat dan menjumlahkannya secara manual.

Nantinya kamu akan mendapatkan laporan bulanan, sehingga bisa mengetahui kemana saja pengeluaran dan pemasukan usaha dagangmu. 

Cara penyuplai dengan harga miring

Di bagian ini, kemampuan bisnismu akan diuji, yakni mencari penyuplai dengan harga yang cukup miring namun kualitas tetap bagus dan layak dijual.

Kamu juga bisa melakukan beberapa perjanjian antar penyuplai, sehingga bisa mendapatkan kesepakatan dan harga yang sama-sama menguntungkan. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. 

Boleh mengajukan pinjaman, asal tidak berlebihan

Untuk membuka sebuah bisnis, tak bisa dipungkiri bahwa kamu juga membutuhkan modal yang tidak sedikit. Biasanya, melakukan pinjaman adalah solusi yang tepat untuk menutup kekurangan modal.

Namun, sebelum meminjamnya, pastikan kamu sudah menghitung cicilan serta bunga yang harus kamu setorkan, ya. Sehingga kamu bisa memperkirakan berapa keuntungan yang harus kamu ambil dari usaha dagangmu. 

Sebaiknya, cukup memiliki pinjaman 1 saja dan segera lunasi. Jika pinjaman sudah lunas, kamu bisa mengajukannya lagi jika memang membutuhkannya. Jangan sampai kamu memiliki banyak pinjaman dalam satu waktu, hal ini bisa membuat beban utangmu makin berat. 

Sisihkan keuangan untuk dana darurat

Meskipun keuntungan yang kamu dapatkan sudah cukup lumayan, jangan lupa juga untuk menyisihkan keuangan untuk dana darurat, ya. Hal ini sangat berguna jika ke depannya kamu membutuhkan dana mendesak untuk keberlangsungan usaha dagangmu. 

Kamu juga bisa sekalian menyisihkan uang sosial untuk berzakat atau sedekah, sehingga usaha yang kamu jalankan bisa mendapatkan keberkahan dan juga sukses

Jangan hanya fokus pada keuntungan

Memang, salah satu tujuan membuka usaha yakni untuk mendapatkan keuntungan. Namun, sebaiknya jangan hanya fokus pada keuntungan, kamu juga wajib memperhatikan persediaan stok barang.

Pastikan kamu membeli stok barang sesuai kebutuhan sehingga budget modal tetap bisa ditekan dan aliran kas tetap lancar. Jangan sampai kamu membeli stok barang terlalu banyak karena tergiur diskon dari penyuplai. Padahal kenyataannya tidak semua barang yang kamu beli akan laku. 

Kamu bisa beberapa barang yang memiliki permintaan cukup tinggi. Misalnya, jika kamu berjualan sayuran, maka barang yang biasanya memiliki permintaan tinggi adalah cabai, bawang merah, dan juga bawang putih. Kamu bisa membeli stok barang tersebut dalam jumlah banyak, namun perhatikan juga penyimpanannya agar tidak mudah busuk. 

Untuk sayuran, sebaiknya beli secukupnya saja, mengingat sayuran mudah layu jika terlalu lama dijajakan. 

Perhatikan aliran kas keuangan

Hal ini yang sering luput dari perhatian para pengusaha pemula, di mana stok persediaan barang sering diabaikan. 

Jika stok barang menumpuk terlalu lama dan malah rusak, hal ini bisa mengganggu aliran kas keuangan. Akibatnya, kamu tidak memiliki modal lagi untuk membeli stok barang. Pengeluaranmu justru makin bertambah karena harus menutup modal dari stok barang yang belum laku terjual. 

Nah, itu dia 8 cara mengatur keuangan usaha dagang yang wajib kamu ketahui agar untung. Pastikan kamu merencanakan keuangan dengan matang, ya. Tak masalah untung sedikit tapi lancar di awal, yang terpenting aliran kas tidak terganggu. Nantinya, keuntungan besar akan datang sendiri menghampirimu.

Tagged With :

Leave a Comment