Cara Menentukan Waktu Jual dan Beli yang Tepat dalam Berinvestasi

Faktor waktu dapat berkontribusi besar dalam menentukan untung atau rugi dalam aktivitas investasi, baik saham, emas, reksa dana, obligasi, ataupun lainnya. Hal ini karena biaya awal yang dibutuhkan untuk membeli aset investasi itu akan berubah-ubah dari waktu ke waktu; kadang naik dan kadang turun.

Umpama seseorang membeli emas pada bulan Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri, ia kemungkinan akan menghadapi harga yang lebih mahal daripada hari-hari biasa. Ini karena harga emas di Indonesia biasanya meningkat pada masa-masa tersebut, kemudian menurun lagi setelahnya. Dengan harga beli emas yang mahal, ia akan lebih sulit untuk mencapai profit di kemudian hari. Bahkan jika ia langsung menjual emas itu lagi pada bulan Syawal, hampir pasti ia bakal merugi.

Cara Menentukan Waktu Jual dan Beli yang Tepat dalam Berinvestasi

Untuk menghindari situasi seperti itu, investor perlu mempelajari cara menentukan waktu jual dan beli yang tepat dalam berinvestasi. Berikut ini tiga (3) poin penting yang layak untuk diperhatikan:

  • Siklus ekonomi/bisnis

Setiap bisnis dan negara pasti menempuh siklus yang terdiri atas pertumbuhan meningkat (expansion) – memuncak (peak) – melambat (recession) – pulih (recovery). Siklus ini berlangsung terus-menerus dan sambung-menyambung, sehingga kita sering menghadapi krisis dari waktu ke waktu.

Investor perlu memahaminya, karena ada aset-aset yang berkinerja lebih baik saat krisis dan ada yang berkinerja lebih baik saat perekonomian berekspansi. Aset yang berkinerja baik saat krisis, misalnya emas dan obligasi. Sedangkan aset yang berkinerja buruk saat krisis, tentu mencakup saham dan investasi berisiko tinggi lainnya.

  • Siklus musiman

Pernahkah Anda mendengar istilah “January Effect” atau “Sell in May and Go Away”? Istilah-istilah itu merujuk pada fenomena siklus musiman yang pernah terjadi dalam sejarah pasar keuangan dunia. Daintaranya ada yang sudah tak berlaku lagi, tapi ada pula yang masih harus terus diwaspadai hingga saat ini. Ketahui macma-macam siklus ini, dan Anda akan mengenal tren yang silih-berganti di pasar dengan lebih mudah.

  • Cari tahu kapan harga mencapai “lembah”-nya

Perhatikan grafik harga dalam aset investasi apa saja, maka Anda akan menyaksikan garis naik-turun bak gunung dan lembah yang saling sambung-menyambung. Waktu investasi paling tepat adalah saat harga sudah mencapai “lembah” dan sudah akan mendaki “gunung” lagi. Untuk mendeteksinya secara akurat, pelajarilah konsep support-resistance dalam analisa teknikal.

Selain itu, Anda juga dapat mempelajari suatu cabang studi analisis fundamental yang sering disebut sebagai “analisis intermarket”. Analisis intermarket mendalami hubungan antar aset investasi di pasar-pasar berbeda. Umpamanya ketika terjadi krisis, orang-orang akan melepas saham dan membeli emas. Atau ketika saham meroket, harga emas selanjutnya akan menurun.

Tagged With :

Leave a Comment