Cara Mencari Investor Yang Baik Sesuai Karakter dan Kebutuhan Perusahaan

Para pelaku bisnis pastinya setuju bahwa salah satu langkah utama untuk menjamin kesuksesan sebuah usaha baru adalah dengan cara mencari investor yang baik. Hubungan dengan investor dapat menjadi penentu, kesuksesan atau keberhasilan, anda dalam mewujudkan mimpi sebagai seorang pengusaha. Seperti halnya seorang mitra usaha, menjalin hubungan dengan investor sama halnya dengan pernikahan – anda berdua akan berada pada hubungan jangka panjang dan akan melalui masa-masa baik maupun masa-masa buruk secara bersama.

Menurut sejumlah praktisi yang sudah melalui banyak hal dalam menjalin hubungan dengan investor, muncul sebuah pernyataan bahwa berpisah dari pasangan itu justru lebih mudah dibanding berpisah dari investor. Lalu, bagaimana cara menari investor yang baik dan sesuai dengan perusahaan anda sedini mungkin?

cara mencari investor yang baik

Cara Mencari Investor Yang Baik: Kriteria Yang Harus Diperhatikan

Berikut adalah lima tips sebagai cara mencari investor yang baik bagi perusahaan – bahkan termasuk untuk investor pemula skala kecil, mulai dari teman hingga anggota keluarga.

Cari Investor Yang Memiliki Investasi Lain

Ini adalah kunci pokoknya. Imvestor yang memiliki investasi lain tentunya paham bahwa investasi laksana permainan jangka panjang. Diperlukan waktu untuk mencapai tahap di mana perusahaan anda dinilai memenuhi kualifikasi. Tidak semua investor menganggapnya penting. Dalam percakapan awal, mintalah informasi tentang target waktu untuk mencapai tujuan dan apa yang ingin mereka dapatkan dari investasi tersebut.

Lakukan Penilaian Kekuatangan Finansial Calon Investor

Sebelum mengagendakan pertemuan, lakukan penilaian terhadap kekuatan finansial calon investor atau investor yang sudah anda. Mengumpulkan modal adalah salah satu hal paling sulit dan membutuhkan waktu paling lama. Bisa jadi, anda butuhkan waktu hingga lebih dari 100 rapat hanya untuk mengumpulkan modal sekitar Rp. $2 milyar dari sekitar 10 investor. Faktanya, banyak orang yang ingin tahu apa yang terjadi dengan perusahaan anda dan usaha baru yang anda jalankan, namun sayangnya, mereka tidak memiliki uang untuk menanamkan modal di perusahaan anda.

Sebelum melakukan pertemuan, pastikan bahwa calon investor tersebut terakreditasi. Saat ini, dokumen akreditasi investor telah menjadi kewajiban di bebragai negara. Jadi, pastikan mereka mengisinya sebelum anda mengagendakan pertemuan. Pemenuhan akreditasi investor mencakup sejumlah dokumen seperti kebutuhan gaji, investasi yang ada saat ini, serta asset lainnya. Jika penggalangan dana pertama sudah berhasil, maka penggalangan jasa kedua akan jauh lebih mudah, lebih murah, dan lebih efisien, terutama dari investor yang sudah ada saat ini.

Utamakan Diversifikasi

Target pertama anda adalah mendapatkan uang dalam jumlah besar. Bahkan, ada perusahaan yang menerapkan persyaratan sangat minimal kepada investor. Berurusan dengan sedikit investor akan jauh lebih mudah dan lebih murah, jika dokumen-dokumen legal dan finansial sudah tersebut. Namun demikian, ternyata jika anda bisa memiliki investor dengan latar belakang yang bervariasi, maka perusahaan anda akan mendapatkan keuntungan tambahan. Dampaknya bisa saja lebih besar dari jumlah yang diinvestasikan kepada anda atau syarat dan ketentuan yang disepakati.

Jika perusahaan anda masih baru, tentunya dana awal yang anda miliki sangat ketat, Maka, ada baiknya jika anda berusaha mencari investor dengan keahlian, pengalaman, dan koneksi yang bervariasi, sehingga perusahaan bisa mendapatkan manfaat yang lebih besar. Misalnya, investor anda mungkin terdiri dari  influencer, analist, banker, pengusaha, eksekutif bidang periklanan, pengacara, personil media, dan orang-orang yang terlibat dalam dunia hiburan dan media. Ada juga perushaaan yang membangun tim terintegrasi untuk meluncurkan konsep-konsep baru.

Oleh sebab itu, mencari investor yang kuat sangat penting bagi kesuksesan usaha baru. Mereka menjadi corong terkuat bagi perusahaan. Mereka menghabiskan uangnya untuk perusahaan anda. Artinya, mereka tidak ingin uang yang diinvestasikan sia-sia. Oleh sebab itu, mereka akan ada di masa-masa sulit ketika perusahaan membutuhkan bantuan. Mereka juga membantu perusahaan dalam proses strukturisasi, restrukturisasi perusahaan, dan membantu merancang perubahan  rencana jika dibutuhkan.

Cari Tenaga Tambahan

Tidak ada salahnya perusahaan menolak seorang investor jika dinilai tidak cocok dengan brand, perusahaan, atau dengan investor lain. Anda bisa mencari seorang ahli yang memiliki perspektif yang segar dan bisa memberikan nilai tambah. Percayai intuisi anda – mungkin insting anda mengatakan bahwa keterlibatan investor tersebut justru dapat merusak brand anda. Atau di sisi lain, bisa jadi intuisi anda mengatakan bahwa mereka bisa mewujudkan ide-ide anda untuk mengalahkan kompetitor.

Siapkan Daftar Checklist

Anda memerlukan orang-orang yang memiliki hubungan baik dengan investor, bukan? Anda bisa menyiapkan daftar pertanyaan sebelum pertemuan dengan calon investor. Siapkan daftar pertanyaan dan lakukan wawancara, untuk mengetahui keahlian dan koneksi yang bisa mereka bawa ke perusahaan anda. Ciptakan suatu situasi sehingga mereka membutuhkan investasi tersebut lebih dari sekedar anda yang membutuhkan uang mereka.

Anda tentunya tidak menginginkan investor yang menelpon, mengirim email, dan pesan kepada anda setiap hari.  Tidak baik jika investor terlalu banyak menyita waktu pengusaha, sehingga anda sebagai pengusaha tidak fokus untuk memikirkan strategi untuk mencapai tujuan anda. Intinya, anda membutuhkan investor yang baik, yang sesuai dengan karakter perusahaan. Beberapa aspek di atas bisa menjadi pertimbangan bagi anda.

Tagged With :

Leave a Comment