Cara Bertahan Dalam Bisnis bagi Pengusaha Wanita di Tahun Pertama

Tidak ada yang menyangkal bahwa pengusaha wanita kerap menghadapi lebih banyak tantangan dalam dunia bisnis dibanding pengusaha pria. Mereka tidak hanya memiliki akses yang lebih terbatas terhadap layanan finansial (pendanaan), namun juga menghadapi berbagai macam diskriminasi dan bahkan perbuatan tidak menyenangkan. Namun berita baiknya, kaum wanita memiliki cara bertahan dalam bisnis yang lebih banyak pula. Alhasil, jumlah pengusaha wanita terus berkembang.

Menurut  National Association of Women Business Owners, satu dari lima perusahaan yang berpenghasilan di atas $1 juta ternyata didirikan oleh perempuan. Tentunya, anda harus memiliki cara bertahan dalam bisnis terutama di tahun pertama agar mampu mencapai level tersebut. Dengan mempersiapkan diri menyambut peluang dan tantangan yang mungkin menghambat jalan anda, maka anda berada pada posisi yang kuat untuk menjalani tahun pertama dengan sukses.

cara bertahan dalam bisnis

Cara Bertahan Dalam Bisnis bagi Pengusaha Wanita

Melawan “Pola yang Sudah Ada”

Suka atau tidak, pengusaha wanita kerap menghadapi norma-norma yang sudah ada tentang bagaimana seharusnya seorang pengusaha, apa itu wanita (dan apa yang tidak bisa dilakukan wanita), dan bahkan dedikasi mereka terhadap ide bisnis. Dalam sebuah blog, Elizabeth Yin (salah satu pendiri LaunchBit) bercerita bahwa ia memulai dunia bisnis dengan masuk ke segmen yang didominasi kaum pria. Awalnya, banyak yang berfikir ia adalah seorang pegawai katering atau event organizer.

Pengalaman Elizabeth Yin mempertegas bahwa stereotipe tentang bagaimana pengusaha semestinya memang ada. Berita baiknya, kondisinya saat ini semakin membaik ketika semakin banyak wanita yang mendirikan perusahaan. Ia optimis bahwa keadaannya akan lebih baik lagi di masa mendatang, karena semuanya masih berprogress. Ia merekomendasikan agar pengusaha wanita berteriak ketika mereka menghadapi pemikiran stereotipe, sambil terus mempersiapkan diri secara mental untuk menghadapinya pada sesi diskusi, konferensi, atau event-event bisnis lainnya.

Membangun Kepercayaan Diri

Sebagai seorang pengusaha wanita, anda akan menghadapi banyak keraguan.  Namun, awal dan akhir dari keraguan itu adalah diri anda sendiri. Sayangnya, keraguan terhadap diri dan kurangnya kepercayaan diri bisa mempengaruhi pola pikir anda secara negatif – dan pada akhirnya menghambat anda dalam mengoptimalkan potensi secara penuh sebagai seorang pemilik usaha.

Dalam sebuah interview, Alison Gutterman, CEO dan presiden Jelmar, mengatakan bahwa bergabung dengan kelompok pengusaha, terutama bagi wanita, sama halnya dengan belajar membangun kepercayaan diri dan mengatasi pemikiran negatif dalam diri. Saat berada di kelompok-kelompok pengusaha ini, anda akan mempelajari realita tentang kemampuan, kesuksesan, bagaimana cara bertahan dalam bisnis, cara mengembangkan bisnis, serta belajar dari perspektif dan pengalaman orang lain.

Terhubung dengan Audiens Sasaran

Tahun pertama dalam bisnis tidak selamanya sudah, tentunya. Ashley Sarnowski, salah satu pendiri Sunnie Hunnies, bercerita bahwa tahun pertamanya dalam bisnis justru sangat menyenangkan, karena mereka bertemu audiens dan brand mereka tumbuh saat mereka terhubung dengan konsumen yang baik hati dan tertarik dengan produk-produk yang mereka tawarkan. Menurutnya, hal terpenting adalah jujur pada diri sendiri dan membiarkan kepribadian anda bersinar melalui website, media sosial, dan media lainnya.

Dengan mengkoneksinya ‘wajah’ kepada brand yang kita bangun, maka akan tercipta sentuhan personal dan tingkat koneksi yang mungkin tidak terbayangkan sebelumnya. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih empatik dibanding pria, dan sifat empatik ini adalah modal yang bisa dimanfaatkan oleh pengusaha wanita. Saat memasarkan produk atau jasa baru, maka akan semakin mudah menciptakan daya tarik emosional, karena anda bisa memahami kebutuhan konsumen anda secara lebih baik.

Membuat konsumen merasa dipahami adalah bagian pokok dari cara bertahan dalam bisnis di tahun pertama, terutama bagi pengusaha wanita. Hubungan emosional yang kuat akan menghasilkan konsumen yang setia.

Belajar dan Tumbuh

Jika anda satu hal yang bisa anda harapkan sebagai seorang pengusaha wanita selama tahun pertama dalam bisnis, maka jawabannya adalah belajar dan tumbuh. Anda bisa belajar lebih banyak hal sambil menjalankan bisnis, dibanding membaca 100 artikel tentang bisnis. Tahun pertama anda dalam bisnis dijamin akan diwarnai oleh pasang-surut. Anda pastinya akan menghadapi penolakan dan membuat banyak kesalahan. Pada saat yang sama, anda akan menemukan kemenangan saat berhasil menciptakan penjualan dan memuaskan konsumen.

Hal terpenting adalah jangan menyerah, ketika anda menghadapi kegagalan, dan jangan terlalu membanggakan diri ketika anda berhasil. Berhentilah sejenak, sehingga anda bisa mengambil pelajaran dari apapun yang anda alami selama tahun pertama. Temukan dan terapkan pelajaran tersebut, dan anda bisa menemukan jalan sukses yang lebih baik di masa mendatang.

Terakhir, tahun pertama dalam bisnis bagi seorang pengusaha wanita tentunya penuh dengan tantangan, namun juga menyediakan banyak peluang menarik untuk digali lebih dalam. Cara bertahan dalam bisnis juga termasuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan kekuatan anda. Dengan demikian, anda bisa membangun fondasi yang kuat untuk usaha yang baru didirikan, meskipun akan banyak tantangan yang anda hadapi.

Tagged With :

Leave a Comment