Kenali Empat Perbedaan Reksadana dan Saham

Penting untuk mengenali beda reksadana dan saham sebelum kita hendak memulai berinvestasi. Meskipun keduanya merupakan instrumen investasi, tetapi reksadana dan saham ini adalah dua hal yang berbeda.

Kebanyakan orang khususnya para pemula yang hendak berinvestasi sering kebingungan memilih produk investasi. Salah satu produk yang sering menjadi pilihan apakah harus berinvestasi di reksadana atau saham.

Untuk itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi kita harus mengetahui produk investasi yang akan kita pilih. Karena, produk investasi yang dipilih sebaiknya menyesuaikan profil investor dan risiko dari investor tersebut.

Produk reksadana dan saham ini menjadi dua produk investasi yang cukup populer saat ini. Namun, untuk memutuskan produk investasi yang tepat untuk berinvestasi, kita harus memahami perbedaan dari masing-masing produk tersebut dan menyesuaikan dengan profil kebutuhan kita. Yuk simak beda reksadana dan saham sebelum kamu memulai berinvestasi!

Beda Reksadana dan Saham dari Segi Pengelolaan

Kita bisa mengetahui beda reksadana dan saham pertama dari segi pengelolaan atau cara kerjanya.  Cara kerja investasi melalui reksadana yakni uang investor akan dikelola perusahaan manajemen investasi. 

Jadi reksadana merupakan wadah untuk mengumpulkan dana dari pemodal atau investor, yang kemudian akan diinvestasikan oleh oleh manajer investasi yang berpengalaman.

Nantinya, manajer investasi di perusahaan  yang kita pilih tersebut akan menentukan kemana dana kita akan diinvestasikan ke berbagai aset portofolio baik saham, obligasi, atau pasar uang.

Jika memilih reksadana, kita tidak perlu memantau pergerakan saham setiap saat karena perusahaan manajemen investasi yang akan mengelola dana kita tersebut. Kita hanya perlu menunggu perusahaan manajemen investasi mengelola investasi kita.

Sedangkan, saham adalah jenis investasi yang investasinya langsung dikelola oleh pemodal itu sendiri atau investor. Jika kita memilih investasi saham maka kita sendiri yang mengelola dana kita, termasuk menentukan saham yang akan dibeli atau dijual.

Karena dikelola sendiri, kita juga perlu sering-sering memantau pergerakan. Selain itu, kita juga harus memahami betul teknik bermain saham agar bisa memperoleh imbal investasi maksimal.

Namun, jika berinvestasi melalui saham ini kita bisa berkonsultasi dengan pialang atau broker sebelum membeli atau menjual saham agar memperoleh untung maksimal serta meminimalisasi kerugian.

Beda Reksadana dan Saham dari Tingkat Risiko

Kita bisa mengetahui beda reksadana dan saham juga dari tingkat risiko. Tingkat risiko dari investasi menggunakan reksadana lebih minim dibandingkan menggunakan saham. Ini karena reksadana dikelola oleh perusahaan manajemen investasi yang telah berpengalaman mengelola investasi sehingga tak perlu khawatir mengalami kerugian.

Karena itu, investasi reksadana ini menjadi produk investasi paling disarankan untuk para pemula dan investor yang tidak ingin mengeluarkan modal besar. Sebab, investasi dengan reksadana bisa dimulai dengan modal yang minim dan dapat memberikan return cukup besar dengan risiko lebih kecil dibandingkan investasi saham.

Sementara, investasi saham langsung memiliki tingkat risiko jauh lebih tinggi dibandingkan reksadana. Ini karena segala keputusan investasi saham  sepenuhnya di tangan investor, karena itu risiko kerugian lebih besar jika investor tersebut tidak memahami cara bermain saham.

Karena itu, alasan ini yang membuat investor saham disarankan untuk berkonsultasi dengan pialang dan broker untuk meminimalisasi kerugian.

Memang, imbal hasil dari investasi saham langsung ini sangat besar dibandingkan reksadana jika dikelola dengan tepat oleh investor. Namun, risiko kerugian juga tak kalah besar jika investor tidak bisa mengelola investasi saham dengan baik. Untuk itu, investasi saham ini tidak disarankan bagi para pemula ingin memulai yang berinvestasi.

Beda Reksadana dan Saham dari Sisi Imbal hasil

Selanjutnya, beda reksadana dan saham bisa kita kenali dari sisi imbal hasil. Imbal hasil dari reksadana dikenakan potongan atau fee oleh perusahaan aset manajemen karena dana investasi diatur dan dikelola manajemen investasi. Setiap penarikan reksadana akan dikenakan potongan yang nominalnya tergantung dari kedua belah pihak.

Sedangkan investasi saham langsung tidak dikenakan fee karena dikelola langsung oleh investor tersebut. Imbal hasil dari investasi saham ini dikenal lebih besar dibandingkan reksadana jika investor bisa bermain saham dengan baik.

Namun, ada beberapa biaya yang harus ditanggung jika berinvestasi dengan saham yakni biaya online trading berkisar 0,1 persen hingga 0,3 persen.

Selain itu, jika memilih investasi saham langsung kita akan dikenakan pajak sebesar 0,1 persen setiap melakukan penjualan saham dan dikenakan pajak 10 persen saat mendapatkan dividen.

Sementara, pemberlakuan pajak itu tidak dikenakan jika memilih reksadana. Sebagai gantinya, kita diwajibkan melaporkan keuntungan reksadana di laporan SPT tahunan.

Beda Reksadana dan Saham dari Pencairan Dana

Perbedaan reksadana dan saham ini juga bisa dilihat dari proses pencairan dana atau proses penjualan. Untuk reksadana, karena investasi dikelola oleh manajemen investasi maka pencairan dana memerlukan waktu lebih lama dibandingkan investasi saham langsung. 

Sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam proses pencairan reksadana, manajer investasi memiliki batas waktu membayar pencairan uang investasi yakni maksimal tujuh hari kerja. Namun demikian, proses pencairan reksadana ini bisa lebih cepat tergantung dengan jenis reksadana yang dipilih investor.

Alasan pencairan reksadana memerlukan waktu karena ketika berinvestasi reksadana dana kita dikelola manajemen investasi dalam berbagai aset saham, obligasi, atau deposito yang memerlukan proses dan prosedur untuk bisa diuangkan.

Manajemen investasi harus terlebih dahulu menjual saham/obligasi/deposito yang dibeli dengan dana investasi kita sebelumnya yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu sehari.

Sementara, pencairan investasi saham langsung bisa lebih singkat dibandingkan reksadana. Ini karena investasi saham tidak menggunakan pihak ketiga, sehingga dana akan lebih cepat memasuk rekening investor saham.

Nah itu beda reksadana dan saham yang perlu kamu perhatikan saat memulai berinvestasi. Semoga bermanfaat!

Tagged With :

Leave a Comment