Bagaimana Menciptakan dan Menerapkan Nilai-Nilai Dalam Organisasi

Kita hidup di dunia yang aneh; dunia ini materil, namun hal-hal yang bersifat digital dan tidak teraba justru semakin penting dari hari ke hari. Soft skill semakin berharga dibanding hard skill, dan nilai aset-asset tak berwujud semakin tinggi dibanding aset berwujud. Sebagai bagian dari transformasi ini, saat ini, manusia menjadi yang pertama. Dan, nilai-nilai dalam organisasi (bagaimana anda membangun dan mengelola sebuah tim) yang akan menentukan apakah bisnis anda kelak sukses atau gagal.

Nilai-Nilai Dalam Organisasi: Apa Kekuatan dan Fungsinya?

Meskipun nilai-nilai dalam organisasi tidak berwujud, namun kegunaannya sangat penting. Nilai menggambarkan prinsip-prinsip yang menjadi landasan bagi karyawan dalam bersikap. Oleh sebab itu, ketika situasinya tidak jelas, orang akan menggunakan moralnya sebagai kompas untuk mengetahui apa yang harus dilakukan. Misalnya, jika salah satu nilai-nilai inti di perusahaan anda adalah kerjasama tim, maka orang akan mencari rekan timnya di masa-masa sulit, daripada mencoba menyelesaikan masalah sendiri-sendiri. Nilai-nilai dalam organisasi memiliki banyak fungsi esensial, antara lain:

nilai-nilai dalam organisasi

  • Membantu kita menentukan siapa kita (dan siapa yang bukan kita). Jadi, kita bisa mengidentifikasi orang-orang seperti kita dan membuat keputusan yang lebih baik dalam proses rekrutmen.
  • Nilai memainkan peran penting dalam interaksi di perusahaan dan mendorong motivasi karyawan. Jika anda tahu apa tujuan perusahaan, maka pekerjaan anda akan lebih terarah.
  • Sebuah perusahaan dengan nilai-nilai yang lebih jelas cenderung lebih kuat. Perusahaan seperti ini tahu kekuatannya dan memanfaatkannya untuk kesuksesan perusahaan.

Okay. Mungkin terdengar luar biasa, namun apakah ada buktinya? Tentunya ada. Riset di LinkedIn menemukan bahwa 71% profesional bersedia pendapatannya lebih kecil untuk bekerja di perusahaan yang memiliki nilai dan misi selaras. Menurut penelitian lain, ada hubungan positif antara nilai-nilai dalam organisasi dengan tingkat interaksi karyawan. Terakhir, sebuah studi Gallup menunjukkan bahwa tingkat interaksi karyawan berpengaruh langsung terhadap profitabilitas perusahaan. Dengan kata lain, nilai-nilai dalam perusahaan harus sejelas mungkin, jika ingin perusahaan lebih produktif dan sukses.

Apa Saja Nilai-Nilai Dalam Organisasi Anda?

Nilai-nilai dalam organisasi akan tetap ada sekalipun kita tidak pernah berbicara tentang itu. Nilai muncul dari pendirinya. Merekalah yang menentukan siapa yang akan dipekerjakan, siapa yang akan dipromosikan, dan siapa karyawan yang akan dipecat (terutama di awal berdirinya perusahaan). Namun, nilai yang tidak dinyatakan dan dikomunikasi secara jelas tidak akan membawa manfaat bagi perusahaan. Dalam hal ini, sulit untuk mereplikasi perilaku yang diharapkan dan menghilangkan apa yang tidak diinginkan, jika tidak dikomunikasikan sejelas mungkin.

Oleh sebab itu, perusahaan bisa saja membuat daftar resmi nilai-nilai dalam organisasi, jika belum ada sebelumnya. Berapa banyak nilai yang dideklarasikan? Menurut riset MIT Sloan, 18% perusahaan di Amerika tidak memiliki daftar resmi nilai-nilai yang dianut perusahaan, 22% mendeklarasikan 5 nilai, dan 73% memiliki antara 3 hingga 7 nilai. Jadi, daftar yang dibuat tidak mesti panjang, namun, fokuskanlah pada beberapa nilai yang paling berpengaruh.

Lalu, muncul suatu pertanyaan,”Bagaimana menciptakan dan mengimplementasikan nilai-nilai dalam organisasi secara praktis dan efektif?” Bukan berarti waktu yang anda gunakan untuk mengidentifikasi nilai-nilai tersebut terbuang sia-sia. Namun, riset menekankan pentingnya menciptakan nila-nilai yang praktis, antara lain dengan:

  • Libatkan orang lain dalam proses pembentukan nilai-nilai dalam organisasi. Sebaiknya, jangan berikan mereka daftar, namun inisisasi sebuah diskusi untuk membicarakannya. Lakukan beberapa kali pertemuan, minta tanggapan mereka, dan lakukan survey untuk melihat kinerja yang luar biasa dari rekan kerja mereka.
  • Tunjukkan hubungan antara nilai dengan perilaku. Berikan contoh perilaku seperti apa yang anda harapkan dari mereka. Misalnya, apa maksud anda ketika menyebutkan istilah “kreativitas?” Apakah mencari solusi atas suatu masalah sebelum menyampaikannya kepada atasan? Atau, memiliki kekuasaan untuk memutuskan dan bertindak atas sebuah masala, dibanding melaporkannya?
  • Kaitkan nilai-nilai tersebut dengan proses yang berlangsung di perusahaan. Misalnya, dikaitkan dengan proses rekrutmen karyawan, promosi, dan sebagainya.

Bagaimana Menerapkan Nilai-Nilai Dalam Organisasi Anda?

Ketika atasan tidak merasa perlu ketegasan atau kekuatan dalam menerapkan nilai-nilai kepada karyawan, maka efisiensi proses perusahaan akan lebih mudah diwujudkan. Motivasi karyawan anda mestinya datang dari diri sendiri, karena semua orang yang ada di perusahaan meyakini nilai yang sama. Berikut adalah beberapa rekomendasi untuk menerapkan nilai-nilai dalam organisasi anda:

  • Jangan berharap orang lain akan membaca fikiran anda. Jika nilai-nilai dalam organisasi tidak dituliskan dan tidak dikomunikasi, maka orang lain tidak akan tahu bahwa nilai itu ada.
  • Jangan hanya fokus membuat pernyataan-pernyataan nilai yang ‘cantik.’ Jangan hanya memajangnya di website, namun bertindaklah sesuai nilai-nilai tersebut.
  • Jangan berbohong. Nilai mesti mencerminkan apa yang anda yakini dari dalam diri, bukan apa yang ingin anda yakini.

Kemudian, berikan apresiasi dan penghargaan kepada karyawan jika mereka berhasil bertindak sesuai nilai-nilai dalam organisasi. Tunjukkan teladan dan pastikan rekan kerja yang lain melihatnya, misalnya dipajang di saluran komunikasi internal perusahaan, di newsletter, atau disampaikan saat rapat perusahaan.

Tagged With :

Leave a Comment