Tidak ada nilai sebuah ide jika tidak diwujudkan. Tanpa niat dan aksi yang mengubah ide dari konsepsi menuju kesuksesan, maka ide hanyalah ide, dan ide ada di mana-mana. Banyak orang bisa mendapatkan beberapa ide dalam sehari, namun sebagian besar tidak dipraktekkan. Jadi, hal yang membedakan orang yang kaya ide dengan orang sukses adalah langkah yang mereka ambil untuk mewujudkan ide menjadi penghasilan, sehingga bukan hanya sekedar ide-ide yang tidak ditindaklanjuti.
Dalam sebuah wawancara, Carrie Green (pendiri dan CEO Female Entrepreneur Association) sekaligus seorang penulis, pernah berbagai cerita tentang bagaimana ia membangun salah satu platform online terbesar untuk pengusaha wanita. Platform ini membantu kaum wanita membangun bisnis dengan baik dan mengubah ide-idenya menjadi kenyataan.

Bagaimana Mewujudkan Ide Menjadi Penghasilan?
Carrie Green membagi beberapa tips bagi pengusaha pemula atau calon pengusaha agar mampu mewujudkan ide menjadi penghasilan dari usaha yang sukses:
Lakukan Riset
Apapun ide yang anda punya, hal terpenting adalah memulainya. Sebelum anda membeli nama domain atau berbicara kepada seseorang tentang apa yang terlintas di fikiran anda, maka susunlah perencanaan terlebih dahulu. Pertama, mulai dengan penentuan, validasi, dan riset ide. Lakukan penggalian secara mendalam, browsing di Google, lihat di forum-forum online seperti Reddit, di app store atau platform media sosial yang ada tentang ide yang anda miliki. Berdasarkan hasil riset tersebut, anda bisa menyusun rencana dan memberikan nilai tambah yang unik terhadap ide tersebut. Kemudian, lanjutkan ke tahapan berikutnya.
Tentukan Ide
Selanjutnya adalah menentukan ide secara lebih rinci dan menilai kepentingannya. Buat ringkasan ide anda dalam bentuk judul, dan sajikan secara sederhana dalam bentuk narasi. Menurut Green, cobalah ajukan pertanyaan, “Mengapa orang harus membeli sesuatu yang muncul dari ide anda tersebut?” Apakah masyarakat memang sedang menghadapi masalah yang sedang anda coba pecahkan melalui ide tersebut?
Tanyakan kepada teman anda, dan lakukan browsing di internet. Jika memang ada, maka ini adalah pertanda bahwa ide anda akan dibutuhkan. Artinya, anda berpeluang besar untuk menemukan orang yang bersedia membeli apa yang akan anda tawarkan, setelah ide tersebut diwujudkan.
Tentukan Audiens
Setelah “Apa”, maka pertanyaan berikutnya adalah “Siapa.” “Siapa yang akan menjadi calon konsumen anda, dan kenapa?” Ini adalah pertanyaan pertama yang perlu diajukan jika anda ingin mengidentifikasi siapa konsumen anda kelak. “Siapa mereka dan di mana mereka berada?” Temukan apa yang menjadi alasan mereka, atau apa masalah mereka, dalam kaitannya dengan solusi yang anda tawarkan melalui produk atau jasa anda.
Menurut Green, mewujudkan ide menjadi penghasilan secara lebih baik, maka anda juga harus mampu mengidentifikasi level emosional calon konsumen. Dengan demikian, anda bisa memahami mereka dan memberikan penawaran secara lebih efektif.
Bagi Ide Anda
Setelah mengetahui “Apa” dan “Siapa,” maka pertanyaan berikutnya adalah “Bagaimana” agar ide tersebut menjadi nyata? Ini adalah waktunya untuk menerjunkan diri dan mengakui bahwa anda sedang menciptakan sesuatu. Menurut Green, tahapan ini termasuk membangun rasa suka, membagi konsep, berbicara tentang ide anda dengan seseorang yang akan mendengarkan anda dengan baik. Di tahap ini, anda mulai mengumpulkan respon atau tanggapan tentang bagaimana prospek produk atau jasa yang akan anda hasilkan dari ide tersebut. Anda juga sebaiknya mencatat siapa saja yang akan ditemui. Buatlah semacam daftar yang akan ditemui.
Libatkan Audiens
Jika anda sudah memiliki audiens saat ini, maka bagilah ide anda pada skala yang lebih besar dengan melibatkan audiens yang sudah ada. Menurut Green, libatkan mereka sedini mungkin. Sampaikan kepada mereka bahwa anda sedang menciptakan sesuatu dan anda tidak sabar untuk berbagi cerita tentang ide tersebut, dan membutuhkan bantuan mereka untuk menjawab beberapa pertanyaan.
Untuk mewujudkan ide menjadi penghasilan, maka anda harus tahu apa yang dicari dan dibutuhkan calon konsumen. Jawaban paling akurat tentunya berasal dari konsumen tersebut. Dalam pengalamannya, Green memberikan kuis secara berkala melalui media sosial dan email. Jika mengetahui masalah yang mereka hadapi dan apa yang mereka butuhkan, maka anda bisa menawarkan ‘solusi’ yang langsung menjawab pertanyaan tersebut. Kemudian, Green menggunakan jawaban-jawaban yang terkumpul tersebut untuk membangun platform keanggotaan. Begitu produk atau jasa tersebut siap diluncurkan, maka merekalah orang pertama yang diberi tahu.
Buat Rencana Kelayakan
Anda mungkin memiliki banyak ide, namun belum tentu semuanya layak diwujudkan menjadi sebuah bisnis yang mendatangkan uang. Jika anda ingin mewujudkan ide menjadi penghasilan, maka pastikan ide usaha tersebut benar-benar layak. Untuk itu, anda harus tahu betul siapa calon konsumen anda. Buatlah rencana kelayakan yang jelas. “Apa yang akan anda lakukan dalam beberapa minggu ke depan?” Susun rencana bagaimana anda akan bercerita tentang ide tersebut, melibatkan lebih banyak orang, dan sebagainya.
Dapatkan penjelasan lebih lanjut tentang mewujudkan ide menjadi penghasilan pada post berikutnya.
Tagged With : manajemen bisnis