Automatisasi di Bidang Keuangan dan Industri Penagihan Kredit

Dalam industri penagihan kredit, kolektor adalah garis penyerang sekaligus garis pertahanan terdepan bagi perusahaan. Mereka adalah sumber pendapatan perusahaan dan menjadi titik penghubung antara perusahaan dengan nasabah. Seperti diketahui, industri ini masih mengandalkan tenaga manusia untuk mendatangi konsumen secara langsung ke alamatnya. Nah, bagaimana dengan automatisasi di bidang keuangan? Apakah automatisasi ini ikut mempengaruhi industri penagihan kredit?

Automatisasi di Bidang Keuangan: Apa Dampaknya?

Logikanya, semakin tinggi kinerja debt collector atau tenaga penagih kredit, semakin besar pendapatan perusahaan. Kolektor bertugas menemukan dan menghubungi nasabah secara langsung. Lalu, bagaimana dengan proses yang sudah diotomatisasi? Pada kenyataannya, proses otomatisasi tetap membutuhkan tenaga manusia, terutama pada aspek pengambilan kebijakan dan pelaksanaan tugas di setiap tingkatan.

automatisasi di bidang keuangan

Namun, semakin banyak alat otomatis yang tersedia untuk meningkatkan proses penagihan kredit. Teknologi juga dapat meminimalisir potensi kesalahan akibat kelalaian manusia (human error). Sebagai contoh, teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) menghadirkan tool seperti chatboat, system respon suara secara interaktif, tool untuk negosiasasi melalui portal website, dan semacamnya.

Namun, tenaga manusia masih diperlukan dalam proses pengambilan keputusan. Leader dapat memutuskan apakah alat berbasis AI yang banyak beredar di pasaran tersebut bisa digunakan di perusahaan atau tidak, terutama dalam strategi ofensif dan defensif.

Automatisasi di Bidang Keuangan: Apa Manfaatnya?

Nah, jika ingin membahas secara rinci manfaat automatisasi di bidang keuangan, setidaknya harus dilihat dari 3 sudut pandang, yakni:

Strategi Menyerang

Margin keuntungan bisnis penagihan kredit memang semakin tinggi dan konsumen semakin sulit dijangkau. Semua ini telah mempengaruhi industri ini. Namun, otomatisasi yang diterapkan dengan benar ternyata dapat meningkatkan profitabilitas dan produktivitas sebuah perusahaan.

Baca Juga:   Cara Memulai Bisnis Startup dari Nol Hingga Sukses

Tenaga penagih hutang eserta agen adalah “penyerang” yang berhubungan langsung dengan konsumen jika terjadi keterlambatan pembayaran. Nah, pencarian informasi tentang pembayaran dan informasi akun nasabah akan lebih mudah dengan menggunakan tool otomatis yang didukung teknologi AI. Dengan demikian tenaga kolektor hutang maupun manajemen dapat menghemat waktu dalam pengambilan keputusan.

Teknologi AI menyajikan data yang komprehensif untuk membantu melihat trend dan pola penagihan kredit. Seorang manajer dapat menggunakan data tersebut untuk mengidentifikasi siapa karyawan yang kinerjanya baik dalam mengumpulkan kredit. Manajer juga bisa menghitung jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menagih ke masing-masing nasabah.

Perusahaan penagihan hutang juga bisa menggunakan tool virtual assistant, sehingga pemberi kredit dapat memberi respon terhadap permintaan konsumen secara lebih efisien. Teknologi chatbot yang ditopang AI dapat membantu perusahaan dan kolektor dalam beberapa hal, seperti:

  • Bisa mengeksekusi transaksi dan mengumpulkan informasi untuk pembayaran.
  • Dengan proses pengumpulan informasi yang lebih singkat, kolektor bisa memiliki lebih banyak waktu dan produktivitas mereka lebih baik.
  • Meningkatkan ketanggapan kolektor terhadap konsumen
  • Memungkinkan kolektor untuk mengakses dokumen dan data secara lebih mudah.
Strategi Pertahanan

Di sisi pertahanan, otomatisasi dapat memudahkan perusahaan dalam berbagai hal, terutama untuk urusan administratif, seperti penelitian, review laporan, dan dokumentasi. Kegiatan-kegiatan rutin seperti ini membuka peluang besar untuk kesalahan akibat kelalaian manusia. Bahkan, kegiatan-kegiatan non-esensial yang bersifat administrasi dapat memperlambat progress dan pada akhirnya menghambat pemenuhan tugas pokok sebuah perusahaan. Automatisasi di bidang keuangan memberikan manfaat sebagai berikut di aspek pertahanan:

  • Meminimalisir Administrasi. Salah satu contoh otomatisasi dalam pengambilan keputusan di aspek pertahanan adalah penggunaan data seperti pendapatan, skor kredit, dan aset dalam menentukan potensi nasabah baru. Jika proses pengambilan keputusan diautomatisasi, maka karyawan memiliki waktu lebih banyak untuk melakukan tugas-tugas yang lebih berharga dan inovatif.
  • Menciptakan praktik baik dalam penagihan hitang. Dengan menerapkan prosedur otomatis dan mengurangi proses pengambilan keputusan oleh manusia, otomatisasi dapat meminimalisir masalah hukum yang mungkin muncul. Prosedur penagihan hutang bisa diprogramkan sedemikian rupa sehingga memudahkan kolektor. Dengan otomatisasi prosedur dan komunikasi, perusahaan dapat mengurangi pengeluaran sekaligus meningkatkan produktivitas.
Baca Juga:   Informasi Tentang Investasi Kondotel alias Kondominium Hotel
Fokus terhadap Konsumen

Automatisasi di bidang keuangan juga perlu dilihat dari aspek pelayanan terhadap konsumen. Pada dasarnya, otomatisasi tidak bisa menggantikan tenaga penagih hutang sepenuhnya. Misalnya, AI hanyalah alat untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas mereka, bukan untuk menggantikan mereka. Karena sifat dan cara kerja industri ini, banyak situasi di mana tenaga manusia masih dibutuhkan, seperti analisis situasi dan negosiasi. Oleh sebab itu, interaksi dengan manusia tetap menjadi bagian yang tak tergantikan dari proses ini.

Namun, perusahaan yang menggunakan teknologi untuk meningkatkan kinerja penagihan hutang semestinya juga bisa meningkatkan perhatian terhadap konsumen. Pendekatan yang berorientasi konsumen semestinya akan lebih berhasil daripada sekedar menelpon mereka agar membayar hutangnya. Pendekatan ini akan lebih efektif jika menggunakan AI untuk memprediksi trend dan membantu nasabah dalam membayar hutang mereka.

Nah, itulah tiga aspek dalam automatisasi di bidang keuangan dan bagaimana pengaruhnya terhadap industri penagihan kredit.

 

 

Tagged With :

Leave a Comment